- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
- Bukan Sekadar Imbauan, Bupati Selayar Perintahkan Disperinaker Buka Layanan Dico Ulang Tabung LPG Karatan
- Kemarau Panjang, Bumi Mengering, Warga Selayar Bersujud Memohon Rahmat Allah SWT
- Marak Tabung LPG 3 Kg Berkarat ditolak Agen/Pangkalan, Bupati Selayar Tegaskan Konsumen Tak Boleh Dirugikan
- Diskominfo-SP Perkuat SDI, Sekda Selayar Tegaskan Pentingnya Data Akurat
- Bupati Natsir Ali Kukuhkan Prof. Abdul Kadir sebagai Ketua DPP PERMAS Pusat, Bendera Pataka Jadi Simbol Amanah
Pembinaan Rohani Terhadap Jajaran PNS Pemkab Selayar, Ini Materi Wabup

SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., menghadiri sekaligus sebagai pemateri dalam kegiatan pembinaan rohani terhadap jajaran PNS Pemkab Selayar, yang diselenggarakan Bagian Kesra Setda, di ruang Pola kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa (06/09/2019).
Hadir pula Sekda Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., Asisten Ekbangkes Ir. H. Arfang Arif sekaligus sebagai pemateri kedua, sejumlah pejabat eselon II, Kabag Kesra H. Abd. Rahman Made, para pimpinan OPD serta undangan lainnya.
Pembinaan rohani tersebut mengangkat tema Raihlah Kecerdasan Secara Majemuk Demi Sukses dan Selamat Dunia Akhirat.
Baca Lainnya :
- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Ini Agendanya 0
- Peringati HUT DWP ke-18, Berikut Program Prioritas DWP Selayar Tahun 20180
- Jemaah Haji Kepulauan Selayar Dijadwalkan Tiba di Tanah Air 28 September0
- Hari Bhayangkara Ke-73, Polres Kepulauan Selayar Menggelar Upacara di TMP Barugaiya dan Pelabuhan Benteng0
- Wakil Bupati Hadiri Penamatan Siswa SMAN 1 Benteng, 266 Siswa Menunggu Pengumuman0
Dalam materinya Wabup mengatakan bahwa tiap manusia hidup secara normal pasti memiliki obsesi yang dalam kajian psikologi berjuang pada kepuasan ( statisfaction), baik dunia maupun akhirat. Bahkan sekitarnya manusia itu memiliki visi, maka visi yang tepat adalah sukses dan selamat dunia dan akhirat.
Lanjut Wabub, upaya meraih kepuasan terlibat dalam suatu proses yang pada umumnya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan manusia itu sendiri. Dan tatkala kita berbicara kebutuhan manusia, maka dengan meminjam teori Abraham Harold Maslow The Basic Needs diungkapkan secara hirarki bahwa kebutuhan manusia itu meliputi kebutuhan psikologi, rasa aman, rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri.
“Proses pemenuhan kebutuhan tersebut melibatkan pihak lain, karena manusia bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi sekaligus sebagai makhluk sosial dan makhluk Allah ( hablulminannas dan habdulminalla). Proses tersebut tidak ada yang bebas nilai, karena terkait dengan kaidah atau norma-norma sosial yaitu hukum, agama, kesusilaan atau moral kesopanan,” terangnya.
Zainuddin tegaskan bahwa keseimbangan kecerdasan secara intelektual, emosional dan kecerdasan spiritual adalah modal utama dalam meraih sukses, dan selamat dunia akhirat.
Sementara pemateri kedua Asisten Ekbangkes Ir. H. Arfang Arif mengatakan terhadap segala urusan jangan terlepas dari akhlak yang baik, sehingga nantinya akan muncul iman. Olehnya itu katanya harus pandai menyingkronkan antara kecerdasa intelektual, emosional dan kecerdasan spiritual. “Ilmu yang kita miliki, harta semuanya akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak,” jelas Arfang Arif. (HUMAS / K)











.jpeg)