- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
- Wabup Selayar Bersama Baznas Salurkan Bantuan Rp4 Juta untuk Korban Kebakaran di Batangmata Sapo
- Stand UMKM Selayar Jadi Incaran Pengunjung, Harkopnas79 Lutim, Sekda : Ini Bukti Produk Kita Punya Pasar
- Sekda Selayar Apresiasi Lutim, Dinilai All Out Jamu Peserta Harkopnas di Danau Matano
Ketua TP PKK Selayar Buka Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

HUMAS SELAYAR --- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, membuka acara Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Pokja I TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar di Kawasan Wisata Hutan Mangrove, Jumat (15/3/2019).
Hadir dalam acara tersebut Camat Bontoharu, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bontoharu, para Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan lingkup Kecamatan Bontoharu, serta para guru SD dan SMP se-Kecamatan Bontoharu.
Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih, dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya. Hal ini sejalan dengan program kerja TP PKK khususnya Pokja I yaitu pembinaan karakter keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu berpartisipasi aktif dalah pengembangan kota layak dan ramah anak.
Baca Lainnya :
- Tiba di Pinrang, Sekretaris KONI Briefing Kontingen Porda Selayar0
- ARFANG ARIF: Tahun berikutnya, STQ di Selayar Harus Lebih Ramai0
- Sambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, Bupati Kep. Selayar Lepas Peserta Takbir Keliling, Ini Rutenya0
- Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Sertijab Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan 0
- Terjadi Lonjakan Penumpang, KMP Balibo Layani 2 Kali Trip ke 5 Kecamatan Kepulauan 0
"Terwujudnya sebuah kota sebagai kota layak anak diawali dari kesadaran setiap warganya untuk mau peduli dan saling dukung, saling mengingatkan, bahu membahu mewujudkan setiap hal yang proanak, ramah anak, peduli anak. Saya berharap sosialisasi ini dapat membangun kesadaran bersama bahwa Sekolah Ramah Anak adalah bagian penting dan tidak terpisahkan dalam pembangunan menuju Kota Layak Anak," terang Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli.
Di tempat yang sama, Camat Bontoharu, Drs. Ahmad Yani, menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini berjalan lancar dan para peserta yang hadir menyimak dan aktif dalam menerima sosialisasi sehingga dapat bersama-sama mengawal terlaksananya SRA.
Sementara pemateri dalam sosialisasi ini adalah anggota Pokja I, Dra. Arniati, menjelaskan dalam paparannya bahwa latar belakang adanya program Sekolah Ramah Anak adalah sering terjadinya kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru maupun siswa dan program pendidikan masih menjadikan anak sebagai objek dan guru selalu menjadi pihak yang benar. Jika komponen SRA terpenuhi, maka hasil yang diharapkan dari terlaksananya SRA ini bisa kita rasakan. Komponen tersebut diantaranya adalah adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang SRA, pelaksanaan proses belajar mengajar yang ramah anak, penelitian tindakan kelas terlatih hak-hak anak, sarana prasarana yang ramah anak, partisipasi anak, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya dan alumni.
"Hasil yang diharapkan dari terlaksananya SRA tentu saja adalah terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik karena bebas dari kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan; terbentuknya perilaku pendidik dan tenaga kependudukan yang berprespektif anak; penerapan disiplin positif yang membantu anak untuk berpikir dan bertindak benar untuk anak yang dianggap melalaikan kewajibannya bukan sanksi atau hukuman yang selama ini dilakukan; dan meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan dalam pengambilan keputusan di sekolah," jelas Dra. Arniati.
Sekadar diketahui bahwa sosialisasi SRA ini sudah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Kecamatan Benteng. Sosialisasi di Kecamatan Bontoharu ini adalah kedua kalinya dan jika memungkinkan, Kecamatan Bontomanai akan segera menyusul untuk agenda sosialisasi SRA. Jika Sekolah Ramah Anak (SRA) sudah mampu direalisasikan, maka terbentuknya Kota Layak Anak bukan hal yang mustahil.
Hingga berita ini diturunkan, acara sosialisasi Sekolah Ramah Anak masih berlangsung. (D)











.jpeg)