- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
- Bukan Sekadar Imbauan, Bupati Selayar Perintahkan Disperinaker Buka Layanan Dico Ulang Tabung LPG Karatan
- Kemarau Panjang, Bumi Mengering, Warga Selayar Bersujud Memohon Rahmat Allah SWT
Jembatan Penghubung Tanabau - Baera Ambruk, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Untuk Penanganan Darurat

KEPULAUAN SELAYAR — Jembatan penghubung di poros Tanabau–Baera, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, dilaporkan ambruk pada Selasa (9/12/2025). Peristiwa ini menyebabkan aktivitas warga terhambat, termasuk para tenaga pendidik yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Jembatan tersebut diketahui merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk menuju Baera dan Benteng.
Hingga berita ini diturunkan, tim Dinas PUPTR bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Kepala Dinas PUPTR, Musytari, memastikan bahwa personel lapangan segera bergerak setelah menerima laporan awal.
“Crew Dinas PUPTR sudah menuju lokasi, Pak Sekda. Insya Allah kolaborasi PUPTR dan BPBD bisa melakukan penanganan darurat,” ujar Musytari.
Baca Lainnya :
Dampak dari ambruknya jembatan ini juga dirasakan oleh para guru yang mengajar di Baera. Sekretaris BPBD Kepulauan Selayar, Patta Bau, melaporkan bahwa para tenaga pendidik tersebut tidak dapat kembali ke Benteng akibat akses yang terputus.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, langsung memerintahkan dinas terkait untuk segera menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Instruksi ini segera ditindaklanjuti oleh Kadis PUPTR, Musytari. Ia menyampaikan bahwa setelah peninjauan lokasi, pihaknya akan segera menyusun perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan perbaikan.
“Kami akan koordinasikan dengan BPBD dan Kaban Keuangan,” tegas Musytari.
Pemerintah daerah terus berupaya untuk penanganan dilakukan secepat mungkin untuk memulihkan kembali akses masyarakat dan menjamin kelancaran aktivitas warga di wilayah terdampak. (Humas IKP/Im)











.jpeg)