Breaking News
- Operasi SAR KLM Nurul Salsa 01, TNI AL Kodaeral VI KRI Marlin-877 Sisir Perairan Selayar Sulsel
- Pimpin Rapat HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Koordinasi dan Doakan Korban KM Nurul Salsa
- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
Dispora Selayar Canangkan Program Pemberdayaan Model 2 Bambu di Patilereng

SELAYAR, kepulauanselayarkab.go.id - Dinas Kepemudaan dan Olahraga canangkan Program Strategi Pemberdayaan Pemuda melalui Model Dua "Bambu" guna menunjang destinasi wisata di Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hal tersebut disampaikan Kadispora Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Ahmad Ansar, M. Si, saat ditemui diruang kerjanya(18/9).
"Program ini adalah bagian dari skenario pemberdayaan dan pemanfaatan serta pendayagunaan potensi sumber daya lokal yang tersedia baik itu sumber daya alam, manusia maupun nilai-nilai lokal yang terdapat dalam masyarakat, khususnya pemberdayaan pemuda desa," kata Ahmad Ansar.
Lanjut Kadispora bahwa Model "Dua Bambu Cukup" adalah sebuah model pemberdayaan yang memberikan akses dan ruang bagi pemuda untuk mengeksplorasi potensi, kearifan lokal yang bersentuhan dengan aspek kepariwisataan di desanya.
Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh pemuda dalam mengembangkan potensi dan sumber yang dimiliki, untuk lebih produktif, serta diharapkan pemuda mampu membangun kekuatan internal desa sebagai sebuah entitas kewilayahan.
"Teknisnya, Pemuda menyiapkan instrument berupa dua Bambu dan dibagikan kepada masing-masing rumah tangga, untuk digantung dirumah, sekali menanak nasi sejumput beras dimasukkan kebambu, sementara bambu yang satu setiap harinya diisi koin 500 atau 1000 rupiah/harinya, dan bambu tersebut per tiga minggu kemudian dijemput dan dikumpulkan. Bambu yang berisi koin dan beras tersebut nantinya diperuntukkan bagi keluarga miskin serta untuk mendukung kegiatan pesta adat di desa yang setiap tahunnya dilaksanakan, " jelas Ahmad Ansar.
Terpisah, Terkait program tersebut salah satu sosok pemuda yang juga berkimprah sebagai Pendamping Desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Afdal Mattalli, menyatakan apresiasinya terhadap program Dua Bambu ini dan berharap program ini diikutkan dalam bursa inovasi desa.
"Saya sangat salut dengan konsep pemberdayaan pemuda desa ini, insya Allah Bulan oktober mendatang kita akan menyelenggarakan bursa inovasi desa, kita sangat harapkan ada inovasi lokal yang bisa kita tawarkan nanti, dan program Dispora ini bisa masuk sebagai salah satu kategori inovasi untuk desa" jelas Afdal.
Selain itu Afdal juga mengatakan, meski program ini baru dirintis namun berharap dapat direplikasi oleh desa lainnya, mengingat program ini dapat menguatkan kembali semangat gotong royong. Disamping itu program ini dapat juga membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. (ICHAL)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)