- Moment Bersejarah, Pemkab Selayar dan Unhas Perkuat Kerja Sama Pendidikan
- Budaya Dide Dihidupkan Lagi, Bupati Selayar Apresiasi Festival Kelong Sino Ri Bungayya
- Wakil Bupati Ajak KAHMI Selayar Perkuat Konsolidasi Intelektual dan Aksi Kolektif Majukan Daerah
- Pemkab Selayar Salurkan Bantuan Perbaikan 20 Unit RTLH Senilai Rp400 Juta
- Ratusan Gamers Meriahkan Piala Bupati Selayar 2025, Turnamen Esports Resmi Dibuka Wakil Bupati
- 404 ASN Selayar Ikuti Uji Kompetensi Melalui Profiling ASN
- Momentum HGN 2025, Wabup Muhtar Ajak Guru Selayar Terus Berinovasi
- Satu-Satunya dari Kepulauan, UPT SDN Labuang Mangatti Wakili Pasimasunggu pada Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten
- Bupati Natsir Ali Hadir dan Apresiasi Terobosan Pidana Kerja Sosial di Sulsel
- Bupati Natsir Ali Pimpin Rakor Terpadu Sektor Unggulan Pembangunan Daerah, Tekankan Empat Point Penting
BI Join Unhas, Paparkan Hasil Riset Hirilisasi Kelapa di Depan Pelaku Usaha

KEPULAUAN SELAYAR - Mendukung Perumusan Kebijakan Berbasis Riset, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS), gelar Acara Diseminasi Hasil Riset Hirilisasi Komoditas Kelapa dan Produk Turunannya di Kabupaten Kepulauan Selayar
Kegiatan yang melibatkan unsur Pemerintah, Pelaku Usaha Komoditas Kelapa, Gapoktan, Pelaku Usaha Industri Pengolahan, Bumdes, Koperasi dan unsur Media ini dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa (21/6)
Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Universitas Hasanuddin yang telah mengadakan riset pembangunan inklusif 2022 di Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Bupati Kep. Selayar Mengikuti Sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah0
- BI Siap Dukung Festival Taka Bonerate0
- Sekda Buka Resmi Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa Kepulauan Selayar 0
- Bimtek Pengendalian OPT Dinas Pertanian dan KP, Dorong Penggunaan Pupuk Organik Ditingkatkan0
- Bupati Kep. Selayar Terima Kunjungan BI Sulsel0
Orang nomor satu di Kepulauan Selayar ini, berharap hasil riset bersama tersebut nantinya dapat menjadi road maps dalam mengoptimalkan berbagai potensi daerah serta menghasilkan rekomendasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana mengatakan joint research ini merupakan kelanjutan dari penelitian pada tahun sebelumnya.
"Penelitian terdahulu mengkonfirmasi komoditas utama yang memiliki potensi tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kepulauan Selayar, yaitu kelapa, perikanan tangkap, dan jeruk keprok" ungkapnya
Mempertimbangkan hal tersebut, penting menurut kami untuk dapat melihat potensi pengolahan kelapa menjadi produk turunan yang lebih bernilai tambah dan memaksimalkan manfaat dari semua bagian buah kelapa.
"Beberapa produk yang bisa menjadi alternatif antara lain VCO, minyak goreng kelapa, cocopeat, coco fiber, dll." Ucapnya
Dan untuk mendapatkan manfaat dan nilai tambah dari hilirisasi produk olahan kelapa tersebut, diperlukan industri pengolahan yang memiliki standardisasi dan memenuhi persyaratan pasar.
"Bahan baku kita yang melimpah. Apalagi Selayar terkenal dengar produksi kelapanya yang tertinggi di Sulsel, baik dari luas lahan maupun volume buah yang dihasilkan" lanjutnya
Riset ini penting dilakukan sebagai prosedur kebijakan Bank Indonesia dalam melakukan pendampingan dan mengeluarkan bantuan kepada para Pelaku Usaha, UMKM kedepannya.
Oleh karena itu, Pemangku kebijakan terkait, termasuk BI dan pemerintah daerah, perlu mengupayakan pengembangan hilirisasi produk kelapa sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Antara lain melalui Menyusun roadmap perencanaan industri pengolahan kelapa oleh pemerintah daerah, memfasilitasi pelaku usaha dalam mendapatkan pasar penjualan hasil produksi serta Membangun branding dan pengemasan produk yang sesuai dengan standar untuk menjaga mutu dan kualitas" Jelas Iman Karana.
Usai dibuka secara resmi oleh Bupati, acara yang juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan, dan Presiden Direktur CV. Coconut Infonesia ini kemudian dilanjutkan dengan paparan hasil riset oleh Tim Riset Unhas selanjutnya dibuka sesi diskusi terkait program peningkatan ekspor. (Kominfo-IC)










.jpeg)