- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Dengan Semangat Perlindungan Anak, Tri Yanti Rahmawati Bawa PKK Masuk Sekolah

KEPULAUAN SELAYAR - Dalam upaya mencegah perkawinan usia anak, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Pokja I menggelar kegiatan "PKK Masuk Sekolah" dengan tema “Mencegah Perkawinan Anak dengan Edukasi dan Aksi Bersama”.

Kegiatan ini berlangsung di UPT SMPN2 Batangmata Kecamatan Bontomatenne dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk jajaran TP PKK, Dinas P3AP2KB, Kementerian Agama, serta para siswa sebagai peserta utama, pada Rabu (6/8/2025)
Baca Lainnya :
- Orari Lokal Selayar Berduka, YC8AIS Dikabarkan Meninggal Dunia 0
- DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Sahkan APBD TA. 20170
- Bupati Kepulauan Selayar Imbau Maksimalkan Potensi Penerimaan PAD0
- Pelantikan Pengurus TP PKK, Bupati Natsir Ali Harap Kader Ikut Sukseskan Program Perioritas Pemerintah0
- Terima Laporan dari Bupati, Wapres Perintahkan Mensos dan Menteri PUPR Tinjau Dampak Gempa di Selayar0
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Ny. Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir menekankan pentingnya pendidikan dan perlindungan anak sebagai prioritas bersama.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PKK dalam mendukung perlindungan anak, khususnya dengan menyasar langsung lingkungan sekolah dan keluarga.
"Anak-anak adalah generasi penerus yang memiliki hak untuk bermimpi, belajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Perkawinan di usia anak hanya akan merampas hak-hak mereka, mulai dari hak atas pendidikan, kesehatan, hingga masa depan," tegas Yanti.
Ia juga mengingatkan bahwa menikah bukanlah solusi dari masalah, dan mendorong anak-anak untuk bersuara jika menghadapi tekanan untuk menikah di usia dini.
“Suara kalian penting. Jika ada yang memaksa kalian menikah, bicaralah. Kami, orang dewasa, ada untuk melindungi kalian,” ujarnya penuh semangat.
Selain edukasi, kegiatan ini juga mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam aksi nyata pencegahan perkawinan anak. Ketua TP PKK menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari pola pikir, kebiasaan, dan nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Terakhir, Ny. Tri Yanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, serta berharap program ini menjadi langkah awal dari gerakan bersama yang lebih luas untuk menyelamatkan masa depan anak-anak.
Mengangkat slogan “Anak Bukan Pengantin – Perkawinan Anak Memutus Mimpi dan Masa Depan Mereka”, kegiatan ini diisi penguatan materi, dan menghadirkan narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. H. Azwar Badulu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas P3AP2KB, Ir. Andi Irmayani, S.P., M.M., Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025. (HUMAS-AAN)
_











.jpeg)