- Oktober Bebas Denda, Pajak Kendaraan Diskon 50 Persen, Samsat Selayar Ajak Warga Manfaatkan Program Gubernur
- Wabup Muhtar Dorong Reforma Agraria, Penguasaan Tanah di Kawasan Takabonerate Jadi Perhatian
- Bupati Selayar Apresiasi Pengadilan Agama, Sinergi Layanan Anak dan Dispensasi Kawin Diperkuat
- Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Natsir Ali Tekankan Persatuan Membangun Selayar
- SMEP Rumah Dilan, Lansia Buktikan Usia Bukan Batas Berkarya
- Bunda PAUD Bontosikuyu dan Pasimarannu Dikukuhkan, Perkuat Perhatian pada Anak Usia Dini
- Urai Persoalan Sampah dari Hulu, TP PKK Selayar Perkuat Rumah Pilah
- Pengurus PKK dan Posyandu Dua Kecamatan Dikukuhkan, Sinergi Pelayanan Diperkuat
- Dari Paripurna APBD Perubahan, Bupati Natsir Ali Ajak Semua Kekuatan Keroyok Pembangunan Daerah
- Tamrin S. Resmi Masuk DPRD Selayar, Bupati Apresiasi Dedikasi Awiluddin Sihab
Pemkab Selayar Jelaskan Alokasi Anggaran Listrik yang Dianggap Tinggi

KEPULAUAN SELAYAR<– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar melalui Bidang Humas Diskominfo-SP memberikan penjelasan terkait Anggaran Listrik Tahun 2025 yang menuai sorotan, Anggaran tersebut dinilai tinggi, terutama setelah Rekap Belanja Tagihan Listrik per OPD beredar di media sosial.
Dalam keterangannya Kabid Humas Andi Sandra Esty Abriany, menyampaikan terima kasih atas pengawasan dan perhatian masyarakat yang konstruktif.
"Kami apresiasi kepedulian masyarakat. Kami terbuka terhadap masukan yang membangun. Namun, saran dan kritik hendaknya disampaikan secara santun, disertai identitas jelas, agar diskusi dapat berjalan produktif dan solutif," ungkapnya pada Kamis (22/5)
Baca Lainnya :
- Tahun 2023 Selayar Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan STQH Sulsel0
- Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Malam Pisah Sambut Kapolda Sulsel0
- Marjani Sultan Jabat Plh Bupati Kepulauan Selayar0
- TP PKK Bersama Dinkes Selayar Melakukan Vaksin Polio Dosis II Serentak pada 27 Provinsi0
- Jelang Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional, Berikut Arahan Ketua FKS Selayar0
Pemkab menjelaskan bahwa anggaran listrik yang terlihat besar mencakup pembayaran tagihan tidak hanya untuk kantor dinas, tetapi juga fasilitas publik dan layanan yang menjadi tanggung jawab masing-masing dinas.
Sebagai gambaran, Dinas Kesehatan dengan belanja tagihan listrik mencapai 1 milyar 634 juta lebih karena menangani pembayaran listrik RSUD dan seluruh Puskesmas di Kepulauan Selayar.
Sementara Sekretariat Daerah dengan nilai anggaran 1 milyar, menanggung biaya listrik Kantor Bupati, Rujab Bupati, Rujab Wakil Bupati, Rujab Sekda, serta fasilitas seperti Gedung Dekranasda, Sanggar PKK, Kantor Dharma Wanita, Museum Nekara, Plaza Marina, Masjid Rahmatan Lil Alamin, Dermaga Benteng, Rumah Singgah Jakarta, Jam Taman, Ruang Pola, Mess, Lapangan Tennis dan masih ada beberapa lainnya.
Begitu pula dengan Dinas Keuangan yang mengelola pembayaran listrik lampu jalan umum dan kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida).
"Dan ada juga beberapa Dinas yang memiliki Server, sehingga Kebutuhan listrik lebih tinggi karena operasional pusat data/IT yang harus menyala 24 jam." jelasnya
Andi Esty kemudian menegaskan bahwa anggaran listrik disusun berdasarkan kebutuhan dan setiap tagihan dilaporkan dengan bukti pembayaran langsung dari PLN. "Tidak ada ruang untuk penggelembungan atau mark up anggaran, setiap tagihan dapat dilacak validitasnya sesuai pemakaian riil" tegasnya
Meski anggaran telah dialokasikan secara transparan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap diimbau untuk menekan pemakaian listrik dan mengoptimalkan penghematan energi, terutama pada malam hari, dengan hanya menyalakan lampu seperlunya, imbuhnya
Terakhir Kabid Humas juga berharap agar masyarakat menyampaikan kritik secara bertanggung jawab. "Gunakan identitas asli, bukan akun fake atau akun bodong, agar diskusi terarah pada solusi," ujarnya
Dengan dialog yang transparan dan etis, Pemkab berharap kolaborasi dengan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk pembangunan yang lebih baik. (HUMAS)











.jpeg)