- Tinggalkan Agenda Safari, Bupati Natsir Ali Prioritaskan Bersama Santri, Hadiri Penutupan Muballigh Hijrah di Bontonasaluk
- Wabup Muhtar Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Desa Harapan, Salurkan Bantuan dan Gaungkan Program Pertanian
- Wabup Muhtar Ajak Warga Polebunging Perkuat Iman dan Ekonomi dalam Safari Ramadan
- Bupati Natsir Ali Pastikan Pembangunan Jalan dan Perkuat Program Pertanian Saat Safari Ramadan di Pakbatteang Buki
- Safari Ramadan di Bontomatene Bupati Natsir Ali Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Dukung Program Strategis Daerah
- Dinkes Selayar Uji Keamanan Jajanan Buka Puasa, Wabup Muhtar Ajak ASN Dukung UMKM
- Pemkab dan BAZNAS Selayar Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting
- Pemkab Selayar Awasi Ketat Harga dan Distribusi Bahan Pokok Selama Ramadan
- Wabup Bersama BAZNAS Selayar Distribusikan Bantuan Program Penurunan Stunting
- GEMERLAP Jadi Prioritas, Bupati Natsir Ali Minta ASN Responsif dan Adaptif Lewat Sistem Kerja Fleksibel
Bupati Selayar Dorong Pelestarian Budaya Lewat Event Wisata Assulo 2025

KEPULAUAN SELAYAR – Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal dengan secara resmi melepas peserta Kegiatan Wisata Berbasis Budaya "Assulo" 2025, Sabtu (14/6/2025) di Benteng.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Selayar dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempromosikannya sebagai potensi pariwisata unggulan.
Baca Lainnya :
- Hadiri HUT Bahayangkara ke-75, Basli Ali Sebut Atas Dukungan Polri, Target Vaksinasi Segera Tercapai0
- Bupati Kepulauan Selayar Sholat Idulfitri bersama Warga di Lapangan Pemuda0
- Bupati Kep. Selayar Tandatangani Berita Acara serah terima source Code Aplikasi Simap dan SKP Online0
- Wabup Selayar Pimpin HLM TPID, Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri 1446 H0
- Satukan Pandangan Jelang Ajang Inovasi Daerah Melalui Iptek, Bappelitbangda Gelar Technical Meeting0
Dalam sambutannya, Bupati menyebut "Assulo" bukan sekadar tradisi, melainkan warisan budaya yang sarat nilai luhur.
"Assulo adalah salah satu kearifan lokal masyarakat Selayar yang diwariskan secara turun-temurun. Ini bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga tentang melestarikan cara hidup nenek moyang kita yang penuh kebersamaan dan kearifan terhadap alam," ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pelestarian budaya lokal seperti Assulo harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin deras.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin anak cucu kita tetap mengenal akar budayanya, memahami sejarahnya, dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Selayar,” tegasnya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis budaya.
Bupati berharap Assulo ke depan bisa dikemas lebih menarik dan menjadi agenda tahunan berskala lebih besar dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan wisatawan.
“InsyaAllah tahun depan akan kita kemas lebih meriah lagi, melibatkan lebih banyak peserta dan mendatangkan wisatawan dari luar. Kita ingin budaya lokal ini menjadi daya tarik pariwisata Selayar," tambah Bupati.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan para peserta agar menjaga sportivitas serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Tradisi Assulo harus menjadi contoh harmoni antara manusia dan alam, di mana tangkapan ikan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem laut.
Kegiatan Assulo 2025 diikuti oleh 210 peserta dari berbagai kalangan, yang dibagi dalam dua kategori lomba yaitu Assulo Lingka (berjalan kaki) dan Assulo Panah. Selain berkompetisi, para peserta juga membangun kebersamaan dengan menikmati hasil tangkapan bersama di tepi pantai.
Dinas Pariwisata berencana menjadikan Assulo sebagai event tahunan sekaligus ikon budaya Selayar. “Tahun depan kita rancang lebih spektakuler, tidak hanya lomba, tapi juga edukasi lingkungan dan promosi budaya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Selayar Nur Ihsan Chairuddin dalam laporannya.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah, kegiatan Assulo diharapkan tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru yang mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Selayar. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)