- Merajut Harapan di Tengah Duka, TP PKK Selayar Kunjungi Korban Selamat KM Nurul Salsa di RSUD KH. Khayyung
- Hari Keenam Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Korban Selamat Tiba di Selayar, Operasi SAR Terus Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Bersama Kemkomdigi Matangkan Pembentukan Layanan Darurat Call Centre 112
- Bupati Natsir Ali Undang Khusus Kapten Aso dan ABK KMN Sinar Mattoanging 04 atas Aksi Penyelamatan Korban KM Nurul Salsa
- Direktur Operasi Basarnas Tinjau Operasi SAR KM Nurul Salsa di Selayar, Bupati Usulkan Peningkatan Pos Basarnas Menjadi Kantor
- Bupati Selayar: Biaya Pengobatan Lima Korban Selamat KLM Nurul Salsa Ditanggung Pemda, Diska Akan Diberi Beasiswa
- Bupati Natsir Ali Menjemput Langsung Korban KM Nurul Salsa yang Bertahan 4 Hari di Laut
- Dua Korban KLM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Asmal dan Nurmiati Berada di Atas Kapal Bari Baria 05
- Bupati Selayar Natsir Ali Minta KMP Balibo Dihentikan Sementara, Utamakan Keselamatan Penumpang
- Harapan Terus Hidup, Bupati Selayar Intensifkan Koordinasi Pencarian, Lima Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat
Potensi Besar Lahan Desa Lalang Bata, 42 Hektar Siap Dikelola untuk Ketahanan Pangan Nasional

KEPULAUAN SELAYAR – Tim Pakar Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP), yang dipimpin oleh Dr. Arman Amran, menemukan potensi luar biasa dari sebuah lahan milik Pemerintah Desa Lalang Bata Kecamatan Buki. Dari potensi ini, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Muhtar meninjau langsung lahan tersebut, Kamis (29/5/2025).
Kepada kepulauanselayarkab.go.id, Wabup Muhtar mengatakan, Informasi awal yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa lahan tersebut memiliki luas sekitar 62 hektar. Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung bersama warga, diketahui bahwa luas aktual lahan diperkirakan sekitar 42 hektar.
"Pengukuran akurat masih diperlukan untuk mendapatkan data resmi," kata Wabup Muhtar.
Baca Lainnya :

Dalam keterangannya, lahan tersebut selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Kondisinya yang subur menjadikannya sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian, termasuk kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melihat potensi tersebut, Dr. Arman Amran merekomendasikan agar pengelolaan lahan ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pengelolaan yang profesional, lahan ini berpeluang menjadi proyek percontohan nasional dalam mendukung program ketahanan pangan.
Rencana pemanfaatan lahan untuk jangka pendek kata Wabup Muhtar, yaitu penanaman jagung, ubi, kacang-kacangan, pisang, dan sayur-sayuran. Sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengembangan perkebunan kelapa dengan target penanaman sekitar 8.400 pohon.
"Potensi ekonominya pun sangat menjanjikan. Jika setiap pohon kelapa menghasilkan minimal 50 butir kelapa per tahun, maka total produksi mencapai 2.400.000 butir. Dengan asumsi harga kelapa Rp5.000 per butir, pendapatan desa bisa mencapai Rp. 2,1 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan," jelas Wabup Muhtar.
"Tak hanya memberikan pemasukan bagi desa, pengelolaan lahan ini juga akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 20 hingga 40 orang warga sekitar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengingat kondisi lahan yang sangat subur dan siap digarap," terangnya.
Wabup Muhtar berharap, langkah tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana aset desa dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan demi kemakmuran bersama dan ketahanan pangan nasional. (Humas IKP/Im)










.jpeg)