- Pimpin Rapat HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Koordinasi dan Doakan Korban KM Nurul Salsa
- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
- Bupati Selayar Terima Hasil Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah dari Kementerian PU
Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan

KEPULAUAN SELAYAR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bagian Kesra Setda bekerjasama dengan Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (26/1/2026).
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Menerapkan Konsepsi dan Filosofi Shalat Berjamaah dalam Kepemimpinan yang Islami” dan menghadirkan penceramah H. Saiful Arif, S.H.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, M.M., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan dan seluruh jajaran perangkat daerah lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, serta undangan lainnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Natsir Ali Kenalkan Pulau Tinabo pada Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan 0
- Masyarakat Desa Menara Indah Gelar Event Budaya Tahunan Anrio Sappara0
- Wabup Selayar Bacakan Amanat Presiden pada Peringatan Hari Bela Negara ke-770
- Siswa SDI Benteng No.62 Kepulauan Selayar Kunjungan Edukasi ke Gedung Dekranasda0
- Pesan Presiden Prabowo Diterjemahkan Nyata oleh Bupati Natsir Ali0
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhtar menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa sekaligus mukjizat besar bagi kerasulan Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, mulai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan Allah SWT, dan menerima perintah shalat lima waktu,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Daerah, khususnya di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam hikmah Isra Mi’rajnya, H. Saiful Arif, S.H. menegaskan bahwa shalat tidak semata-mata ritual ibadah, melainkan mengandung nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen organisasi yang ideal dalam Islam. Menurutnya, shalat khususnya shalat berjamaah merupakan miniatur kepemimpinan yang sarat dengan pelajaran kehidupan.
“Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap aturan, solidaritas sosial, serta kesetaraan di hadapan Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam praktik kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seorang imam sebelum memimpin shalat akan memperhatikan kondisi makmumnya, termasuk dalam menentukan bacaan surat. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi seorang pemimpin dalam menetapkan kebijakan.
“Seorang pemimpin harus melihat kemampuan dan kondisi masyarakat yang dipimpinnya, sebagaimana imam menyesuaikan bacaan shalat dengan keadaan makmum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful Arif mengungkapkan bahwa dalam shalat berjamaah, makmum memiliki kewajiban mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan, dengan tetap menjaga adab dan etika sesuai tuntunan fikih. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam, di mana masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkan pemimpin apabila keliru dalam melangkah, namun tetap dengan cara yang santun dan beretika.
Di akhir ceramahnya, ia menegaskan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak, sehingga nilai-nilai shalat berjamaah diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi, pemerintahan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)