Breaking News
- Bupati Natsir Ali Bawa Aspirasi Masyarakat Kepulauan ke Kementerian ESDM
- Pemkab Selayar dan Bank Sulselbar Sosialisasikan KUR untuk Petani dan UMKM
- Wabup dan Kapolres Saksikan Bhayangkara FC Hentikan Langkah Juara Bertahan, Final Hadapi Gelora Utama FC
- Wakil Bupati dan Kapolres Pimpin Pelepasan Selayar Bike Presisi, 800 Peserta Ramaikan Hari Bhayangkara ke-80
- Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali Harapkan RUU Daerah Kepulauan Jadi Tonggak Keadilan Pembangunan Nasional
- Wakil Bupati dan Kapolres Selayar Saksikan Derby Semifinal Kapolres Cup II 2026, Gelora Utama FC Melaju ke Final dengan Kemenangan Telak
- Peduli Warga Tertimpa Musibah, Wabup Muhtar Antar Langsung Bantuan Baznas Selayar
- Mahasiswa KKN UGM Siap Mengabdi di Selayar, Syafina: Kami Datang Membawa Semangat Pengabdian
- 56 Mahasiswa KKN-PPM UGM Diterima Pemkab Selayar, Wabup Ajak Dukung Program Strategis Daerah
- Pelestarian Alam dan Kesadaran Hukum Diperkuat, Bupati Natsir Ali Terima Dua Kunjungan Strategis
Buka Sosialisasi Penanganan Penyakit Kusta dan Frambusia, Ini Penjelasan Wabup Kepulauan Selayar

SELAYAR, kepulauanselayarkab.go.id - Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Kasus Kusta dan Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar di Aula Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 14/09/2018.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar,Dr. H. Zainuddin, S. H., M. H., dalam sambutannya mengatakan, umumnya yang namanya penyakit kusta dan frambusia adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, bahkan merugikan sehingga harus dihindari dan disikapi secara proporsional.
"Prinsipnya lebih baik mencegah dari pada mengobati," Kata Wabup
Penyakit Kusta adalah penyakit menular yang sifatnya multikompleks, mulai dari persoalan medis sampai dengan sektor Sosial, Ekonomi, Budaya, Keamanan dan Ketahanan Nasional. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat bahkan permanen, terutama bila tidak dilakukan diagnosis dan pengobatan secara dini.
Lebih lanjut Wabup menegaskan bahwa penyakit kusta disebabkan oleh kuman, oleh karena itu jangan percaya dengan mitos yang menyatakan penyakit kusta disebabkan oleh keturunan, kutukan atau guna-guna, tegas Wabup.
Dari data yang ada, persebaran kasus Kusta di Kabupaten Kepulauan Selayar, dari 11 kecamatan, 9 kecamatan memiliki kasus kusta. Terkait itu pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya baik dalam bentuk pencegahan maupun pengobatan, diantaranya, sosialiasi kusta di desa/kelurahan, intensifikasi kasus kusta secara dini baik secara aktif maupun pasif, penyedian obat berkualitas dan gratis disemua puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan gratis untuk semua penduduk selayar.
Namun demikian menurut Wabup, salah satu penghambat penanggulangan kusta adalah stigma negatif dan perlakuan diskriminatif, sehingga berdampak secara psikologis bagi penderita dan menyebabkan penderita enggan berobat karena takut keadaannya diketahui oleh masyarakat sekitar.
Berharap dengan adanya advokasi dan sosialisasi kusta dan frambusia, maka penyebaran informasi penyakit ini dapat sampai kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi stigma dan diskriminasi bagi penderita kusta dan keluarganya.
Selain itu yang lebih utama kita harapkan bersama bagaimana ke depan kegiatan ini menjadi semangat baru dalam upaya koordinasi semua pihak yang terlibat, untuk mencegah penularan Penyakit Kusta yang berujung pada eliminasi kusta di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pada kesempatan ini selain Wabup turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar, Camat, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Selayar, serta para partisipan program Kusta dan Frambusia Kabupaten Kepulauan Selayar. (Ichal)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)