- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
Wabup Kepulauan Selayar Buka Pameran BID dan Launching GESIT 2020

Keterangan Gambar : Pembukaan Bursa Inovasi desa dan Launching Gerakan Selayar siap cegah stunting ditandai dengan penabuhan gendang oleh Wabup Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H. (Foto By Immank)
SELAYAR - Pameran Bursa Inovasi Desa (BID) dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., sekaligus launching gerakan Selayar siap cegah stunting (Gesit) 2020, di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Kamis (25/7/2019). Launching tersebut ditandai dengan penabuhan gendang oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., di dampingi oleh Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel Rais Rahman, S.STP., M.M., serta plt. Kadis PMD Selayar Irwan Baso, S.STP., serta unsur dari Kodim 1415 Selayar dan Polres Selayar.
Dalam BID tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama gerakan Selayar siap cegah stanting 2020 oleh unsur OPD terkait, pemerintah desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan BPD sebagai peserta BID. Dalam penandatanganan ini diawali dengan pembacaan naskah oleh tenaga ahli pelayanan sosial dasar Muh. Ihsan Maro, S. Ag.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., mengatakan, terkait dengan fungsi pemerintahan, desa saat ini menjadi primadona dari segi pembangunan. Ini adalah salah satu kebijakan dari Presiden RI yang membangun dari desa.
Baca Lainnya :
- Humas Sulsel Expo 2018, Humas Protokol Selayar Masuk Nominasi 0
- Hadiri Halalbihalal KKBS Jakarta, Begini Sambutan Sekda Kabupaten Kepulauan Selayar 0
- Porda XVI Sulsel, Segini Perolehan Medali Sementara Kabupaten Kepulauan Selayar0
- Sebanyak 30 Napi Rutan Kelas IIB Selayar Dapat Remisi 0
- Posko Pengungsian Gedung Juang 45 Sudah Kosong, Mobil Dunlap Tetap Standby0
Dikatakan BID ini adalah merupakan ruang berpikir dan ruang berbuat bagi masyarakat desa untuk menorehkan ide-ide kreatif sehingga dapat mendatangkan manfaat secara berlipat ganda kepada masyarakat.
“Dimensi tentang BID ada 3, bisa menyangkut infrastruktur, menyangkut SDM dan dunia usaha. Itulah yang semestinya dipikirkan oleh pemerintah desa dan masyarakatnya bagaimana mencari suatu ide2 yang lebih kreatif untuk bisa mengembangkan pendapatan dan manfaat bagi masyarakat desa,” kata Zainuddin.
Terakit dengan upaya pencegahan stanting, Zainuddin mengemukakan dibutuhkan manusia berkualitas, dalam pengertian orangnya harus cerdas, dan kecerdasan itu harus akumulatif.
“Saya berharap kita mendidik manusia-manusia Selayar dengan orientasi kecerdasan secara majemuk. Oleh karena itu kecerdasan itu penting, dan itu adalah bagian dari upaya mencegah stanting,” ucapnya.
Sementara Kabid Pengembangan dan Kerja sama Dinas PMD Pemprov Sulsel Rais Rahman, S.STP., M.M., mengatakan BID adalah suatu rangkaian kegiatan dari pelaksanaan program inovasi desa.
Baca juga : Jaga Pasokan Listrik Yang Andal, PLN Rutin Melakukan Pemangkasan Pohon
“Program inovasi desa ini hadir karena adanya tuntutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa,” kata Rais rahman.
Sebagai informasi, Rais rahman mengemukakan bahwa untuk Provinsi Sulawesi Selatan selama 4 tahun terakhir sudah menggunakan dana desa untuk 2.255 desa, sebesar kurang lebih 7,3 trilyun. Jumlah yang cukup besar dimana pemerintah pusat memberikan dana sebesar itu untuk mempercepat kemajuan di desa. Namun kata dia hasil evaluasi pemanfaatn dana desa, sementara ini dianggap belum optimal pemanfaatannya.
“Oleh karenanya salah satu yang menjadi point penting untuk bisa memanfaatkan dana desa dengan sebaik-baiknya adalah pengembangan inovasi dalam pemanfaatan dana desa. Kemudian lahirlah program inovasi desa yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi,” terangnya.
Rais Rahman berharap dengan pelaksanaan program inovasi desa yang salah satu kegiatannya adalah pelaksanaan BID, bisa mengoptimalkan pemanfaatan dana desa jauh lebih baik dengan apa yang dihasilkan saat ini.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan gerakan stanting 2019, dijelaskan bahwa program inovasi desa pada tahun ini, agenda aksinya agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana program inovasi desa diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pencegahan stunting.
“Tahun ini kita dimandatkan untuk mengambil bagian dalam penanganan stunting. Penanganan stunting ini tidak bisa diselesaikan dengan satu unit kerja saja di pemerintahan, karena persoalan stunting adalah persoalan penyiapan generasi,” jelas Rais Rahman. (IM)











.jpeg)