- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Bupati Selayar Dorong Pelestarian Budaya Lewat Event Wisata Assulo 2025

KEPULAUAN SELAYAR – Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal dengan secara resmi melepas peserta Kegiatan Wisata Berbasis Budaya "Assulo" 2025, Sabtu (14/6/2025) di Benteng.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Selayar dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempromosikannya sebagai potensi pariwisata unggulan.
Baca Lainnya :
- Upacara Penurunan Bendera HUT ke-74 RI, Wabup Kepulauan Selayar Jadi Irup0
- Cegah Sebaran Covid-19, Seluruh Pelabuhan Penyeberangan Laut Selayar Ditutup0
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Upacara Peringatan Hari Sukarelawan PMI0
- Bupati Selayar Lepas Peserta Gerak Jalan Sehat HKG PKK ke-52 0
- Dzikir dan Doa Berjalan Khusuk Sambut Tahun Baru 2019 M di Kepulauan Selayar Tanpa Kembang Api0
Dalam sambutannya, Bupati menyebut "Assulo" bukan sekadar tradisi, melainkan warisan budaya yang sarat nilai luhur.
"Assulo adalah salah satu kearifan lokal masyarakat Selayar yang diwariskan secara turun-temurun. Ini bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga tentang melestarikan cara hidup nenek moyang kita yang penuh kebersamaan dan kearifan terhadap alam," ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pelestarian budaya lokal seperti Assulo harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin deras.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin anak cucu kita tetap mengenal akar budayanya, memahami sejarahnya, dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Selayar,” tegasnya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis budaya.
Bupati berharap Assulo ke depan bisa dikemas lebih menarik dan menjadi agenda tahunan berskala lebih besar dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan wisatawan.
“InsyaAllah tahun depan akan kita kemas lebih meriah lagi, melibatkan lebih banyak peserta dan mendatangkan wisatawan dari luar. Kita ingin budaya lokal ini menjadi daya tarik pariwisata Selayar," tambah Bupati.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan para peserta agar menjaga sportivitas serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Tradisi Assulo harus menjadi contoh harmoni antara manusia dan alam, di mana tangkapan ikan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem laut.
Kegiatan Assulo 2025 diikuti oleh 210 peserta dari berbagai kalangan, yang dibagi dalam dua kategori lomba yaitu Assulo Lingka (berjalan kaki) dan Assulo Panah. Selain berkompetisi, para peserta juga membangun kebersamaan dengan menikmati hasil tangkapan bersama di tepi pantai.
Dinas Pariwisata berencana menjadikan Assulo sebagai event tahunan sekaligus ikon budaya Selayar. “Tahun depan kita rancang lebih spektakuler, tidak hanya lomba, tapi juga edukasi lingkungan dan promosi budaya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Selayar Nur Ihsan Chairuddin dalam laporannya.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah, kegiatan Assulo diharapkan tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru yang mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Selayar. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)