- Bupati Natsir Ali Hadiri Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP di Masamba, Tegaskan Apresiasi atas Loyalitas Personel
- Wabup Selayar Sampaikan Pesan Tito Karnavian pada Peringatan Otda ke-30
- Bupati Natsir Ali Tegaskan Penyaluran Bantuan Harus Adil Tanpa Diskriminasi
- Hadiri Rakor Provinsi, Wabup Selayar Dukung Strategi 3R dan Edukasi Pengelolaan Sampah
- Pemda Selayar Buka Jalur Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Unhas
- Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda, TMMD ke-128 Selayar Resmi Dibuka
- Baznas Perkuat Kepedulian Sosial di Wilayah Kepulauan, Salurkan Bantuan di Pasilambena dan Taka Bonerate
- PLTS 24 Jam Ubah Wajah Ekonomi Kayuadi, Warga Kini Lebih Produktif
- Kunker Kepulauan Berakhir, Bupati Natsir Ali Jelaskan Dampak Efisiensi Anggaran dari Pulau ke Pulau
- Kayuadi Jadi Penutup Kunker, Bupati Natsir Ali Dorong Pemerataan Program untuk Semua
Jembatan Penghubung Tanabau - Baera Ambruk, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Untuk Penanganan Darurat

KEPULAUAN SELAYAR — Jembatan penghubung di poros Tanabau–Baera, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, dilaporkan ambruk pada Selasa (9/12/2025). Peristiwa ini menyebabkan aktivitas warga terhambat, termasuk para tenaga pendidik yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Jembatan tersebut diketahui merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk menuju Baera dan Benteng.
Hingga berita ini diturunkan, tim Dinas PUPTR bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Kepala Dinas PUPTR, Musytari, memastikan bahwa personel lapangan segera bergerak setelah menerima laporan awal.
“Crew Dinas PUPTR sudah menuju lokasi, Pak Sekda. Insya Allah kolaborasi PUPTR dan BPBD bisa melakukan penanganan darurat,” ujar Musytari.
Baca Lainnya :
Dampak dari ambruknya jembatan ini juga dirasakan oleh para guru yang mengajar di Baera. Sekretaris BPBD Kepulauan Selayar, Patta Bau, melaporkan bahwa para tenaga pendidik tersebut tidak dapat kembali ke Benteng akibat akses yang terputus.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, langsung memerintahkan dinas terkait untuk segera menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Instruksi ini segera ditindaklanjuti oleh Kadis PUPTR, Musytari. Ia menyampaikan bahwa setelah peninjauan lokasi, pihaknya akan segera menyusun perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan perbaikan.
“Kami akan koordinasikan dengan BPBD dan Kaban Keuangan,” tegas Musytari.
Pemerintah daerah terus berupaya untuk penanganan dilakukan secepat mungkin untuk memulihkan kembali akses masyarakat dan menjamin kelancaran aktivitas warga di wilayah terdampak. (Humas IKP/Im)










.jpeg)