Breaking News
- Wabup Sampaikan Pesan Spiritual dan Pembangunan pada Malam Kedua Ramadan di Masjid Rahmatan Lil Alamin Benteng
- Potensi Carbon Trade dan Check Point Perikanan Selayar Dibahas, Bupati–Gubernur Temui Mendagri Soal DBH
- Wabup Muhtar : Pasokan BBM ke Selayar Segera Tiba, Pelayanan Dimaksimalkan
- PMI–Baznas Selayar Gelar Donor Darah Sukarela Jelang Ramadan 1447 H
- Bupati Selayar: Juara MTQ Jangan Berpuas Diri, Tantangan MTQ Sulsel Sudah Menanti
- Gerakan Indonesia ASRI Kodaeral VI Bersama Pemda dan Rakyat Bersihkan Pantai TPI Bonehalang Selayar
- Gerakan Indonesia Asri Hidup di Selayar: Jumat Pagi, Pantai Pasar Bonea Jadi Titik Aksi Diskominfo-SP
- Apel Pagi, H. Arfang Arief Ajak Pegawai Sambut Ramadan dengan Ibadah dan Kepedulian
- MTQ XXXIV 2026 Resmi dibuka, Diharapkan Jadi Panggung Syiar Al-Qur an dan Kearifan Lokal Selayar
- Bupati Natsir Ali Kejar Program Pusat, KKP Siap Jadikan Selayar Role Model Kampung Nelayan Merah Putih se Indonesia
Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Besuk Pasien Korban Pengoroyokan di RS Wahidin Makassar

MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli bersama pengurus PKK lainnya, Senin siang (11/2/2019) membesuk pasien Sukri yang sementara dirawat inap di RS Wahidin, Lontara 2 Kamar VIIB, Kelas 3, Makassar Sulawesi Selatan.
Sukri adalah seorang warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih duduk di bangku kelas 3 SMPN 3 yang terpaksa dirujuk ke RS Wahidin Makassar karena mengalami patah rahang yang menjadi korban pengoroyokan yang diduga salah sasaran beberapa waktu lalu.
Disela-sela kunjungannya Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar terlihat turut prihatin atas peristiwa yang menimpa Sukri sembari memberikan motivasi kepada pasien serta keluarga yang ditemui di RS Wahidin.
Sementara Dg. Sano kakak kandung korban yang dimintai keterangannya bahwa saat ini kondisi Sukri belum banyak menunjukkan perubahan yang signifikan. Sejauh ini Sukri hanya mampu mengkonsumsi bubur sari dan susu.
Menurut Dg. Sano yang mendampingi korban di RS Wahidin, Sukri akan menjalani operasi dijadwalkan Rabu 13 Februari 2019.
Masih keterangan dari Dg. Sano, bahwa Sukri tinggal bersamanya di Pa'batuang Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sukri sudah yatim piatu. Sepulang dari sekolah Sukri menjadi kondektur mobil pengangkut batu merah.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif dari pengoroyokan tersebut, karena belum ada konfirmasi resmi ke Polres Kepulauan Selayar.
Sejauh ini bantuan terus mengalir melalui donasi untuk biaya pengobatan Sukri. Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan perhatiannya terhadap Sukri. (IM)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)