- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Budaya Dide Dihidupkan Lagi, Bupati Selayar Apresiasi Festival Kelong Sino Ri Bungayya

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, menghadiri Festival Seni dan Budaya Tradisional “Kelong Sino Ri Bungayya” yang digelar di Dusun Sariahang, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kamis (27/11).
Kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK disambut secara adat oleh masyarakat setempat, sebuah tradisi penuh kehangatan yang menandai penghormatan kepada tamu kehormatan.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan barazanji khas masyarakat setempat, sebagai bentuk syukur dan doa sebelum pelaksanaan rangkaian festival.
Baca Lainnya :
- Ini Pemenang Lomba Gerak Jalan Indah dan Drum Band Tingkat Pelajar, HUT ke-79 RI0
- Saiful Arif Dorong Perkembangan Kreatifitas dan Inovasi Pemuda Indonesia0
- Bupati Kepulauan Selayar Mengikuti Upacara HUT Bhayangkara ke-76 Secara Virtual0
- Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Selayar Gelar Ekspos Data0
- In House Training Inspektorat, Begini Arahan Wakil Bupati Kepulauan Selayar0
Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kepulauan Selayar atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa festival ini digelar sebagai upaya mengangkat kembali budaya dide, sebuah tradisi yang biasanya dilaksanakan saat pesta panen. Namun demikian, regenerasi pelaku budaya semakin berkurang sehingga diharapkan ada perhatian lebih dari dinas terkait untuk melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Natsir Ali memberikan apresiasi tinggi kepada panitia, pemerintah desa, para tokoh adat, serta masyarakat Bungayya yang telah berinisiatif menggelar Festival Seni dan Budaya Tradisional ini.
"Kelong Sino Ri Bungayya bukan hanya sebuah acara seni, tetapi merupakan cerminan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat kita. Tradisi seperti ini adalah warisan leluhur yang tidak ternilai dan harus kita jaga bersama," ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal, termasuk tradisi dide yang kini mulai jarang ditemukan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan kearifan lokal kepada generasi muda. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian, dukungan, dan ruang bagi tumbuhnya kembali kesenian dan tradisi Selayar di setiap kecamatan dan desa," tambahnya.
Bupati berharap festival ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal serta mendorong regenerasi pelaku seni tradisional di Selayar.
Festival Kelong Sino Ri Bungayya berjalan penuh keakraban dan antusiasme, diisi dengan berbagai penampilan seni tradisional yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat Bungayya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya serta menjadi daya tarik wisata budaya di Kepulauan Selayar. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)