Breaking News
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
- Wabup Selayar Bersama Baznas Salurkan Bantuan Rp4 Juta untuk Korban Kebakaran di Batangmata Sapo
- Stand UMKM Selayar Jadi Incaran Pengunjung, Harkopnas79 Lutim, Sekda : Ini Bukti Produk Kita Punya Pasar
- Sekda Selayar Apresiasi Lutim, Dinilai All Out Jamu Peserta Harkopnas di Danau Matano
- Sekda Selayar Jalin Komunikasi Lintas Daerah, Dorong Promosi Produk UMKM di Pekan Expo Harkopnas 79 Sorowako
Wabup Selayar Temui Pengungsi Banjir di BPBD

Banjir yang terjadi sore tadi di Kepulauan Selayar disebabkan oleh hujan deras sejak pagi menyebabkan sungai meluap yang bersamaan dengan pasangnya air laut.Â
Wabup bertemu langsung korban banjir yang sudah mengungsi di posko BPBD (Selasa, 22/1/2019)Â
"Ini bencana yang memang harus segera ditindaki. Meski di luar kemampuan manusia, kita harus tetap memaksimalkan segala yang ada untuk membantu evakuasi korban banjir sambil tetap waspada dengan apa yang selanjutnya akan terjadi. Sekali lagi, warga Selayar tetap dalam waspada dan jangan panik. Pemerintah tidak diam. Kita tetap mengusahakan yang terbaik," ungkap Wabup.Â
Wabup juga menambahkan bahwa pengungsi saat ini dievakuasi kembali ke Gedung 45 yang tempatnya lebih luas hingga dokter bisa lebih mudah untuk merawat korban banjir. Distribusi pakaian dan makanan juga bisa lebih mudah.Â
"Terima kasih juga kepada Kapolres, Dandim, BPBD, dan Dinas Sosial yang begitu cepat dan sigap terhadap kejadian ini," tambah Wabup.Â
Sebanyak 99 pengungsi, 1 rumah hanyut, dan 6 rumah rusak berat yang terdata sementara di posko BPBD.Â
Salah satu korban banjir, Reski Damayanti, (26 tahun) warga Tabang Baru, yang juga merupakan PTT BPBD, bersama suami dan anak usia 9 dan 5 tahun terpaksa mengungsi dengan banjir yang menghanyutkan rumah yang terbuat dari papan beserta isinya karena ketinggian air mencapai 3 meter. Hanya pakaian di badan yang bisa dibawa.Â
"Harapannya bisa mendapatkan perhatian pemerintah secepatnya karena kami sudah tidak memiliki apa-apa yang bisa diandalkan saat ini," ujar Reski penuh haru.Â
(Dianika Ariatami)
Â
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)