- Tembus Pasar MBG, BUMDes Tanjung Harapan Barat Lambongan Jadi Contoh, Wabup Muhtar Tantang Desa Lain
- Bupati Natsir Ali Perkuat Kerja Sama dengan BPBPK Sulsel di Bidang Sanitasi
- Bupati Natsir Ali Kawal Percepatan Listrik 19 Desa, PLTS Pasilambena-Pasimarannu Diminta Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Perkuat Dukungan Pembudidaya Ikan Lewat Pupuk Bersubsidi
- Wabup Selayar Resmikan Menara Masjid Mujahidin Muhammadiyah Tanadoang
- BUMDes Barat Lambongan Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Produksi Diserap SPPG Buki, Sekda Dorong Jadi Contoh Desa Lain
- Ketua TP PKK Selayar: Dari Rumah Dilan, Kita Belajar, Berkarya dan Tumbuh Bersama
- Wabup Muhtar Tekankan Peran Dai Jaga Persatuan Umat di Tengah Arus Informasi Keagamaan
- IVO Galaxy Cup I Bergulir, Sekda Selayar Bidik Lahirnya Talenta Voli Baru
- Festival Harmoni Musik Silajara Hidupkan Ekspresi Budaya Selayar, Wabup Muhtar: Tak Cukup Hanya Dikenang
Workshop Aplikasi Siskeudes 2.0, Hadirkan Pemateri Auditor Utama BPKP

SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melaksanakan workshop evaluasi implementasi aplikasi Siskeudes 2.0 dalam tata kelola keuangan desa, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Senin (26/12/2019).
Workshop ini dibuka oleh Bupati Kepulauan Selayar di wakili oleh Asisten Pemerintahan Setda Drs. Suardi, dengan menghadirkan narasumber Auditor utama BPKP, Dr. Maliki Heru Santosa, AK, MBA., bersama Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan Arman Sahri R. Harahap, SE., Ak. MM., CFE, CFrA, CA, QIA.
Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD, dengan peserta para camat, dan para kepala desa serta para kaur keuangan desa.
Baca Lainnya :
- Wujudkan The New Pasilambena, Begini Penjelasan Patta Bau, S. Sos., M.Si 0
- Wakil Bupati Buka Secara Resmi Acara Pembinaan Industri Rumah Tangga Tahun 20170
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Pimpin Upacara Hari Otoda dan Apel Siaga Bencana0
- Honorer K2 Terima SK PNS, Wabup : Sikapi Sumpah Janjimu Dalam Bentuk Sikap dan Perilaku 0
- H+2 Kadishub Selayar Pantau Arus Balik Lebaran, 3 Armada Fery Hombes di Pelabuhan Pamatata0
Asisten Pemerintahan dalam sambutan pembukanya menyampaikan terkait pengelolaan keuangan desa, Kabupaten Kepulauan Selayar telah mendapatkan penghargaan penilaian kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan dana desa Tahun 2017 sebagai peringkat kedua yang diberikan oleh Kantor Wilayah DJBP Provinsi Sulawesi Selatan kepada Dinas PMD. Selanjutnya kata Drs. Suardi, Kabupaten Kepulauan Selayar juga telah mendapatkan penilaian baik terhadap penyaluran dana desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada Rekening Kas (RKUDES) untuk pencairan dana desa tahap III dari 23 desa di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.
Meski demikan lanjut Asisten Pemerintahan, dunia telah memasuki era revolusi 4.0, artinya semua telah berbasis teknologi dan internet. Olehnya itu Asisten Pemerintahan berharap agar BPKP dapat mengembangkan Siskaudes online di Kabupaten Kepulauan Selayar, agar desa di daerah kepulauan dapat mempercepat aksesnya.
"Era revolusi tersebut tidak hanya mendapatkan peluang namun juga tantangan. Era ini harus dihadapai dengan SDM yang berkualitas, kreatif, inovatif, yang mempunyai daya saing, karena kita ketahui saat ini banyak aktivitas manusia tergantikan oleh teknologi digital," kata Drs. Suardi.
Asisten pemerintahan mengungkapkan bahwa 81 desa yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Selayar telah menerapkan sistem aplikasi Siskaudes sejak Tahun 2016. Kendati demikian, Asisten Pemerintahan berharap ke depan desa beserta seluruh perangkatnya harus kuat di SDM.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan Arman Sahri R. Harahap dalam arahannya mengemukakan bahwa BPKP membangun suatu aplikasi yang merupakan wujud dari BPKP melakukan pengawasan.
"Kalau anda menggunakan aplikasi Siskeudes dengan sungguh-sungguh, maka Insya Allah akan terkawal akuntabilitasnya, akan terjadi proses transparansi dalam proses pengelolaan keuangan desa," kata Arman Sahri R. Harahap.
"Jika ada hambatan, jangan sungkan-sungkan untuk berkonsultasi kepada BPKP sebelum semuanya menjadi masalah, kalau ada masalah jangan disimpan, tetapi rembukkan cari solusinya, karena masalah bukan untuk disembunyikan tetapi dicari solusinya," kunci Arman Sahri. (HUMAS/IM)











.jpeg)