- Bunda PAUD Bontosikuyu dan Pasimarannu Dikukuhkan, Perkuat Perhatian pada Anak Usia Dini
- Urai Persoalan Sampah dari Hulu, TP PKK Selayar Perkuat Rumah Pilah
- Pengurus PKK dan Posyandu Dua Kecamatan Dikukuhkan, Sinergi Pelayanan Diperkuat
- Dari Paripurna APBD Perubahan, Bupati Natsir Ali Ajak Semua Kekuatan Keroyok Pembangunan Daerah
- Tamrin S. Resmi Masuk DPRD Selayar, Bupati Apresiasi Dedikasi Awiluddin Sihab
- Hadiri Rilis PMH, Wabup Selayar Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
- TP PKK Selayar Uji Kapasitas Kader Posyandu Lewat Lomba Cerdas Cermat
- Satgas BBM-LPG Terbentuk, Sekda : Distribusi Kepulauan Harus Jadi Perhatian Khusus
- Anjangsana HUT TNI ke-81, Kodim 1415 Selayar Temui Tokoh Adat Andi Abdurrahman
- Perkuat SDM Pariwisata, Pemkab Selayar Gandeng Unhas Gelar Tes TOEFL
Asisten Ekbangkes Buka Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan

Keterangan Gambar : Foto by Yusri
SELAYAR - Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H Arfang Arif membuka secara resmi Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2019 di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (21/08/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dihadiri Kadis DP3AP2KBDrs. Ahmad Syaifuddin, MM., para Kepala OPD, para Kepala Sekolah dan Guru, para Kepala UPT lingkup Dinas DP3AP2KB dan pemateri pada sosialisasi ini Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Drs. Mustakim. KR, MM.Pd
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H. Arfang Arif mengatakan pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah salah satu upaya pemerintah di dalam menyikapi akan datangnya era bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035 mendatang.
Baca Lainnya :
- Family Gathering DWP Kabupaten Kepulauan Selayar, Begini Harapan Ketua DWP0
- Garuda Indonesia Resmi Terbang Layani Rute Makassar-Selayar PP0
- Wabup Selayar Pimpin Upacara Bendera Dirangkaikan Pencanangan Bulan Kepatuhan Ketenagakerjaan 20190
- Call Center Tim CERDAS Kelurahan Benteng Resmi Diluncurkan 0
- Atlet Dayung Selayar, Azis Budiman Peraih Medali Emas Berduka 0
Menurutnya, masih banyak persoalan kependudukan yang dihadapi di Indonesia, bukan hanya terkait rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar penduduk dan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang memicu pengangguran, tetapi juga kualitas kesehatan yang masih rendah yang ditandai dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta persoalan remaja terkait dengan pergaulan bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan nafza.
"Oleh karena itu perlunya upaya menghadapi bonus demografi pada generasi muda, utamanya siswa di sekolah, agar mereka menyadari yang dihadapi di era mendatang terkait melimpahnya tenaga kerja serta mendorong mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta sikap dan perilaku berwawasan Kependudukan," kata Arfang Arif.
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan menuturkan bahwa isu kependudukan adalah isu krusial dimana indonesia menduduki peringkat ke empat dengan jumlah penduduk sebesar kurang lebih 267 juta jiwa terbesar setelah Cina, India dan Amerika.
"kondisi kependudukan baik dari segi kuantitas dan segi kualitas maupun penyebarannya merupakan tantangan berat pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kepulauan Selayar pada khususnya, dimana kita ketahui bersama bahwa penduduk adalah merupakan titik sentral pembangunan yang harus dibangun agar mampu menjadi pelaku dan sumber daya pembangunan, bersifat lintas sektoral dan memerlukan perhatian serta penanganan secara seksama dan berkelanjutan," terangnya.
Lanjut Arfang Arif bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menjadi beban yang berat bagi negara.
Diakhir sambutannya ia mengharapkan peran guru dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dimulai dengan pengintegrasian pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam mata pelajaran yang relevan dengan tujuan meningkatkan kualitas peserta didik khususnya pada bidang kependudukan dalam menghadapi tantangan yang cukup berat dimasa mendatang, karena sekolah dianggap satu satunya agen perubahan secara formal.
"Kami berharap agar program ini berjalan dengan baik, pusat informasi dan konseling remaja (PIK R) dan sekolah siaga kependudukan dapat terbentuk, sehingga menghasilkan penyuluh KB di lingkungan sekolah dan lingkungam tempat tinggalnya yang tentunya akan membantu penurunan laju pertumbuhan penduduk terkhusus di Kepulauan Selayar," tutup Arfang Arif. (YUS)











.jpeg)