- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Bupati Selayar Tekankan Optimalisasi Aset dan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat Pendapatan Daerah

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan aset daerah, peningkatan pelayanan publik bidang pertanahan, serta digitalisasi pajak daerah sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Keuangan Daerah dan Program Pencegahan Korupsi di Layanan Publik Bidang Pertanahan yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Upaya Digitalisasi PBB-P2 dan BPHTB Tahun 2026, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Rabu (20/5/2026).
Baca Lainnya :
- Selayar Ikut Pameran UMKM Diajang MTQ XXXII Sulsel0
- Bupati dan Forkopimda, Dansatgas TMMD Ke-111 Selayar Ikut Pantau Vaksinasi Massal0
- Bupati Natsir Ali: Pemerintah Pusat Harus Dengar Jeritan Nelayan Selayar0
- Pemkab Selayar Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Sulsel0
- Haru, Isak Tanggis Iringi Pemberangkatan 56 Calon Jemaah Haji Selayar0
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), perbankan, dan pendampingan KPK menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan sekaligus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Ia menegaskan, dari sembilan program strategis hasil koordinasi antara ATR/BPN, KPK, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah menetapkan enam program prioritas untuk dijalankan bersama perangkat daerah terkait.
Menurut Bupati, pengelolaan aset daerah harus diarahkan tidak hanya untuk pengamanan administrasi dan hukum, tetapi juga memberi dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Hubungannya dengan pengelolaan barang milik daerah dan BPN ialah sertifikasi aset tanah pemerintah daerah untuk mengamankan aset, baik secara fisik, hukum maupun administrasi. Setelah itu, pemanfaatan aset dapat dioptimalkan untuk mendukung pendapatan daerah,” tegasnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan aset daerah di kawasan Kokbang yang telah menghasilkan PAD melalui sistem sewa lahan masyarakat setiap tahun. Bupati berharap aset-aset lain milik pemerintah daerah juga dapat dimanfaatkan secara produktif.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) tanah dengan Nomor Objek Pajak (NOP) PBB sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan pajak daerah.
Menurutnya, sinkronisasi data tersebut akan mempermudah pembaruan data perpajakan setiap terjadi transaksi pertanahan sekaligus mendorong akurasi data PBB-P2.
“Semua bidang tanah harus dipastikan terdata dan menjadi objek pajak daerah. Pajak daerah yang kuat akan mendorong penguatan ekonomi kita karena Pemda memiliki kapasitas fiskal lebih besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan fasilitas penunjang lainnya,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa upaya digitalisasi PBB-P2 dan BPHTB menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, pasti, dan profesional kepada masyarakat.
Melalui rakor dan HLM tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar berharap sinergi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah, pengamanan aset pemerintah, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi di sektor pertanahan dan pelayanan publik. (HUMAS-IC)











.jpeg)