- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Potensi Carbon Trade dan Check Point Perikanan Selayar Dibahas, Bupati–Gubernur Temui Mendagri Soal DBH

JAKARTA - Potensi perdagangan karbon (carbon trade) dari ekosistem padang lamun di Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Muhammad Natsir Ali dan Andi Sudirman Sulaiman dengan Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (18/2/2026).
Pertemuan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman.
Dalam pemaparannya, Bupati Muh. Natsir Ali menegaskan bahwa Kepulauan Selayar memiliki ekosistem padang lamun seluas 10.397 hektare yang berperan besar sebagai penyerap karbon biru (blue carbon).
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Kepulauan Gelar Buka Puasa Bersama 0
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Apel Gelar Pasukan OPS Mantap Praja 20180
- Pemda Selayar Kembali Dapatkan Bantuan 550 Unit Rumah Program BSPS0
- Festival Bajau Resmi Dibuka, Wabup Kepulauan Selayar Semangati Direktur Same Sulaya Indonesia0
- Gerakan Indonesia Asri di Selayar, Pesisir Pantai Jadi Sasaran Aksi Bersih0
Potensi ini dinilai sangat strategis dalam mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia serta komitmen menuju Net Zero Emission.
“Padang lamun di Selayar adalah aset karbon biru nasional. Potensi carbon trade yang kami miliki sangat besar, namun untuk menjaganya dibutuhkan dukungan fiskal yang memadai. Karena itu, penambahan alokasi Dana Bagi Hasil menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Bupati.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengajukan permohonan penambahan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai bentuk keadilan fiskal atas kontribusi daerah dalam menjaga stok karbon nasional serta sumber daya perikanan.
Selain isu karbon biru, Bupati juga menyoroti persoalan ketimpangan dalam penerimaan DBH sektor perikanan. Ia mengungkapkan bahwa banyak nelayan dari luar daerah yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Selayar, namun hasil tangkapannya didaratkan dan didata di daerah asal masing-masing.
Akibatnya, data produksi perikanan tercatat di luar Selayar dan Dana Bagi Hasil justru dinikmati oleh daerah lain, meskipun sumber daya ikan berasal dari laut Selayar.
“Ikan ditangkap di laut Selayar, tetapi terdata di daerah lain. Akibatnya, DBH mengalir ke daerah asal nelayan, bukan ke Selayar sebagai wilayah penghasil. Ini tentu menjadi persoalan keadilan fiskal bagi daerah kepulauan seperti kami,” tegasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Muh. Natsir Ali menyampaikan rencana penerapan sistem check point di wilayah perairan Selayar. Melalui mekanisme ini, seluruh hasil tangkapan nelayan luar yang beroperasi di laut Selayar wajib terdata di Selayar sebelum didistribusikan.
“Kami akan menerapkan check point agar seluruh ikan yang ditangkap di perairan Selayar terdata di Selayar. Dengan begitu, kontribusi sektor perikanan tercatat secara riil dan DBH yang menjadi hak daerah juga dapat kembali ke Selayar,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan dukungan penuh atas usulan tersebut dan secara langsung mendampingi Bupati menyerahkan proposal kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dan provinsi.
Gubernur menilai, daerah kepulauan seperti Selayar yang menjaga ekosistem karbon biru dan menjadi lumbung perikanan nasional sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dalam skema pembagian fiskal.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan argumentasi yang disampaikan. Ia menyatakan akan memberikan perhatian serius terhadap usulan penambahan DBH, termasuk mekanisme penguatan tata kelola perikanan dan optimalisasi potensi carbon trade, serta akan menindaklanjutinya melalui pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan keadilan fiskal bagi Kabupaten Kepulauan Selayar, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai penjaga ekosistem karbon biru dan lumbung perikanan nasional. (HUMAS-IC)
-











.jpeg)