- Bupati Natsir Ali Tegaskan Momentum Kebangkitan Baru Selayar pada Hari Jadi ke-420
- Gubernur Andalan Sulsel Serahkan 15 Miliar sebagai Kado Hari Jadi Ke-420 Selayar
- Hari Jadi Selayar ke-420, Pemerintah Kukuhkan Komitmen Percepatan Pembangunan
- Moment Bersejarah, Pemkab Selayar dan Unhas Perkuat Kerja Sama Pendidikan
- Budaya Dide Dihidupkan Lagi, Bupati Selayar Apresiasi Festival Kelong Sino Ri Bungayya
- Wakil Bupati Ajak KAHMI Selayar Perkuat Konsolidasi Intelektual dan Aksi Kolektif Majukan Daerah
- Pemkab Selayar Salurkan Bantuan Perbaikan 20 Unit RTLH Senilai Rp400 Juta
- Ratusan Gamers Meriahkan Piala Bupati Selayar 2025, Turnamen Esports Resmi Dibuka Wakil Bupati
- 404 ASN Selayar Ikuti Uji Kompetensi Melalui Profiling ASN
- Momentum HGN 2025, Wabup Muhtar Ajak Guru Selayar Terus Berinovasi
Bupati Selayar Tandatangani MoU Pengelolaan Administrasi Bea Perolehan Hakim Atas Tanah

Keterangan Gambar : Foto by Kamar
HUMAS SELAYAR --- Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, menandatangani nota kesepahaman (MoU) Tentang Pengelolaan Administrasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Selayar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Jumat (15/3/2019).
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Selayar, para Asisten Sekda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Kabag Setda, notaris/PPAT, dan para camat.
Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali, menyampaikan dalam sambutannya bahwa sebagai tindak lanjut dari surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang progres rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi dimana pada rencana aksi tersebut masih ada beberapa yang belum tuntas dan tidak mendapat nilai poin. Diantaranya belum adanya nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Selayar tentang pengelolaan administrasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) serta belum melakukan rekonsiliasi secara berkala antara Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) dengan Kantor Pertanahan terkait dengan BPHTB. Sehubungan dengan hal tersebut maka salah satu langkah pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi terintegrasi dimana salah satu target capaiannya adalah terjalinnya sebuah bentuk kerjasama antara Badan Pendapatan Daerah dengan pihak BPN dalam hal BPHTB Clearance dan hari ini kita telah berada dalam satu kesepahaman sebagaimana penandatanganan MoU ini.
Baca Lainnya :
- Teken MOU, Wabup Kepulauan Selayar Sambut Baik Diklat Gratis Oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar0
- Bupati Kep. Selayar dan Kepala BPJS Cabang Bulukumba Teken MOU Cakupan Semesta Program JKN-KIS0
- Bangun KEK, Bupati Kepulauan Selayar Teken MOU Dengan Owner PT. Dolly International Investment0
- Kawal Pembangunan, Kejaksaan Negeri Teken MOU Dengan Pemkab Kepulauan Selayar0
- Selayar Tourism Investment Forum 2017, Bupati dan GIPI Teken MOU Kepariwisataan0
BPHTB merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kerap kali memunculkan pertanyaan di kalangan wajib pajak atau calon wajib pajak mengenai dasar perhitungannya seperti apa. Perhitungan BPHTB sendiri telah diatur dalam pasal 7, 8, dan 9 Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 5 Tahun 2011 tentang BPHTB.
Lebih lanjut H. Muh. Basli Ali menyampaikan bahwa dalam kenyataannya, calon wajib pajak demi menghindari pengenaan pajak terkadang Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) tanah/bangunan yang dicantumkan dalam akta jual beli lebih rendah dari nilai yang sebenarnya. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal tersebut, dirinya selaku Bupati Kepulauan Selayar telah menandatangani Surat Edaran Nomor: 973/68.a/II/2019/BPKPAD tanggal 25 Februari 2019 Tentang Upaya Pencegahan Perilaku Negatif Calon Wajib Pajak. Untuk itu, imbauan kepada camat untuk tetap memperhatikan surat edaran tersebut dan bagi notaris/PPAT agar dapat membantu memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang akan melakukan transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan dan kepada Kepala BPKPAD untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Kantor BPN tentang pembuatan zona nilai tanah.
"Mudah-mudahan dengan adanya nota kesepahaman ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bekerjasama dengan pihak Kantor Pertanahan dapat menemukan cara yang tepat untuk meningkatkan PAD kita ke depan," tutup H. Muh. Basli Ali.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan, H. Muhammad Naim, S. SiT., M.H., menyampaikan dalam arahannya bahwa BPK menganggap Kabupaten Kepulauan Selayar masih sangat rendah penerimaan BPHTB-nya. Dengan ditandatanganinya MoU ini, pihaknya berharap sistem online bisa berjalan baik sehingga tidak ada manipulasi harga transaksi. Selain itu pihaknya juga berharap peta zona tanah segera ter-upload masuk di aplikasi KKP. (D)










.jpeg)