- BAZNAS-DMI Selayar Santuni Anak Yatim Korban Kapal Tenggelam
- Hari Kedua Lomba Gerak Jalan, 43 Barisan SMP-SMA Semarakkan HUT ke-81 RI di Selayar
- HUT Kodaeral VI, Wabup Selayar Sampaikan Apresiasi atas Pengabdian Prajurit
- Semarak HUT RI ke-81, Bupati Selayar Lepas Gerak Jalan Indah dan Drumband Tingkat Sekolah Dasar
- BAZNAS-DMI Salurkan Santunan kepada Keluarga Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsabila
- Lomba Permainan Rakyat Hut RI Ke81 Semakin Meriah, Sekda Selayar Pantau Langsung Keseruan Hadang Asing
- Semangat Kemerdekaan Membara, ASN, TNI-Polri Selayar Adu Seru di Lomba Permainan Rakyat
- Wabup Muhtar Hadiri Pelepasan Kontingen Jamnas XII 2026 Sulsel di Makassar, Beri Pesan Khusus Kontingen Garuda Selayar
- Baznas, PMI, dan Yayasan Teratai Passiana Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Miskin di Selayar
- 48 Pramuka Garuda Selayar Siap Berlaga di Jambore Nasional XII, Wabup Muhtar: Anak-anakku Jaga Nama Baik Daerah
Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Kepulangan Andi Arung (18), warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi momen haru sekaligus penuh pelajaran. Setelah sempat menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, ia akhirnya berhasil kabur dan kembali ke tanah air diterima langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, pada Sabtu (7/1/2026)
Kepulangan Andi Arung tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Melalui komunikasi dan pendampingan yang dilakukan, proses pemulangan Andi Arung akhirnya dapat berjalan lancar hingga ia tiba kembali di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Lagi, Tujuh Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh dan Sehat0
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Irup Hari Kesadaran Nasional 0
- Wabup Saiful Arif Tutup Resmi Festival Pramuka Kreatif 20230
- Seleksi Jabatan Tinggi Pratama Tahap II, Ini Arahan Bupati Kepulauan Selayar 0
- Mantan Ketua DPRD Selayar Tutup Usia, Bupati MBA Sampaikan Belasungkawa0
Di hadapan Bupati dan Wabup, Andi Arung didampingi Camat Takabonerate, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama berada di Kamboja, termasuk saat dirinya dipaksa bekerja sebagai operator judi online sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dan mencari perlindungan di kantor KBRI.
Peristiwa ini bermula pada pertengahan November 2025 ketika Andi Arung berkenalan dengan seseorang melalui media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Tanpa menyadari risiko yang ada, ia kemudian berangkat dari Makassar dengan harapan bekerja di Morowali.
"saya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi melalui media sosial, Dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarga, saya pun berangkat dari Makassar. Namun perjalanan yang ditempuh justru membawa saya hingga ke Kamboja melalui beberapa negara transit." ungkapnya
Setibanya di sana, paspornya langsung diambil dan ia dipaksa bekerja sebagai operator judi online dengan menggunakan laptop dengan jam kerja panjang dari pagi hingga larut malam. Jika tidak memenuhi target, ia kerap mendapat perlakuan kasar hingga disetrum.
Dalam kondisi tertekan, Andi Arung akhirnya berhasil mencari kesempatan untuk melarikan diri dan mendatangi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk meminta perlindungan hingga akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia.
Di hadapan Bupati, Andi Arung juga mengungkapkan bahwa ijazah miliknya masih ditahan oleh pihak yang mempekerjakannya di Kamboja.
Mendengar hal tersebut, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membantu mengurus penggantian ijazah Andi Arung agar ia tetap memiliki dokumen pendidikan yang sah untuk melanjutkan masa depannya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan dari orang yang tidak dikenal, terutama melalui media sosial.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah meladeni orang yang tidak dikenal yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa proses yang jelas. Pastikan semuanya melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban perdagangan orang,” pesan Bupati.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa atau keluarga sebelum menerima tawaran kerja di luar daerah maupun luar negeri, demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (HUMAS-IC)









.jpeg)