Breaking News
- Guru Olahraga Asal Selayar Andi Azis Pimpin Tim Bridge Raih Medali Perak Porprov XVIII Sulsel 2026
- Tiba di Bone, Kontingen Selayar Disambut Hangat Pemkab dan KONI Bone
- Perjuangan Bumi Tanadoang Dimulai, 263 Kontingen Selayar Bertolak ke Porprov Sulsel
- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
Tari Pa'dingin-Dingin Mengisi Acara Deklarasi Desa/Kelurahan ODF di Bontolempangan
kepulauanselayarkab.go.id - Tari Pa'dingin-dingin mengisi acara Deklarasi Kelurahan/Desa Open Defecation Free (ODF) dan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, bertempat di Kampung Tenro Desa Bontolempangan, Selasa (18/7/2017).
Tarian tersebut diangkat dan dikreasikan dari adat tradisional kampung Tenro Desa Bontolempangan yang diadakan setiap tahun pada bulan Muharram tiba. Tarian ini dipersembahkan oleh dengan 7 anak dara sambil membawa kendi yang berisi air dari tujuh rupa kembang.
Pada kesempatan tersebut tari Pa'dingin-dingin diperagakan oleh siswi SDN Tenro Kecamatan Buki. Tampilnya tari ini sempat menyedot perhatian warga dan segenap undangan yang hadir.
Dari sejumlah keterangan tokoh masyarakat setempat bahwa tari tersebut menggambarkan kegembiraan dan harapan agar tetap memberikan kedamaian dan kesejukan masyarakat kampung Tenro. Air yang disimpan dalam kendi diambil dari sebuah sumur tua. Sambil berjalan perlahan dengan iringan gendang, tanpa berbicara sepatah kata pun.
Kendi yang berisi air dibawa kembali dan disimpan di rumah pemerintah adat setempat. Di puncak acara, semua yang hadir saling menyiram dengan air yang telah disucikan. Demikian dikutip dari sinopsis tari Pa'dingin-dingin. (FIRMAN)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)