- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Tinggalkan Agenda Safari, Bupati Natsir Ali Prioritaskan Bersama Santri, Hadiri Penutupan Muballigh Hijrah di Bontonasaluk

KEPULAUAN SELAYAR – Di tengah padatnya rangkaian Safari Ramadan, Bupati Kepulauan Selayat H. Natsir Ali memilih memprioritaskan kehadirannya bersama para santri pada Peringatan Nuzulul Qur’an dan Penutupan Muballigh Hijrah Pondok Pesantren Alquran Babussalam Almuchtariyah yang digelar di Dusun Lambongan, Desa Bontonasaluk, Kecamatan Bontomatene, Ahad (1/3/2026).
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pembinaan akhlak dan pendidikan keagamaan generasi muda menjadi prioritas utama.
Kehadiran langsung Bupati bersama sekda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah disambut hangat oleh para santri, tokoh agama, dan masyarakat yang memadati Masjid Nurul Fatah Lambongan, lokasi pelaksanaan kegiatan.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kepulauan Selayar Peringati Malam Nuzulul Qur'an 1443 H Secara Terpadu0
- Wagub Sulsel Kunker, Awali Safari Ramadhan 1440 H di Selayar0
- Pemkab Selayar Peringati Hari Bela Negara ke-76 Mengenang Perjuangan Para Pahlawan0
- Rapat Penyempurnaan Draft JRA, Begini Arahan Wakil Bupati Kep. Selayar0
- Anggota Komisi VI DPR RI Sambangi Pulau Kayuadi Kecamatan Takabonerate 0
Acara yang mengusung tema “Membumikan Nilai-nilai Al-Qur’an di Era Digital” itu dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah.
Sebelum berbuka, Bupati Natsir Ali menyempatkan diri menyapa serta memberikan motivasi kepada para peserta Lomba Kreativitas Santri Binaan Pondok Pesantren Alquran Babussalam Almuchtariyah, seraya mendorong mereka untuk terus berprestasi dan percaya diri menghadapi tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan pusat pembinaan karakter umat. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berlandaskan nilai akhlak dan spiritualitas.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar akan terus mendukung penuh keberadaan pesantren dan seluruh aktivitas keagamaan. Karena pembangunan yang kuat harus ditopang oleh karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan jamaah.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Al Muchtariyah, Alham Rajab, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati. Ia mengungkapkan bahwa program Muballigh Hijrah telah berjalan selama 25 tahun dan baru kali ini penutupannya dihadiri langsung oleh Bupati. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan syiar Islam dan pendidikan pesantren.
Program Muballigh Hijrah sendiri diibaratkan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana para santri diterjunkan langsung ke pelosok desa untuk membina anak-anak. Sejak 2025, program ini difokuskan pada satu wilayah setiap tahun. Pada tahun ini, sekitar 100 santri ditempatkan di sembilan titik dusun di Kecamatan Bontomatene untuk membina anak-anak dan masyarakat dalam penguatan nilai-nilai keislaman.
Hikmah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh Ketua DMI Selayar, H. Saiful Arif, S.H., yang mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai pedoman hidup, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.
Suasana kebersamaan terasa hangat hingga pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Kehadiran Bupati yang mengesampingkan agenda safari lainnya demi bersama santri menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah berdiri bersama ulama dan generasi muda dalam membangun Kepulauan Selayar yang religius, berkarakter, dan berkeadaban. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)