- Bupati Selayar Hadiri Rakornis TMMD ke-128 di Makodim 1415, Perkuat Sinergi Bangun Desa
- TP PKK dan Disdukcapil Selayar Sosialisasikan KISAK 2026, Perkuat Tertib Administrasi Kependudukan
- Ketua TP PKK Selayar Kukuhkan 11 Duta KISAK, Perkuat Edukasi Administrasi Kependudukan
- Bupati Natsir Ali Soroti Sektor Perikanan Saat Terima Kunjungan Ombudsman
- BPS dan Bupati Selayar Perkuat Data untuk Pembangunan Lewat Kelurahan CANTIK 2026
- Qoriah Selayar Reni Anggraeni Berangsur Pulih, Sudah Diizinkan Kembali ke Pondokan
- Qoriah Asal Selayar Pingsan Usai Tampil di Cabang Tilawah Dewasa Putri MTQ XXXIV Sulsel
- Harga Jagung Rp5.500–Rp6.400/Kg, Bulog Siap Serap Hasil Petani Selayar Dukung Program GEMETAR
- Bupati Selayar Launching Penyaluran Bantuan Pangan 26 Ton untuk Alokasi Februari–Maret 2026
- Tim Medis RSUD KH. Hayyung Selayar Periksa Kesehatan Dapur Kafilah MTQ XXXIV
Ditengah Pandemi, Pemkab Kep. Selayar Genjot Pembudidaya Kerapu Hidup Tingkatkan Produksi

KEPULAUAN SELAYAR - Meski berada dalam suasana Pandemi Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar masih mampu ekspor ikan hidup ke Hongkong.
Selama Pandemi Covid-19, Selayar sudah mengekspor kurang lebih 5 ton ikan kerapu hidup dengan dua kali pemuatan, dengan mendatangkan kapal dan pembeli dari Hongkong.
Seperti terlihat pada Minggu (27/6/2021) sore, Kapal MV. Great Harvest/01 berbendera Hongkong dengan Imo Number 138393 telah berlabuh di perairan sebelah timur Pulau Gusung Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, melakukan aktivitas pemuatan ikan kerapu hidup hasil pembudidaya karamba di daerah ini.
Baca Lainnya :
- WCI Funding Sidney Siapkan 1,2 Billion Untuk Selayar0
- Bupati Sambut Kedatangan Dandim 1415 Selayar yang Baru0
- Bupati Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan Dana Stimulus Bagi Pelaku UMKM0
- Melampaui Target Response Rate, Pemkab Selayar Diganjar Penghargaan dari BPS0
- Pemkab Selayar Raih Pinisi Sultan Award 2021 Terbaik I, Ini Kategorinya0
Dengan adanya pembeli langsung dari Hongkong ini, Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali menyampaikan rasa syukurnya, karena menurutnya hal tersebut sebagai pertanda bahwa ekonomi pada sektor perikanan mulai bergerak lagi.
"Dulunya akibat Corona pasar ikan ekspor harganya sempat jatuh bahkan sulit bagi masyarakat untuk menjual. Dengan datangnya kapal ini tentu bisa menggairahkan dan menggerakkan ekonomi dari masyarakat, terkhusus yang bergelut dibidang budi daya ikan kerapu," kata Basli Ali didampingi Wabup H. Saiful Arif bersama plt. Kadis Perikanan Ir. Makkawaru saat melakukan peninjauan ke Kapal MV. Great Harvest/01 Minggu malam.
Basli Ali akan terus mendorong dan memberikan semangat kepada masyarakat pembudidaya ikan hidup, terlebih pembelinya sudah datang ke Selayar.
Baca juga :
Bupati Kepulauan Selayar Hadir pada RUPS-LB Bank Sulselbar di Makassar
​​​Sedangkan Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pemuatan ikan dengan kualitas ekspor ini adalah salah satu bukti bahwa kawasan industri perikanan terpadu yang menjadi program unggulan di Selayar sudah tepat dan mengarah, dengan memanfaatkan potensi andalan Selayar sebagai Kabupaten Kepulauan.
"Tinggal bagaimana kita berdayakan masyarakat, apakah kita berikan bantuan berupa bibit, keramba lalu kita bina SDM nya agar senantiasa berorientasi bisnis dengan kualitas ekspor. Potensi Sumber Daya Alam Selayar sangat besar, tinggal bagaimana kita membuat managemen dengan membangun kinerja antara Selayar dengan provinsi, dan pusat bahkan sampai luar negeri," kata Saiful Arif.
Ditengah pandemi ini, Saiful Arif menegaskan bahwa potensi alam Selayar akan sangat membantu untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh daerah lain, tetapi di Selayar bisa diatasi secara mandiri.
"Covid 19 ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Kenyataannya di lapangan membuat ekonomi kita sulit, tetapi dengan kegiatan ini saya melihat dengan ekonomi yang menggeliat di masyarakat ini maka kesulitan-kesulitan yang dihadapi akan bisa kita atasi," terangnya.
Sedangkan plt. Kadis Perikanan Ir. Makkawaru membenarkan bahwa selama pandemi Covid-19, sudah dua kali pemuatan ikan kerapu hidup diekspor ke Hongkong dengan total kurang lebih 5 ton.
"Target kita hari ini adalah 2,5 ton bahkan lebih, sedangkan pemuatan sebelumnya sebanyak 3 ton. Jadi sesudah pemuatan disini, kapal Great Harvest akan keliling ke pulau-pulaunya Selayar untuk pemuatan ikan hidup," kata Makkawaru.
Dijelaskan bahwa jika ada kecocokan harga antara pembudidaya dengan pembeli maka kapalnya bisa datang setiap saat, dengan syarat ada tersedia ikan kerapu hidup minimal 2 (dua) ton. (Im)










.jpeg)