- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Kepala BPKPD Klarifikasi Isu Penahanan ADD Desa Balang Butung

KEPULAUAN SELAYAR – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar, Nursal Ikhsan, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik penutupan sementara Kantor Desa Balang Butung, Kecamatan Buki.
Penutupan tersebut dipicu oleh keluhan Kepala Desa Muslimin yang menduga adanya penahanan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025 akibat tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga.
Ikhsan menegaskan bahwa pencairan ADD tidak serta-merta dikaitkan langsung dengan pelunasan PBB oleh masyarakat. Namun, laporan progres realisasi penerimaan PBB dari pemerintah desa menjadi bagian dari proses verifikasi administrasi sebagai bentuk kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Baca Lainnya :
- STQH XXIII Sulsel Resmi Ditutup, Selayar Raih Peringkat II Cabang KTIH0
- Tim SMEP Sulsel Monitoring Program Kerja PKK Selayar0
- DWP Setda Kepulauan Selayar Gelar Buka Puasa Bersama di Rayhan Resto 0
- TP PKK Selayar Bantu Warga Korban Kebakaran di Tihoro Dusun Karama0
- Bupati Basli Ali Siapkan 23 M untuk Tangani Covid-190
“Secara prinsip, ADD tetap diproses sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Laporan Progres Realisasi PBB adalah bagian dari administrasi yang perlu dilengkapi untuk melakukan pencairan. Selama realisasi PBB menunjukkan tren positif, persetujuan pencairannya pasti kami proses,” jelas Ikhsan di Makassar melalui selulernya saat dikonfirmasi pada minggu pagi (29/6/2025)
Ia menambahkan bahwa ADD tahap pertama telah tersalur sepenuhnya ke seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, termasuk desa yang capaian penagihan PBB-nya masih rendah. Desa-desa tersebut, kata Ikhsan, telah menyampaikan surat pernyataan komitmen untuk melakukan penagihan PBB secara lebih intensif pada tahap berikutnya.
Sementara itu, untuk tahap kedua, Ikhsan mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 43 desa telah mengajukan permohonan pencairan ADD tahap 2 dan seluruhnya telah dicairkan atau disalurkan. Satu-satunya desa yang belum menerima pencairan ADD tahap 2 adalah Desa Balang Butung, karena hingga batas waktu yang ditentukan masih menolak melakukan perbaikan Surat Permintaan Pembayaran (SPP).
“Ini murni penyesuaian administratif agar antara hak dan kewajiban bisa berjalan seimbang. Jadi, kami tetap memproses sesuai tahapan, bukan menolak atau menahan,” tegasnya.
Terkait kritik atas data PBB yang dianggap janggal, Ikhsan menjelaskan bahwa data yang digunakan telah melalui proses pemetaan. Bahkan sebelumnya, pihaknya telah menyurati seluruh desa untuk melakukan pemutakhiran data, namun hanya sebagian desa yang merespons dan menyampaikan datanya ke BPKPD.
Ia juga membantah tudingan bahwa pihak pendapatan bekerja tanpa turun ke lapangan. Menurutnya, tim teknis BPKPD secara rutin melakukan verifikasi langsung ke desa-desa, termasuk Balang Butung.
“Kami sudah turun langsung ke Desa Balang Butung, bahkan didampingi perangkat desa dalam proses pemetaan PBB. Jika memang ada data yang tidak sesuai, mari kita selesaikan secara teknis dan terbuka,” ujarnya.
Koordinasi dan komunikasi adalah kunci. "Kami harap penyampaian aspirasi dilakukan secara konstruktif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik,” tambahnya.
Kepala BPKPD menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk menjaga sinergi dan kolaborasi antar lembaga demi kelancaran pelayanan dan percepatan pembangunan di desa. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)