- Operasi SAR KLM Nurul Salsa 01, TNI AL Kodaeral VI KRI Marlin-877 Sisir Perairan Selayar Sulsel
- Pimpin Rapat HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Koordinasi dan Doakan Korban KM Nurul Salsa
- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
Bankom RAPI Selayar Siap Kolaborasi dengan BPBD Tanggulangi Bencana

Keterangan Gambar : Jajarannya Anggota RAPI Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar. (Foto by Aan)
KEPULAUAN SELAYAR - Untuk memperlancar alur koordinasi dan komunikasi dalam menanggulangi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar selama beberapa hari terakhir, organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar Daerah 24 Sulawesi Selatan, siap memberikan bantuan komunikasi (Bankom) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Selayar.
Pengurus RAPI Selayar akan menurunkan segenap personilnya untuk membackup komunikasi via Frequency Two Meter Band melalui Radio Pancar Ulang (RPU) Puncak Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai. Terlebih masih ada sejumlah wilayah di daratan Pulau Selayar yang mengalami blank spot sinyal seluler akibat cuaca ekstrem yang terus melanda Kabupaten Kepulauan Selayar dan sekitarnya.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua RAPI Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar Ir. Muh. Yunan Krg. Tompobulu, ST. MT., IPM pemilik call sign JZ24AXV saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (31/12/2022).
Baca Lainnya :
- TP PKK Selayar Gelar Pelatihan Kader Pangan dan Kader Tata Laksana Rumah Tangga0
- Bupati Lepas Peserta Gerak Jalan Santai Hut PGRI ke-720
- Langsung dari Lokasi Terdampak Gempa di Pulau Bonerate Selayar, Plt Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pemulihan Pasca Bencana0
- Bupati Kepulauan Selayar Gelar Buka Puasa Bersama di Rujab 0
- BPJS Ketenagakerjaan Selayar Tunjukkan Eksistensinya, Satu Warga Patilereng Terima Santunan JKM0
Bupati Kepulauan Selayar juga kata Muh. Yunan telah mengeluarkan pernyataan status darurat bencana dalam masa tanggap darurat mulai tanggal 24 Desember 2022 sampai dengan 12 Januari 2023.
Muh. Yunan mengatakan BPBD telah melakukan permintaan kepada RAPI untuk dapat memberikan Bantuan Komunikasi dan permintaan personil untuk posko bersama tim terpadu lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menyikapi hal tersebut, Muh. Yunan menyatakan kesiapannya menurunkan personilnya untuk Bankom back up penanganan bencana, sesuai dengan apa yang menjadi tugas inti dari Organisasi RAPI. Selain Bankom, Muh. Yunan menuturkan bahwa ia juga akan melibatkan anggotanya dalam giat bakti sosial bersama-sama dengan tim terpadu menanggulangi bencana di wilayah daratan Pulau Selayar.
"Kami tinggal menunggu aba-aba dari BPBD Selayar kapan posko dimulai, Insya Allah kami siap," pungkasnya.
Dikemukakan, untuk memperlancar Bantuan Komunikasi, RPU Puncak telah dilengkapi catu daya Solar cell agar RPU bisa berfungsi 24 jam meskipun terjadi pemadaman dari PLN.
"Alhamdulillah kita sudah pasang solar cell, jadi meski terjadi pemadaman di Puncak, RPU masih tetap bisa beroperasi 24 jam. Berdoa saja mudah-mudahan cuaca segera bersahabat," jelas Muh. Yunan penuh semangat.
Sebagai informasi, saat ini anggota RAPI Selayar juga sementara melakukan Bankom Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan melakukan posko di Terminal Pelabuhan Benteng.
Dari pantauan media ini, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kepulauan Selayar seperti hujan, angin kencang dan gelombang tinggi telah menimbulkan banyak bencana seperti pohon tumbang yang merusak banyak jaringan listrik PLN, dan rumah-rumah warga, hingga tersendatnya distribusi air PDAM ke rumah-rumah pelanggan, bahkan di sejumlah kecamatan terjadi blank spot jaringan seluler.
Selain itu, intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya jembatan ambruk di Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu.
Sementara gelombang tinggi menyebabkan terjadi banjir rob, tanggul jebol yang mengikis sejumlah ruas jalan protokol. (Im)










.jpeg)