Breaking News
- Pemda Selayar Buka Jalur Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Unhas
- Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda, TMMD ke-128 Selayar Resmi Dibuka
- Baznas Perkuat Kepedulian Sosial di Wilayah Kepulauan, Salurkan Bantuan di Pasilambena dan Taka Bonerate
- PLTS 24 Jam Ubah Wajah Ekonomi Kayuadi, Warga Kini Lebih Produktif
- Kunker Kepulauan Berakhir, Bupati Natsir Ali Jelaskan Dampak Efisiensi Anggaran dari Pulau ke Pulau
- Kayuadi Jadi Penutup Kunker, Bupati Natsir Ali Dorong Pemerataan Program untuk Semua
- Kunker di Kalaotoa, Bupati Jawab Keluhan Jalan dan Siapkan Solusi Air Bersih
- Kepala Rutan Selayar Temui Wakil Bupati, Bahas Dukungan Program Gemerlap dan Gemetar
- Dari Sosial hingga Kesehatan, Peran Baznas Selayar Menguat di Pasimarannu
- Bupati Natsir Ali Pantau Langsung Aktivitas Nelayan di Laut, Sosialisasikan Program Check Point
Tim Terpadu Survei Kawasan Ekowisata Hutan Kenari di Gojang Utara, Desa Bontomarannu

Keterangan Gambar : Tim terpadu Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara, Desa Bontomarannu. (foto by LO2)
SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bappelitbangda bersama tim lainnya melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai, Minggu (4/11/2018).
Hutan kenari yang luasnya sekitar 200 hektar ini sangat berpotensi dalam pengembangan kawasan ekowisata hutan kenari dalam wilayah cagar biosfer Kabupaten Kepulauan Selayar. Demikian disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa saat ditemui di lokasi survei Dusun Gojang Utara.
"Selayar sudah menjadi pengembangan cagar biosfer dunia. Selain ada pengembangan potensi bahari ada juga potensi hutan. Kita lihat di sini ada sekitar 200 hektare hutan kenari yang ingin kita kembangkan," kata Basok Lewa.
Kepala Bappelitbangda menilai bahwa hutan kenari di Dusun Gojang Utara sangat spesifik untuk dikembangkan, terlebih hutannya masih sangat terpelihara.
"Hutan kenari di sini masih sangat terpelihara, bahkan sudah ada yang berumur ratusan tahun. Kita ingin melibatkan masyarakat, paling tidak dengan tujuan ekowisata, studi wisata, sehingga bagaimana ada konservasi. Pohon ini jangan sampai ditebang, dan tetap lestari," terang Basok Lewa.
Terkait dengan rencana pengembangan ekowisata hutan kenari, Kepala Desa Bontomarannu Ramli menyebut, bahwa masyarakat sangat mendukung kegiatan tersebut.
"Kami telah melakukan pertemuan secara terbatas dan respon masyarakat sangat positif, apalagi mereka sendiri butuh dukungan untuk pelestarian hutan kenari sebagai mata pencaharian utama," kata Kades Bontomarannu.
Meski demikian lanjut Kades Bontomarannu, berharap supaya ada kegiatan penunjang untuk pengembangan hasil kenari itu sendiri, yang selama ini kenari masih dijual secara glodokan dan belum terolah.
"Yang kita harapkan bagaimana mengolah kenari itu supaya lebih bernilai ekonomis," tutup Ramli, Kades Bontomarannu.
Dalam kegiatan survei hutan kenari ini, diikuti oleh sejumlah pejabat daerah yang terkait dengan tupoksi dan bidangnya. Diantaranya, Kadis Pertanian, Ir. Ismail, Kadis Lingkungan Hidup, Muh. Hasdar, Kadispora dan Kabag Humas dan Protokol Sitti Rahmania, S.H., Kabag Ekonomi serta sejumlah kepala bidang dari masing-masing OPD lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, Jagawana, NGO dan Media.(tim)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)