- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Bupati Natsir Ali Dorong Taka Bonerate Jadi Model Nasional Pengelolaan Perikanan Berbasis Konservasi

JAKARTA - Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemanfaatan sumber daya perikanan di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate dalam sambutannya pada kegiatan audiensi nasional yang digelar di Hotel Santika Premier Slipi, Jakarta. Selasa (30/6/2025)
Acara yang diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Taka Bonerate bersama Wildlife Conservation Society bersama Indonesia Program (WCS-IP) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kementerian, instansi pusat dan daerah, serta mitra konservasi, membahas secara khusus tantangan dan peluang dalam pengelolaan zona tradisional kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia Timur tersebut.
Baca Lainnya :
- Pemda Selayar Gelar Rapat Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu0
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sosialisasi Penggunaan Dana Bos0
- Wabup Kepulauan Selayar Pimpin Rakor P4GNPN0
- Ahmad Sajjad Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Askab PSSI Selayar 2025-20290
- Press Release Polres Selayar, Ungkap Pelaku Curanmor Anak di Bawah Umur 0

Dalam sambutannya, Bupati Natsir Ali menyampaikan bahwa wilayah laut Selayar yang mencakup 87% dari total luas kabupaten merupakan aset strategis, tidak hanya untuk pembangunan daerah, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
Ia menggarisbawahi bahwa Taka Bonerate telah diakui dunia sebagai karang atol terbesar ketiga di dunia dan telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer sejak tahun 2015.
Namun demikian, ia menyoroti bahwa pemanfaatan sumber daya perikanan di kawasan tersebut belum optimal dan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk praktik penangkapan yang merusak, lemahnya pengawasan, belum maksimalnya pendataan perikanan, hingga rendahnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada tiga pilar utama yang harus menjadi fokus kita bersama: pengendalian dan pengawasan, peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi, serta perbaikan data perikanan yang akurat,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya penguatan fungsi cek poin sebagai sarana pengawasan dan pengumpulan data perikanan, yang bukan hanya untuk mencegah praktik ilegal, tetapi juga sebagai langkah menuju perikanan yang berkelanjutan dan berbasis data.
“Keberhasilan ini membutuhkan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan, termasuk masyarakat nelayan sebagai aktor utama,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan harapannya agar melalui audiensi ini dapat terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang lestari di zona tradisional Taka Bonerate.
Ia juga mendorong agar kawasan tersebut dapat menjadi contoh nasional pengelolaan konservasi laut yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin menjadikan Taka Bonerate sebagai model praktik baik pengelolaan sumber daya perikanan berbasis konservasi, demi masa depan ekosistem laut dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya multi pihak untuk membangun sistem kolaboratif dalam pengawasan, perlindungan, dan pemanfaatan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate secara terukur dan berkeadilan. (HUMAS-IC)











.jpeg)