- Bupati Natsir Ali Perkuat Kerja Sama dengan BPBPK Sulsel di Bidang Sanitasi
- Bupati Natsir Ali Kawal Percepatan Listrik 19 Desa, PLTS Pasilambena-Pasimarannu Diminta Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Perkuat Dukungan Pembudidaya Ikan Lewat Pupuk Bersubsidi
- Wabup Selayar Resmikan Menara Masjid Mujahidin Muhammadiyah Tanadoang
- BUMDes Barat Lambongan Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Produksi Diserap SPPG Buki, Sekda Dorong Jadi Contoh Desa Lain
- Ketua TP PKK Selayar: Dari Rumah Dilan, Kita Belajar, Berkarya dan Tumbuh Bersama
- Wabup Muhtar Tekankan Peran Dai Jaga Persatuan Umat di Tengah Arus Informasi Keagamaan
- IVO Galaxy Cup I Bergulir, Sekda Selayar Bidik Lahirnya Talenta Voli Baru
- Festival Harmoni Musik Silajara Hidupkan Ekspresi Budaya Selayar, Wabup Muhtar: Tak Cukup Hanya Dikenang
- Diskominfo Selayar Bangun Kesadaran Data di Kalangan Mahasiswa, Wabup: Data Jadi Fondasi Pembangunan Tepat Sasaran
Gas Elpiji 3 Kg Langka, Disperindagkum Sidak Hingga ke Tingkat Pengecer

KEPULAUAN SELAYAR - Merespon informasi atas kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag Kum) bersama Sat Pol PP dan Bagian Ekonomi Setda melakukan sidak kesejumlah agen, pangkalan hingga ketingkat pengecer, pada Rabu (4/1/2023)
Kadisperindag, Andi Abdur Rahman mengatakan bahwa pihaknya secara tugas pokok dan fungsinya rutin melakukan pengawasan terkait dengan ketersedian dan harga barang yang ada dipasaran.
"Dan hari ini bersama stackholder terkait turun melakukan pemantauan sehubungan dengan beberapa hari ini terjadinya kelangkaan gas khususnya gas elpiji 3 Kg" ucapnya
Baca Lainnya :
- Kelurahan Benteng Salurkan Rastra Triwulan IV0
- Diskominfo SP Selayar Gelar Sosialisasi Simpel Desa0
- Pemkab Kepulauan Selayar Gelar Upacara Peringatan Haornas XXXIV 0
- Pengumuman Selayar Half Marathon 20190
- Mengisi Masa Pandemi Covid-19, Jajaran DWP Kepulauan Selayar Khatam Al-Qur'an0
Dirinya pun mengakui dimasyarakat saat ini memang terjadi kelangkaan gas dan ada kenaikan harga akibat pendistribusian yang terlambat karena faktor cuaca.
"Harga normalnya dipengecer sebesar 24.000,- sampai 25.000, pertabung, namun atas kondisi yang ada, dimanfaatkan oleh beberapa oknum pengecer dilapangan" jelasnya
Dalam sidaknya Kadisperindag tak henti-hetinya memberikan pembinaan dan imbauan kepada para agen, pangkalan maupun pengecer agar dalam situasi cuaca extrem seperti sekarang ini tidak melakukan permainan harga bahkan melakukan penimbunan.
"Gas adalah kebutuhan pokok masyarakat, maka sangat ditegaskan pendistribusian tabung gas lebih mementingkan kebutuhan komsumsi masyarakat" tegasnya.
Disamping itu juga meminta masyarakat untuk tidak panik sehingga melakukan pembelian berlebihan, karena pemda akan terus berupaya mengatasi kelangkaan atas ketersediaan gas elpiji.
Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi Setda Rahman Made menjelaskan bahwa giat ini adalah bagian dari upaya kongkrit yang dilakukan untuk mengurai kondisi kelangkaan yang terjadi saat ini.
Diungkapkan, pada sidak ini ditemukan salah satu oknum pangecer didapati menjual tabung gas elpiji 3 Kg sebesar 35.000 pertabung, sehingga langsung diberikan teguran dan pembinaaan.
"Ini menyalahi regulasi, yang bersangkutan juga akan kami berikan surat pemanggilan resmi untuk dimintai keterangan" ungkap Rahman Made
Senada dengan kadisperindag, Rahman Made pun mengingatkan pangkalan untuk tidak menjual dengan harga yang tidak wajar ditengah situasi dan kondisi cuaca buruk seperti ini karena sanksinya tegas.
Diungkapkan pula, jika ada empat kapal yang memuat ribuan tabung gas yang sedianya akan didistribusikan ke Selayar, tertahan sejak empat hari lalu karena izin layar yang belum keluar akibat cuaca buruk, "semoga hari ini dan besok sudah ada kepastian berlayar" harapnya
Hal serupa disampaikan sejumlah agen dan pangkalan saat dilakukan sidak, mereka mengaku sudah empat hari tidak menerima pasokan dari bulukumba, dan terpantau, memang gudang-gudang mereka hanya berisi tabung kosong. (Humas)











.jpeg)