- Sabtu Pagi, Gubernur Andalan Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager di Selayar, Sediakan Hadiah Umrah hingga Motor
- Bank Sulselbar Sosialisasikan KUR Petani Jagung Dukung Program GEMETAR di Selayar
- Tiba di Selayar, Gubernur Andi Sudirman Agendakan Peresmian Titik Nol hingga Buka Celebes Scooter Party XIX
- Sinergi Pemkab, BPJS dan Kejaksaan Perkuat Perlindungan Sosial Aparatur Desa di Selayar
- Gubernur Sulsel Akan Buka Celebes Scooter Party XIX 2026, Bupati Selayar Pastikan Persiapan Maksimal
- Natsir Ali–Muhtar Pertahankan Tradisi WTP, Pemkab Selayar Ukir Prestasi 10 Tahun Berturut-Turut
- Juni 2026, Kesempatan Emas! Samsat Selayar Bebaskan Denda dan Sediakan Hadiah Umrah serta Motor
- Wakil Bupati Selayar Terima Kunjungan Kepala BBPK APDN IV Kemendagri, Serahkan Sertifikat 47 Peserta Latsar CPNS
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Selayar Teguhkan Persatuan dan Perdamaian
- Bupati Natsir Ali Hadiri Pertemuan Strategis Kepala Daerah dan Forkopimda se-Sulawesi di Kendari
Asisten Ekbangkes Buka Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan

Keterangan Gambar : Foto by Yusri
SELAYAR - Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H Arfang Arif membuka secara resmi Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2019 di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (21/08/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dihadiri Kadis DP3AP2KBDrs. Ahmad Syaifuddin, MM., para Kepala OPD, para Kepala Sekolah dan Guru, para Kepala UPT lingkup Dinas DP3AP2KB dan pemateri pada sosialisasi ini Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Drs. Mustakim. KR, MM.Pd
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H. Arfang Arif mengatakan pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah salah satu upaya pemerintah di dalam menyikapi akan datangnya era bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035 mendatang.
Baca Lainnya :
- Kabar Gembira! Mudik ke Selayar, Mahasiswa dan Pelajar Gratis Hingga ke 5 Kecamatan Kepulauan 0
- Jadi Narsum pada PSBM XIX di Makassar, Berikut Paparan Wabup Kepulauan Selayar 0
- Wakil Bupati Kep. Selayar Kukuhkan Satgas Saber Pungli0
- Aksi Sosial KSK, Bagi Paket Lebaran Kepada Keluarga Kurang Mampu 0
- Tiba di Selayar, Bupati langsung Menuju Posko Induk Banjir0
Menurutnya, masih banyak persoalan kependudukan yang dihadapi di Indonesia, bukan hanya terkait rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar penduduk dan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang memicu pengangguran, tetapi juga kualitas kesehatan yang masih rendah yang ditandai dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta persoalan remaja terkait dengan pergaulan bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan nafza.
"Oleh karena itu perlunya upaya menghadapi bonus demografi pada generasi muda, utamanya siswa di sekolah, agar mereka menyadari yang dihadapi di era mendatang terkait melimpahnya tenaga kerja serta mendorong mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta sikap dan perilaku berwawasan Kependudukan," kata Arfang Arif.
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan menuturkan bahwa isu kependudukan adalah isu krusial dimana indonesia menduduki peringkat ke empat dengan jumlah penduduk sebesar kurang lebih 267 juta jiwa terbesar setelah Cina, India dan Amerika.
"kondisi kependudukan baik dari segi kuantitas dan segi kualitas maupun penyebarannya merupakan tantangan berat pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kepulauan Selayar pada khususnya, dimana kita ketahui bersama bahwa penduduk adalah merupakan titik sentral pembangunan yang harus dibangun agar mampu menjadi pelaku dan sumber daya pembangunan, bersifat lintas sektoral dan memerlukan perhatian serta penanganan secara seksama dan berkelanjutan," terangnya.
Lanjut Arfang Arif bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menjadi beban yang berat bagi negara.
Diakhir sambutannya ia mengharapkan peran guru dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dimulai dengan pengintegrasian pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam mata pelajaran yang relevan dengan tujuan meningkatkan kualitas peserta didik khususnya pada bidang kependudukan dalam menghadapi tantangan yang cukup berat dimasa mendatang, karena sekolah dianggap satu satunya agen perubahan secara formal.
"Kami berharap agar program ini berjalan dengan baik, pusat informasi dan konseling remaja (PIK R) dan sekolah siaga kependudukan dapat terbentuk, sehingga menghasilkan penyuluh KB di lingkungan sekolah dan lingkungam tempat tinggalnya yang tentunya akan membantu penurunan laju pertumbuhan penduduk terkhusus di Kepulauan Selayar," tutup Arfang Arif. (YUS)










.jpeg)