- Bupati Selayar Launching Penyaluran Bantuan Pangan 26 Ton untuk Alokasi Februari–Maret 2026
- Tim Medis RSUD KH. Hayyung Selayar Periksa Kesehatan Dapur Kafilah MTQ XXXIV
- Kafilah Selayar Mulai Berlaga di Hari Pertama MTQ XXXIV Sulsel
- Bupati Selayar Terima Kunjungan UPC, Bahas Pengembangan PLTB dan PLTS
- Inspektorat Selayar Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi melalui Evaluasi IKPD MCSP 2025
- Wabup Selayar Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 189 ASN dan Apresiasi Purna Tugas
- MTQ XXXIV Sulsel Resmi Dibuka, Selayar Kirim 110 Kafilah
- Wabup Selayar Hadiri Halal Bi Halal Permas di Makassar, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
- Pj Sekda Selayar Hadiri Pembukaan Pameran MTQ Sulsel, UMKM Lokal Banyak Diminati Warga
- Wabup Selayar Tinjau Dapur Umum Kafilah MTQ di Maros
Potensi Besar Lahan Desa Lalang Bata, 42 Hektar Siap Dikelola untuk Ketahanan Pangan Nasional

KEPULAUAN SELAYAR – Tim Pakar Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP), yang dipimpin oleh Dr. Arman Amran, menemukan potensi luar biasa dari sebuah lahan milik Pemerintah Desa Lalang Bata Kecamatan Buki. Dari potensi ini, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Muhtar meninjau langsung lahan tersebut, Kamis (29/5/2025).
Kepada kepulauanselayarkab.go.id, Wabup Muhtar mengatakan, Informasi awal yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa lahan tersebut memiliki luas sekitar 62 hektar. Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung bersama warga, diketahui bahwa luas aktual lahan diperkirakan sekitar 42 hektar.
"Pengukuran akurat masih diperlukan untuk mendapatkan data resmi," kata Wabup Muhtar.
Baca Lainnya :

Dalam keterangannya, lahan tersebut selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Kondisinya yang subur menjadikannya sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian, termasuk kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melihat potensi tersebut, Dr. Arman Amran merekomendasikan agar pengelolaan lahan ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pengelolaan yang profesional, lahan ini berpeluang menjadi proyek percontohan nasional dalam mendukung program ketahanan pangan.
Rencana pemanfaatan lahan untuk jangka pendek kata Wabup Muhtar, yaitu penanaman jagung, ubi, kacang-kacangan, pisang, dan sayur-sayuran. Sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengembangan perkebunan kelapa dengan target penanaman sekitar 8.400 pohon.
"Potensi ekonominya pun sangat menjanjikan. Jika setiap pohon kelapa menghasilkan minimal 50 butir kelapa per tahun, maka total produksi mencapai 2.400.000 butir. Dengan asumsi harga kelapa Rp5.000 per butir, pendapatan desa bisa mencapai Rp. 2,1 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan," jelas Wabup Muhtar.
"Tak hanya memberikan pemasukan bagi desa, pengelolaan lahan ini juga akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 20 hingga 40 orang warga sekitar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengingat kondisi lahan yang sangat subur dan siap digarap," terangnya.
Wabup Muhtar berharap, langkah tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana aset desa dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan demi kemakmuran bersama dan ketahanan pangan nasional. (Humas IKP/Im)










.jpeg)