- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga

KEPULAUAN SELAYAR — Kesabaran seorang ibu empat anak, Resmiati, warga Desa Bontotangnga, akhirnya berbuah manis di bulan suci Ramadan. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani selama ini, berkah datang melalui perhatian langsung Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali.

Saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten di Desa Bontotangnga, Bupati Natsir Ali bersama Wakil Bupati Muhtar, M.M. didampingi Sekretaris Daerah menyempatkan diri mendatangi rumah yang selama ini ditempati Resmiati. pada selasa (3/3/2026)
Baca Lainnya :
- Sekian Tahun Bandara Aroepala Selayar Vakum, Akhirnya Natsir Ali Sukses Ajak Wings Air Kembali Buka Penerbangan 0
- Selayar Tourism Investment Forum 2017, Bupati dan GIPI Teken MOU Kepariwisataan0
- Muh. Basli Ali Resmi Maju Jadi Calon Ketua Partai Golkar0
- Bupati Lepas Peserta Gerak Jalan Santai Hut PGRI ke-720
- Briefing Para Kepala OPD, Ini Arahan Pjs Bupati Kepulauan Selayar0
Kondisi rumah yang dinilai tidak layak huni langsung mengundang kepedulian pimpinan daerah.
Kepala Desa Bontotangnga, Kamiruddin, menjelaskan bahwa Resmiati telah menjadi janda sekitar satu tahun lalu setelah ditinggal pergi oleh suaminya. Sejak saat itu, ia harus berjuang sendiri membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anaknya.
Untuk menyambung hidup, Resmiati bekerja serabutan, menerima jasa mencuci pakaian dan pekerjaan lainnya demi memastikan anak-anaknya tetap bisa makan dan bersekolah.
Mendengar langsung kisah perjuangan tersebut, Bupati Natsir Ali di lokasi memerintahkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera melakukan rehabilitasi rumah Resmiati secepatnya agar ia dan keempat anaknya dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi warganya.
“Ramadan adalah bulan kepedulian. Pemerintah hadir bukan hanya lewat program di atas kertas, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Ibu Resmiati tidak sendiri. InsyaAllah, rumah ini akan segera kita perbaiki agar beliau dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak dan tenang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian kepada keluarga kurang mampu akan terus menjadi prioritas.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari tanggung jawab dan komitmen kami untuk menghadirkan keadilan sosial di Selayar,” tambah Bupati.
Dikonfirmasi dilokasi, Kepala Dinas Perkim, Regar menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah tersebut.
“Besok kami akan memerintahkan jajaran untuk turun melakukan verifikasi lapangan dan memastikan proses rehabilitasi rumah Ibu Resmiati bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Menerima bantuan, Resmiati pun tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya tidak menyangka rumah saya akan didatangi langsung oleh pak Bupati dan pak wakil Terima kasih atas kepedulian dan bantuanta." ungkap Resmiati penuh haru dihadapan bupati dan wabup
Tak hanya itu, sebagai bentuk perhatian jangka panjang, Bupati juga menyiapkan lahan khusus yang dapat dikelola oleh anak Resmiati apabila ingin berkebun. Langkah ini diharapkan menjadi awal kemandirian ekonomi keluarga sekaligus membuka harapan baru di masa depan.
Kisah Resmiati menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum menghadirkan kepedulian nyata. Dari sebuah rumah sederhana di Desa Bontotangnga, terselip pesan bahwa kesabaran, kerja keras, dan doa seorang ibu tidak pernah sia-sia. (HUMAS-IC)











.jpeg)