- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Bupati Natsir Ali Bangun Fondasi Industri Kelapa, Unhas Mulai Susun Studi Kelayakan

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar H. Muhammad Natsir Ali mulai menggeser arah pengelolaan komoditas kelapa dari sekadar perdagangan bahan mentah menuju industri bernilai tambah. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kini menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menyusun Feasibility Study (FS) pembangunan industri pengolahan kelapa. Jumat (21/8/2026)
Natsir Ali mengatakan, hilirisasi menjadi langkah penting agar potensi kelapa tidak terus keluar dari Selayar tanpa memberikan nilai ekonomi maksimal bagi daerah.
“Kita tidak ingin kekayaan kelapa hanya meninggalkan daerah dalam bentuk bahan mentah. Kelapa harus diolah, diberi nilai tambah, dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan daerah,” kata Bupati Natsir Ali.
Baca Lainnya :
- Produk Lokal Selayar Laris Manis pada Pameran UMKM MTQ XXXIII Sulsel0
- Ketua TP. PKK Kecamatan Benteng Serah Terima Jabatan0
- Adnan Lantik Pengurus PMI Selayar Periode 2022-20270
- Dankodaeral VI Optimistis Pembangunan Lanal Selayar Segera Dimulai, Anggota Komisi 1 DPR RI siap kawal0
- Cegah Penyebaran Corona, Ini Imbauan Bupati Kepulauan Selayar Terhadap Pengelola Warkop dan Cafe0
Langkah tersebut mulai memasuki tahap teknis. Tim penyusun FS Unhas turun langsung melakukan koordinasi dengan Pemkab Selayar hingga meninjau kawasan AGROPENA di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene.
Di lokasi, tim mengkaji sejumlah faktor yang menentukan kelayakan industri, mulai dari kondisi dan luas lahan, ketersediaan air baku dan energi, pengelolaan limbah, posisi permukiman hingga akses menuju Pelabuhan Pamatata.
Pemkab Selayar menyiapkan opsi lahan hingga 10 hektare. Namun, tim Unhas menilai kebutuhan awal sekitar 5 hektare sudah cukup untuk memulai pembangunan, dengan ruang pengembangan yang telah tersedia untuk tahap berikutnya.
Bagi Natsir Ali, kesiapan lahan merupakan salah satu fondasi awal. Tahap berikutnya adalah memastikan industri yang dibangun benar-benar layak secara regulasi, teknis, sosial, lingkungan, serta finansial dan ekonomi.
FS Unhas juga disiapkan sebagai dokumen dasar untuk membuka pembicaraan investasi dengan calon investor industri kelapa asal India yang akan melakukan kunjungan ke Unhas. Kajian tersebut akan menjadi pijakan dalam menentukan skala industri, termasuk kapasitas pengolahan kelapa per hari.
“Setiap buah kelapa yang tumbuh di Selayar harus mampu menghadirkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, tenaga kerja, dan daerah,” tegasnya.
Natsir Ali menyebut pembangunan industri kelapa membutuhkan kerja bersama melalui kolaborasi akademisi, investor, masyarakat, dan pemerintah. Pemerintah, kata dia, harus memastikan potensi komoditas tidak berhenti pada produksi, tetapi berlanjut menjadi industri dan lapangan ekonomi baru.
Upaya itu diperkuat melalui Program GEMERLAP sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan bahan baku.
“Industri yang dibangun hari ini bukan sekadar bangunan dan mesin. Kita ingin membangun warisan ekonomi yang dapat dirasakan generasi Selayar mendatang,” ujar Bupati Natsir Ali. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)