- Bupati Natsir Ali Perkuat Kerja Sama dengan BPBPK Sulsel di Bidang Sanitasi
- Bupati Natsir Ali Kawal Percepatan Listrik 19 Desa, PLTS Pasilambena-Pasimarannu Diminta Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Perkuat Dukungan Pembudidaya Ikan Lewat Pupuk Bersubsidi
- Wabup Selayar Resmikan Menara Masjid Mujahidin Muhammadiyah Tanadoang
- BUMDes Barat Lambongan Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Produksi Diserap SPPG Buki, Sekda Dorong Jadi Contoh Desa Lain
- Ketua TP PKK Selayar: Dari Rumah Dilan, Kita Belajar, Berkarya dan Tumbuh Bersama
- Wabup Muhtar Tekankan Peran Dai Jaga Persatuan Umat di Tengah Arus Informasi Keagamaan
- IVO Galaxy Cup I Bergulir, Sekda Selayar Bidik Lahirnya Talenta Voli Baru
- Festival Harmoni Musik Silajara Hidupkan Ekspresi Budaya Selayar, Wabup Muhtar: Tak Cukup Hanya Dikenang
- Diskominfo Selayar Bangun Kesadaran Data di Kalangan Mahasiswa, Wabup: Data Jadi Fondasi Pembangunan Tepat Sasaran
Pengukuran dan Publikasi Disebut prevalensi Stunting di Selayar terus Mengalami Penurunan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes Sebut Prevalensi Stunting di Selayar terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. (Foto by Immank)
KEPULAUAN SELAYAR - Prevalensi stunting khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar disebut sudah mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data riset kesehatan dasar Tahun 2018, prevalensi stunting sebesar 46,3 persen, data survei status gizi Indonesia Tahun 2019 sebesar 32,7 persen, data survei status gizi Indonesia Tahun 2021 turun menjadi 27,7 persen. Dan data aplikasi E-PPGBM periode Agustus 2022 sebesar 16,67 persen.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes saat membuka kegiatan pengukuran dan publikasi stunting sebagai aksi konverensi pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi (Aksi 7), di Baruga Bonerate Kepulauan Selayar, Senin (12/12/2022).
Prevalensi stunting yang terus menurun ini, dr. Husaini menyampaikan apresiasi, meskipun belum mencapai atau masih dibawah angka rata-rata nasional sebesar 24,4 persen, dan angka rata-rata provinsi sebesar 27,4 persen.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi Kembangkan Pariwisata, Bupati Kepulauan Selayar dan Bupati Bulukumba Teken MOU0
- Asisten Administrasi Buka Sosialisasi Program DAK Bidang Pendidikan0
- Wabup Kepulauan Selayar Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 0
- Sebanyak 45 Satpol PP mengikuti Diklat Dasar di Makodim 1415 Kepulauan Selayar0
- Bimtek SAKIP, Upaya Pemda Selayar Tingkatkan Kemampuan SDM ASN0
Kendati demikian kata dr. Husaini, dapat dilihat penurunannya sangat signifikan, dari yang dulunya pada Tahun 2019, Selayar berada pada tiga kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel. "Dan pada saat ini kita berhasil naik pada peringkat 12 kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Hal tersebut kata dr. Husaini akan menjadi penyemangat bagi semua untuk bersinergi, bahu-membahu sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing melakukan intervensi pencegahan dan penurunan prevalensi stunting.
"Penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar memerlukan intervensi lintas sektor secara terintegrasi. Peran kita di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam penurunan stunting yaitu mulai dari menganalisa situasi, menetapkan akar masalah, menentukan faktor penyebab dan faktor resiko, menyusun perencanaan, membagi peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai aksi konvergensi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara bersama dan berkesinambungan,"pintanya.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh 10 Kepala OPD terkait, 14 Kelas Puskesmas, 14 orang tenaga pelaksana gizi, para camat lurah dan kades yang menjadi lokus, serta organisasi pendukung lainnya.
Selain Kadis Kesehatan, hadir juga sebagai pemateri adalah Fasilitator tim Iney region 5 Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. (Diskominfo SP/Im).











.jpeg)