- Cari Pemimpin Profesional, Seleksi Komisaris dan Direksi PT Bumi Maritim Tanadoang Digelar
- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
Buka Pelatihan Pencegahan Stunting, Ini Arahan Ketua TP PKK Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Masalah stunting merupakan masalah nasional Bangsa Indonesia saat ini. Masih tingginya angka stunting termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, memerlukan penanganan secara massif dan terstruktur. Hal ini sangat penting, karena stunting akan berakibat pada menurunnya kualitas SDM generasi penerus bangsa kita.
Hal ini dikemukakan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, S.E., M.M., saat membuka pelatihan pencegahan stunting dan penanggulangannya, di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Sabtu (27/11/2021).

Baca Lainnya :
- Puncak HKG PKK ke-47, 10 Pengurus dan Kader PKK Terima Penghargaan Adi Bhakti Pratama PKK0
- Ketua TP. PKK Selayar Pantau Kebut Vaksin COVID-19 Serentak 0
- TP PKK Selayar Gelar Pelatihan Kader Pangan dan Kader Tata Laksana Rumah Tangga0
- Semangat The New Pasilambena Sambut kedatangan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar0
- Ketua TP PKK Selayar Silaturrahim dengan KWT se-Kecamatan Bontosikuyu0
Musrifah Basli berharap, melalui pelatihan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang stunting serta bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi stunting.
"Terus terang saja, bahwa masih banyak diantara kita yang salah kaprah tentang stunting karena hanya melihat pertumbuhan fisiknya saja. Di samping itu, keterampilan kader juga masih perlu terus ditingkatkan," ungkap Musrifah Basli.
Dikemukakan, dalam pelatihan itu peserta akan diajari bagaimana cara mengukur tinggi dan lingkar kepala sehingga tidak salah lagi dalam menetapkan apakah seorang anak termasuk stunting atau tidak.
Kepada ketua TP PKK desa dan kader posyandu, Musrifah Basli mengingatkan agar bahan makanan tambahan, alat ukur, dan media kampanye stunting yang sudah dibagikan beberapa waktu lalu, agar digunakan dengan sebaik-baiknya.
Dalam pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang Sulawesi Selatan Dr. dr. Erma Alasiry, Sp., A (K). Sedangkan pesertanya adalah para ketua TP. PKK desa serta para kader posyandu. (Diskominfo-SP/Im/Kam)











.jpeg)