Breaking News
- Lagu Salendang Mayang Hantarkan Paduan Suara Selayar Sabet Juara II Harkopnas 79
- Tak Sekadar Memantau, Sekda Ikut Menata Produk UMKM Selayar di Harkopnas Ke79 di Sorowako
- Natsir Ali Dipercaya Pimpin HKTI Selayar, Perkuat Peran Petani dalam Pembangunan
- TP PKK Selayar dan IKA Farmasi Unhas Perkuat Edukasi Kosmetik dan Pangan Aman
- IKA Farmasi Unhas Edukasi Warga Selayar, Wabup Muhtar Ajak Cerdas Pilih Kosmetik dan Pangan
- Wabup Selayar dan Rektor UIN Alauddin Dorong KKN Jadi Awal Kolaborasi Berkelanjutan
- Pengumuman Seleksi Terbuka Jabatan Komisaris dan Direksi PT Bumi Maritim Tanadoang
- Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Pulau Jampea Selayar, Warga Berhamburan Keluar Rumah
- Oktober Bebas Denda, Pajak Kendaraan Diskon 50 Persen, Samsat Selayar Ajak Warga Manfaatkan Program Gubernur
- Wabup Muhtar Dorong Reforma Agraria, Penguasaan Tanah di Kawasan Takabonerate Jadi Perhatian
Sidang Perdana Pelanggaran Perda Ternak, Begini Putusan PN Selayar
kepulauanselayarkab.go.id - Langkah tegas yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepulauan Selayar terhadap penertiban hewan ternak berkeliaran terus berlanjut.
Seperti pernyataan sebelumnya oleh Kasi Pengaduan Masyarakat Satpol PP Patta Bau, S. Sos, M.Si, menegaskan bahwa pemilik ternak yang sudah diberikan teguran dan surat pernyataan, lantas belum juga diindahkan dengan masih membiarkan ternaknya berkeliaran akan di proses hingga ke meja hijau.
Seperti yang terjadi hari ini Selasa (5/12/2017), pemilik ternak sapi dengan inisial D (54) warga Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng menjalani sidang perdana, di Pengadilan Negeri Selayar sekitar pukul 14.00 Wita, karena diduga melanggar ketentuan pasal 8 ayat (2) Perda Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 20 Tahun 2009 tentang pemeliharaan ternak.
Sebelumnya ternak milik D ditemukan oleh Satpol PP Damkar Kabupaten Kepulauan Selayar, sedang berkeliaran yang mengganggu ketertiban umum dan keindahan kota Benteng (20/11/2017) lalu, di Lingkungan Bonehalang Selatan, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng.
Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Bili Abi Putra, S.H.,M.H., terdakwa (D) mengakui semua kesalahannya, bahwa telah melanggar ketentuan pasal 8 ayat (2) Perda Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 20 Tahun 2009 tentang pemeliharaan ternak. Olehnya itu terdakwa meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Dari amar putusan Pengadilan Negeri Selayar yang dibacakan oleh Hakim Ketua Bili Abi Putra, S.H.,M.H., terdakwa terbukti secara sah melanggar perda tersebut dengan tindak pidana ringan. Terkait dengan hal tersebut, terdakwa dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Meski demikian putusan hakim ketua juga menetapkan hukuman pidana tersebut tidak usah dijalani, kecuali jika dikemudian hari ada keputusan hakim yang menetukan lain disebabkan karena terpidana melakukan tindak pidana sebelum masa percobaan selama satu tahun terakhir.
Atas kasus tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. Ahmad Aliefyanto, M.M., Pub., berharap agar pemilik ternak dapat menjadi peternak yang baik.
"Kita berharap dalam sidang perdana dapat menjadi pembelajaran bagi peternak lainnya. Saya imbau agar dapat menjadi peternak yang baik," jelas Ahmad Aliefyanto saat dikonfirmasi Selasa malam. (KT2)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)