- Bupati, Wabup Selayar dan Rektor Unhas Letakkan Batu Pertama Asrama Mahasiswa dan Dosen
- Ketua TP PKK Selayar Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir Dorong UMKM dan UP2K PKK Naik Kelas
- Pemkab Selayar Sambut Kunjungan Kerja Rektor Unhas, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
- Bupati Natsir Ali bersama Forkopimda Ikuti Peresmian 1.061 KDMP, Selayar Catat 13 Titik Rampung Dibangun
- Ketua TP PKK Yanti Rahmawati Perkuat Rumah DILAN Melalui Pelatihan Tutor Kesetaraan
- Pemkab Selayar Bersiap Sambut Rombongan Pangdam, Dankodaeral, Anggota DPR dan Pejabat dari Kemenhan RI
- Kuota Haji Selayar Turun Drastis, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Sebut Akibat Sistem Waiting List Nasional
- Wabup Muhtar Lepas Jemaah Calon Haji 1447 H/2026 M Menuju Tanah Suci
- Bupati Selayar Sambut Tim Wasev TMMD Ke 128, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
- Pemkab Kepulauan Selayar Matangkan Persiapan Celebes Scooter Party XIX 2026, Ribuan Scooterist Diperkirakan Hadir
Momentum HGN 2025, Wabup Muhtar Ajak Guru Selayar Terus Berinovasi

KEPULAUAN SELAYAR— PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI di Lapangan Pemuda Benteng, Selasa (25/11/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Muhtar, M.M, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan seragam Ketua Umum Pengurus Besar PGRI.
Baca Lainnya :
- Peserta Termuda MTQ Sulsel 2018 Asal Selayar Masuk Peringkat 7 Besar, Begini Harapan Kabag. Kesra 0
- Diskominfo SP Selayar Terima Kunjungan Tim Kemkominfo UPT Makassar0
- Saiful Arif Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Kepulauan Selayar Periode 2022-20270
- Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih, Sekda Selayar Dorong Pengurus KDKMP Berpikir Global dan Visioner0
- Sekda Selayar Buka secara Resmi Program Kegiatan Kompetisi Bisnis 0
Kegiatan ini dihadiri sekretaris Daerah, Pimpinan OPD, ribuan guru, tenaga kependidikan, pengurus PGRI, serta undangan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah panjang organisasi guru tertua di Indonesia. PGRI berdiri pada 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, dengan semangat persatuan dan tekad menjaga kedaulatan bangsa melalui pendidikan.
“Para pendiri PGRI telah berikrar bahwa guru Indonesia harus bersatu dalam satu organisasi, mendidik, dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Semangat ini terus kita kobarkan hingga hari ini,” demikian isi sambutan yang dibacakan Wakil Bupati.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994—sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para guru Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan transformasi digital, PGRI mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Guru Indonesia harus memiliki pola pikir bertumbuh, siap berinovasi, berkolaborasi, dan belajar sepanjang hayat,” demikian pesan yang dibacakan Wabup Muhtar.
PGRI juga menyinggung berbagai tantangan yang masih dihadapi tenaga pendidik, terutama terkait kesejahteraan, sertifikasi, serta perlindungan hukum. Maraknya kasus kriminalisasi guru menjadi perhatian serius PGRI, yang mendorong pemerintah dan DPR agar memasukkan norma perlindungan guru dalam Rancangan Undang-undang Sisdiknas yang sedang dibahas.
Selain itu, Ketua Umum PB PGRI memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu prioritas nasional.
PGRI menekankan pentingnya pelayanan organisasi yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, serta kemitraan strategis dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.
Di akhir sambutan, Wabup Muhtar menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di negeri ini.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa kenal lelah dari semua guru di seluruh nusantara. Semoga pengabdian para guru menjadi suluh penerang bangsa dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.”
Upacara ditutup dengan yel-yel penuh semangat:
“Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas, Yes! Siapa Kita? Indonesia!” (HUMAS-IC)
_










.jpeg)