- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Wabup Muhtar Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Universitas Megarezky Sebelum Mengabdi di Selayar

MAKASSAR – Sebanyak 839 mahasiswa Universitas Megarezky akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai 3 hingga 31 Agustus 2026. Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa mendapat pembekalan langsung dari Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, M.M., di Ballroom Universitas Megarezky, Makassar, Jumat (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Muhtar menyampaikan materi bertajuk "Peluang dan Tantangan Kabupaten Kepulauan Selayar". Sebanyak 839 peserta KKN berasal dari tujuh fakultas dan 16 program studi, serta dijadwalkan berangkat menuju Selayar pada 2 Agustus 2026.
Baca Lainnya :
- HOAKS, Pengobatan Ida Dayak di Benteng Kepulauan Selayar0
- MBA Harap Informasi Pendaftaran Kartu Pra Kerja Sampai ke Masyarakat0
- Temui Gubernur Sulsel, MBA Laporkan Perkembangan Usulan KEK Pariwisata0
- Pangdam XIV/Hasanuddin Tutup TMMD ke-102 di Kepulauan Selayar 0
- Wabup Kepulauan Selayar Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 0
Di hadapan ratusan mahasiswa, Muhtar memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Selayar, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian, hingga ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini mengarahkan pembangunan periode 2025–2029 pada transformasi ekonomi melalui digitalisasi, hilirisasi sumber daya alam, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
"Keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi melalui kegiatan KKN. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi dan inovasi bagi masyarakat," ujar Wabup.
Selain mengulas berbagai peluang, Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi daerah kepulauan, seperti keterbatasan infrastruktur, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk program-program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Selain Wakil Bupati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Finriyani Arifin, turut membekali mahasiswa KKN dengan materi "Inovasi Perencanaan Pembangunan Daerah". Ia memaparkan peta inovasi daerah sebagai arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Finriyani memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan daerah, di antaranya GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa), Silajara Amang, Silajara Caradek, Silajara Gassing, serta berbagai inovasi lainnya. Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mampu menyelaraskan program kerja KKN dengan prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pembekalan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Megarezky tersebut menjadi tahapan akhir sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN.
Selama hampir satu bulan berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, para peserta diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan. (HUMAS-IC)











.jpeg)