- Operasi SAR KLM Nurul Salsa 01, TNI AL Kodaeral VI KRI Marlin-877 Sisir Perairan Selayar Sulsel
- Pimpin Rapat HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Koordinasi dan Doakan Korban KM Nurul Salsa
- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
Bupati Selayar Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2025, Tekankan Komitmen Menuju 100 Persen Kelola Sampah

JAKARTA – Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Ruang Cendrawasih, Jakarta, Minggu (22/6/2025).
Rakornas ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengusung tema Ending Plastic Pollution. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah gubernur, wakil gubernur, serta 514 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Nurofiq menekankan kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pembenahan dan koreksi serius terhadap pelayanan pengelolaan sampah, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Baca Lainnya :
- Bupati Basli Ali Tekankan Institusi Maksimalkan Peran Wujudkan One Singel Data Kepulauan Selayar0
- Wakil Bupati Selayar Lepas Keberangkatan Pemudik Gratis Tahun 2018 0
- Tim SMEP Sulsel Monitoring Program Kerja PKK Selayar0
- Perak, Medali Pertama Kontingen Sulsel dari Cabor Sepak Takraw0
- 60 Putra Putri Terbaik Selayar Ikut Diklat Pemberdayaan Masyarakat di PIP Makassar 0
Hanif mengungkapkan bahwa capaian angka pengelolaan sampah nasional berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) baru berada di angka 39 persen. Namun hasil verifikasi langsung di lapangan oleh jajaran Kementerian LHK menunjukkan angka riil baru mencapai 9 hingga 10 persen.
"Sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 disahkan, sudah 17 tahun berlalu, tapi kita belum mampu melampaui angka 10 persen dalam pengelolaan sampah secara nasional," tegas Hanif.
Untuk itu, ia meminta dukungan penuh dari para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia agar target pengelolaan sampah 100 persen dapat tercapai pada tahun 2029 sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Ini bukan tugas yang ringan, tapi menjadi mandat rakyat yang harus kita tunaikan bersama,” tambahnya.
Rakornas ini juga menyoroti dampak buruk dari pengelolaan sampah yang tidak optimal, mulai dari pencemaran lingkungan, perubahan iklim, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Fokus pengelolaan tahun ini diarahkan untuk menghentikan polusi plastik, yang kini sudah menjadi isu global dan belum sepenuhnya terselesaikan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah pusat dalam mewujudkan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Kami di Kabupaten Kepulauan Selayar siap berkolaborasi dan melakukan akselerasi pengelolaan sampah, tentunya dengan melibatkan semua elemen masyarakat, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Pengelolaan sampah bukan sekadar soal lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan generasi yang akan datang,” tegas Bupati.
Bupati juga menegaskan pentingnya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Rakornas ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan seluruh daerah dalam mempercepat capaian pengelolaan sampah nasional menuju target 100 persen bersih di tahun 2029. (HUMAS -IC)










.jpeg)