- Azhila dan Rusli Wakili Selayar di Babak Final MTQ XXXIV Sulsel
- Bupati Natsir Ali Terima Kunjungan Kerja Kepala BPK Sulsel Winner Franky Halomoan Manalu
- Bupati Selayar Hadiri Rakornis TMMD ke-128 di Makodim 1415, Perkuat Sinergi Bangun Desa
- TP PKK dan Disdukcapil Selayar Sosialisasikan KISAK 2026, Perkuat Tertib Administrasi Kependudukan
- Ketua TP PKK Selayar Kukuhkan 11 Duta KISAK, Perkuat Edukasi Administrasi Kependudukan
- Bupati Natsir Ali Soroti Sektor Perikanan Saat Terima Kunjungan Ombudsman
- BPS dan Bupati Selayar Perkuat Data untuk Pembangunan Lewat Kelurahan CANTIK 2026
- Qoriah Selayar Reni Anggraeni Berangsur Pulih, Sudah Diizinkan Kembali ke Pondokan
- Qoriah Asal Selayar Pingsan Usai Tampil di Cabang Tilawah Dewasa Putri MTQ XXXIV Sulsel
- Harga Jagung Rp5.500–Rp6.400/Kg, Bulog Siap Serap Hasil Petani Selayar Dukung Program GEMETAR
Rencana Bangun Industri Induk Udang Vaname, Tim Konsultan Budi Daya Perikanan Survei Perairan Selayar

Keterangan Gambar : Foto by Immank
SELAYAR – Konsultan Budi Daya Perikanan Indonesia Dr. Hasanuddin Atjo, MP., yang juga menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Sulteng, Jumat (6/9/2019) berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Selayar. Kedatangannya bersama rombongan lainnya disambut dan diterima oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., di ruang kerjanya.
Hasanuddin Atjo dalam keterangannya dijelaskan bahwa kedatangannya terkait pengembangan industri perikanan dan pariwisata di Selayar. Ia akan melakukan survei selama beberapa hari karena melihat wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar punya prospek untuk pengembangan industri induk udang vaname. Hasanuddin Atjo mengemukakan bahwa kebutuhan akan induk udang vaname selama ini masih diimpor dari luar negeri.
Ia berharap industri induk udang vaname Indonesia ada di Selayar, terlebih letak geografisnya ada di tengah-tengah Indonesia. Selain itu kata dia, sumber daya perairan Selayar dinilai masih bagus, juga memiliki bandara.
Baca Lainnya :
- Penegakan Perda, Satpol-PP Damkar Lakukan Operasi Yustisi 0
- Hebat..! Porda XVI Sulsel, Selayar Boyong 6 Medali Emas Hari Ini0
- Pesona Sulsel Gemilang, Bupati Kepulauan Selayar Terima Penghargaan Dari Gubernur Sulsel0
- Hadiri RUPS LB PT. Bank Sulselbar, Wabup Sarankan Pemecahan Masalah Perbankan Dilakukan Secara Fundamental0
- Sekda Selayar Bacakan Sambutan Menteri Agama RI Pada Hari Amal Bakti ke-71 Kemenag0
“Investor melihat Selayar punya prospek untuk pengembangan industri induk udang vaname. Olehnya itu kami datang di sini melakukan survei awal. Setelah survei, kami akan datang lagi dengan membawa investor nasional, tapi dia B2B atau Business to Business dengan industri udang dari Florida atau Hawai,” ucap Hasanuddin Atjo.
Sementara Sekda Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., sebut bahwa terkait prospek Kabupaten kepulauan Selayar untuk dijadikan sebagai pusat penangkaran induk udang vaname (udang putih), membenarkan bahwa pihak investor menginginkan ada tim yang melakukan survei awal. Sementara pusat induk udang vaname di dunia hanya ada di Hawai.
“Mereka berkeinginan membuka cabang di Selayar sebagai pusat pengembangan industri induk udang vaname nomor tiga di dunia, setelah India dan Singapura,” terangnya.
Marjani Sultan menjelaskan kebutuhan induk udang vaname di Indonesia 18 juta per tahun, sedangkan terpenuhi baru sekitar empat persen. Menurut dia bukan tidak mungkin, kalau industri induk udang vaname bisa berkembang di Selayar, kebutuhan-kebutuhan negara tetangga bisa kita suplai langsung dari Selayar.
“Tim konsultan budi daya perikanan Indonesia ini mencari perairan yang curam, kita tunjukkan pantai timur. Anak udang vaname asli akan didatangkan dari Hawai. Kemudian di sinilah dipelihari sampai jadi induk. Setelah jadi induk baru dijual,” ucapnya.
Lanjut Marjani bahwa investor nantinya ingin pengembangan industri perikanannya ini dipaketkan dengan wisata. “Jadi dia tidak hanya mengurus industri ini, tapi dia juga ingin mengurus pariwisata. Karena punya pesawat sendiri, nantinya pesawatnya ada yang memuat barang dan ada yang memuat orang. Mereka ingin wisatawan-wisatawan dari Cina misalnya diangkut langsung ke Selayar, jika panjang runway Bandara kita sudah memungkinkan,” jelas Marjani.
Mewakili Bupati, Sekda Selayar menyambut baik kedatangan tim konsultan budi daya perikanan Indonesia.
“Karena untuk menanggulangi kemiskinan, pengangguran tidak ada cara lain yang lebih cepat kecuali dengan menghadirkan investor. Ini patut kita syukuri,” tutup Marjani.
Sekadar diinfokan bahwa tim konsultan budi daya perikanan Indonesia itu, selain Hasanuddin Atjo, turut mendampingi dari UMI masing-masing Dr. Ir. Andi Tamsil, M. Si., Ir. Muhammad Saenong, M.Si., Muhammad Akram, Rismang, S. Si., M.Si., serta Rama Ramzhani. Hadir Pula Kadis Kelautan dan Perikanan Selayar Ir. Makkawaru, Marsuki Adam juga dari DKP Selayar. (HUMAS/IM)










.jpeg)