- Wabup Muhtar Ajak Warga Polebunging Perkuat Iman dan Ekonomi dalam Safari Ramadan
- Bupati Natsir Ali Pastikan Pembangunan Jalan dan Perkuat Program Pertanian Saat Safari Ramadan di Pakbatteang Buki
- Safari Ramadan di Bontomatene Bupati Natsir Ali Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Dukung Program Strategis Daerah
- Dinkes Selayar Uji Keamanan Jajanan Buka Puasa, Wabup Muhtar Ajak ASN Dukung UMKM
- Pemkab dan BAZNAS Selayar Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting
- Pemkab Selayar Awasi Ketat Harga dan Distribusi Bahan Pokok Selama Ramadan
- Wabup Bersama BAZNAS Selayar Distribusikan Bantuan Program Penurunan Stunting
- GEMERLAP Jadi Prioritas, Bupati Natsir Ali Minta ASN Responsif dan Adaptif Lewat Sistem Kerja Fleksibel
- Respons Keluhan Warga, Distribusi BBM dan Antrean Jadi Fokus Rapat Pemda Selayar Hari ini
- Wabup Sampaikan Pesan Spiritual dan Pembangunan pada Malam Kedua Ramadan di Masjid Rahmatan Lil Alamin Benteng
RDT Reaktif, Tim GTPP Covid-19 Selayar Jemput Tiga Warga Jeneponto di Pasilambena

KEPULAUAN SELAYAR – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar menjemput tiga orang warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan di Kecamatan Pasilambena Kepulauan Selayar, menyusul setelah salah seorang diantaranya reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test oleh petugas medis puskesmas Pasilambena beberapa waktu lalu.
Hari ini Selasa (30/6/2020) tiba di Benteng ibu kota Kabupaten Kabupaten Selayar untuk menjalani karantina pada salah satu hotel yang ada di daerah ini.
Tiga warga Jeneponto ini masing-masing adalah BDN(46), MN (42) dan HB (43). Ketiganya diketahui berprofesi sebagai pedagang emas keliling.
Baca Lainnya :
- Hasil Rapid Test II Covid-19, Empat Orang Penumpang Cluster Wings Air Lanjut Dikarantina0
- DWP Kepulauan Selayar Berempati, Salurkan Suplemen untuk Petugas Kesehatan Penanganan Covid-190
- Video Conference dengan Wagub Sulsel, MBA Laporkan Kondisi Terkini Penanganan Covid-190
- Bupati Kepulauan Selayar Evaluasi Penanganan Covid-190
- MBA Terus Semangati Dua Pasien Corona yang Dirujuk ke Makassar0
Juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes., mengatakan, BDN bersama rekannya, menyeberang dari Pelabuhan Bira 22 Juni 2020 lalu dengan kapal fery KMP Balibo dengan tujuan Buranga Kecamatan Pasilambena. Selanjutnya Tanggal 24 Juni 2020 sekitar pukul 15.00 wita tiba di Pelabuhan Kawau, kemudian BDN discreening pengukuran suhu tubuh oleh tim medis puskesmas dengan hasil 36.5
“Kemudian 26 juni 2020 pukul 09.30 BDN di rapid test di PKM pasilambena dengan hasil RDT sars-covi -2 IGM reaktif. RDT sars Cov-2 IGg non reaktif. Selanjutnya bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pasilambena, kepolisian dan Kades Garaupa, BDN di isolasi di rumah jabatan Kades Garaupa,” tulis jubir GTPP Covid-19 Selayar dr. Husaini melalui pesan Whatsapp.
Sedangkan hasil pemeriksaan MN Hasil RDT SARS-COV-2 IgM = Non Reaktif dan IgG = Non Reaktif. Menyusul HB, hasil pemeriksaan Lab. RDT SARS - COV-2 IgM = Non reaktif, dan RDT SARS - COV-2 IgG juga Non Reaktif.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Selayar Ermansyah, SKM sebagai sebagai koordinator lapangan pelaksanaan rapid test mengatakan, meski hanya satu orang dinyatakan reaktif, namun dua rekan lainnya juga harus dikarantina, karena ketiganya sudah melakukan kontak secara terus-menerus.
“Ketiganya selalu bersama-sama dan harus kita karantina sambil menunggu pemeriksaan selanjutnya,” ujar Ermansyah.
Rencananya besok akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa Swab yang sampelnya akan dikirim ke Makassar.
Ermansyah menjelaskan, bahwa ketiga warga Kabupaten Jeneponto ini sebelum menyeberang ke Kabupaten Kepulauan Selayar, sudah membawa rapid test dari tempat asal ia berangkat, dengan hasil non reaktif. Namun setelah 10 hari pasca dikeluarkannya hasil rapid test itu, kembali dilakukan pemeriksaan ulang di Puskesmas Pasilambena dan salah seorang diantaranya reaktif.
“Tim kami telah melakukan penjemputan sejak tanggal 28 Juni lalu langsung ke Pasilambena dengan menggunakan satu armada ambulans, alhamdulillah hari ini sudah tiba kembali di Benteng. Jadi tiga orang warga Jeneponto ini sudah dikarantina di hotel,” jelas Ermansyah. (HUMAS/IM)










.jpeg)