- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Pemkab Selayar Gandeng PT. Pokphand dan Perbankan Dukung GEMERLAP–GEMETAR

KEPULAUAN SELAYAR — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung Program Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR).
Hal ini ditandai melalui Rapat Koordinasi Program Kerja Sama Pemkab Selayar dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Bisi Internasional, serta perbankan nasional dan daerah, yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (13/1/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali, Wakil Bupati Muhtar, Forkopimda, pimpinan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Makassar, PT Bisi Internasional Tbk Makassar, pimpinan Bank Sulselbar, BRI, BNI, Mandiri, Bank BPR, Pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.
Baca Lainnya :
- Mutasi Jabatan, Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Digeser0
- Sekda Selayar Sambut Kedatangan Anggota Komisi VI DPR RI0
- Tingkatan Layanan Transaksi Perbankan, Wabup Saiful Arif Resmikan Gedung Baru Bank Mandiri 0
- Cegah Covid-19, Dinkes Selayar Gencar Edukasi Masyarakat Hingga ke Tingkat Dusun0
- Bupati Selayar Sambut Gembira Reuni Akbar IKA SMANSA Selayar, Ini Pesannya0
Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit jagung dan pestisida kepada kelompok tani, penandatanganan kerja sama antara perbankan dengan kelompok tani, serta pemaparan materi dari PT Charoen Pokphand Indonesia terkait standar kualitas jagung, teknik budidaya, manfaat ekonomi, hingga potensi pendapatan petani jagung.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali menegaskan bahwa GEMERLAP merupakan mimpi besar pembangunan pertanian Selayar, sementara GEMETAR hadir sebagai solusi jangka pendek untuk menopang ekonomi petani.
“Jagung kita tanam di sela tanaman kelapa. Sambil menunggu kelapa berbuah, petani tetap berpenghasilan. Ini bukan teori, tapi jawaban atas kebutuhan hidup petani hari ini,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa sebelum petani menanam, hasil produksi jagung telah memiliki kepastian pasar. Kehadiran perusahaan mitra dan perbankan, menurutnya, merupakan bentuk komitmen untuk memberikan pendampingan, jaminan serapan hasil panen, serta dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Namun kerja sama ini harus transparan dan adil, terutama terkait harga jual. Harga harus melindungi petani dan tidak merugikan mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengadaan 500 unit senso yang akan dibagikan ke 50 desa, penyediaan tiga unit alat berat berupa bulldozer untuk pembukaan lahan dan akses jalan tani, serta dukungan sarana air, pupuk, dan pengendalian hama.
Sementara itu, Regional Head CPD Sulawesi PT Charoen Pokphand Indonesia, Jam’an Bundu, dalam paparannya menyampaikan bahwa jagung saat ini menjadi komoditas unggulan petani selain padi dan masuk dalam program ketahanan pangan nasional.
“Antusias petani menanam jagung sangat tinggi di berbagai daerah. Di Selayar sudah mulai, namun belum merata seperti daerah lain. Ini peluang besar,” ungkapnya.
Jam’an juga membuka peluang kemitraan luas dengan petani jagung Selayar. Ia menyebutkan kebutuhan jagung oleh perusahaan mencapai sekitar 1.500 ton per hari.
Ia memaparkan, potensi pendapatan petani jagung cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan, biaya produksi berkisar Rp12–13 juta. Dengan harga jagung Rp5.500 per kilogram sesuai harga pemerintah, petani dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp50 juta per panen, atau sekitar Rp30 juta bersih setelah dikurangi biaya produksi.
“Kami ingin tumbuh bersama petani. Mari manfaatkan peluang ini. Ayo menanam jagung,” ajaknya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan petani, Pemkab Kepulauan Selayar optimistis GEMERLAP dan GEMETAR mampu menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (HUMAS-IC)
_
_











.jpeg)