- Pemkab Selayar Bersiap Sambut Rombongan Pangdam, Dankodaeral, Anggota DPR dan Pejabat dari Kemenhan RI
- Kuota Haji Selayar Turun Drastis, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Sebut Akibat Sistem Waiting List Nasional
- Wabup Muhtar Lepas Jemaah Calon Haji 1447 H/2026 M Menuju Tanah Suci
- Bupati Selayar Sambut Tim Wasev TMMD Ke 128, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
- Pemkab Kepulauan Selayar Matangkan Persiapan Celebes Scooter Party XIX 2026, Ribuan Scooterist Diperkirakan Hadir
- Bupati Natsir Ali Tekankan Pentingnya Pendidikan Al-Qur an pada Wisuda Santri BKPRMI Selayar
- Bupati Natsir Ali Hadiri Pelantikan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar, Dorong Sinergi Bangun Pariwisata Hebat
- Dukung Program GEMETAR, Bank Sulselbar Siap Biayai Petani Jagung Selayar Melalui Program KUR
- Pemkab Selayar Gandeng Bank Sulselbar Fasilitasi KUR Petani Jagung, Potensi Panen Capai Rp54 Juta per Hektare
- ATR/BPN Dorong Integrasi NIB-NOP, Selayar Tetapkan Dua Kelurahan Percontohan
Bankom RAPI Selayar Siap Kolaborasi dengan BPBD Tanggulangi Bencana

Keterangan Gambar : Jajarannya Anggota RAPI Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar. (Foto by Aan)
KEPULAUAN SELAYAR - Untuk memperlancar alur koordinasi dan komunikasi dalam menanggulangi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar selama beberapa hari terakhir, organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar Daerah 24 Sulawesi Selatan, siap memberikan bantuan komunikasi (Bankom) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Selayar.
Pengurus RAPI Selayar akan menurunkan segenap personilnya untuk membackup komunikasi via Frequency Two Meter Band melalui Radio Pancar Ulang (RPU) Puncak Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai. Terlebih masih ada sejumlah wilayah di daratan Pulau Selayar yang mengalami blank spot sinyal seluler akibat cuaca ekstrem yang terus melanda Kabupaten Kepulauan Selayar dan sekitarnya.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua RAPI Wilayah 15 Kabupaten Kepulauan Selayar Ir. Muh. Yunan Krg. Tompobulu, ST. MT., IPM pemilik call sign JZ24AXV saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (31/12/2022).
Baca Lainnya :
- Sekda Lepas Kafilah Selayar Menuju STQH XXXII Sulsel0
- Pemda Kepulauan Selayar Peringati Nuzulul Qur"an, Ini Harapan Bupati 0
- Humas Sulsel Expo 2018, Humas Protokol Selayar Masuk Nominasi 0
- HUT Satpol-PP ke-67, Kabupaten Kepulauan Selayar Juara II Pada Cabor Volly Ball0
- Musrifah Basli Lantik Ketua TP PKK Kecamatan Buki, Bontosikuyu dan Takabonerate0
Bupati Kepulauan Selayar juga kata Muh. Yunan telah mengeluarkan pernyataan status darurat bencana dalam masa tanggap darurat mulai tanggal 24 Desember 2022 sampai dengan 12 Januari 2023.
Muh. Yunan mengatakan BPBD telah melakukan permintaan kepada RAPI untuk dapat memberikan Bantuan Komunikasi dan permintaan personil untuk posko bersama tim terpadu lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menyikapi hal tersebut, Muh. Yunan menyatakan kesiapannya menurunkan personilnya untuk Bankom back up penanganan bencana, sesuai dengan apa yang menjadi tugas inti dari Organisasi RAPI. Selain Bankom, Muh. Yunan menuturkan bahwa ia juga akan melibatkan anggotanya dalam giat bakti sosial bersama-sama dengan tim terpadu menanggulangi bencana di wilayah daratan Pulau Selayar.
"Kami tinggal menunggu aba-aba dari BPBD Selayar kapan posko dimulai, Insya Allah kami siap," pungkasnya.
Dikemukakan, untuk memperlancar Bantuan Komunikasi, RPU Puncak telah dilengkapi catu daya Solar cell agar RPU bisa berfungsi 24 jam meskipun terjadi pemadaman dari PLN.
"Alhamdulillah kita sudah pasang solar cell, jadi meski terjadi pemadaman di Puncak, RPU masih tetap bisa beroperasi 24 jam. Berdoa saja mudah-mudahan cuaca segera bersahabat," jelas Muh. Yunan penuh semangat.
Sebagai informasi, saat ini anggota RAPI Selayar juga sementara melakukan Bankom Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan melakukan posko di Terminal Pelabuhan Benteng.
Dari pantauan media ini, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kepulauan Selayar seperti hujan, angin kencang dan gelombang tinggi telah menimbulkan banyak bencana seperti pohon tumbang yang merusak banyak jaringan listrik PLN, dan rumah-rumah warga, hingga tersendatnya distribusi air PDAM ke rumah-rumah pelanggan, bahkan di sejumlah kecamatan terjadi blank spot jaringan seluler.
Selain itu, intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya jembatan ambruk di Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu.
Sementara gelombang tinggi menyebabkan terjadi banjir rob, tanggul jebol yang mengikis sejumlah ruas jalan protokol. (Im)










.jpeg)