- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
- Bukan Sekadar Imbauan, Bupati Selayar Perintahkan Disperinaker Buka Layanan Dico Ulang Tabung LPG Karatan
- Kemarau Panjang, Bumi Mengering, Warga Selayar Bersujud Memohon Rahmat Allah SWT
- Marak Tabung LPG 3 Kg Berkarat ditolak Agen/Pangkalan, Bupati Selayar Tegaskan Konsumen Tak Boleh Dirugikan
- Diskominfo-SP Perkuat SDI, Sekda Selayar Tegaskan Pentingnya Data Akurat
- Bupati Natsir Ali Kukuhkan Prof. Abdul Kadir sebagai Ketua DPP PERMAS Pusat, Bendera Pataka Jadi Simbol Amanah
- Kominfo Enrekang Dalami Strategi Pengelolaan PPID dan SP4N-LAPOR! Selayar
- Mari Berdoa Bersama, Pemkab Selayar Gelar Salat Istisqo untuk Memohon Hujan
- Wabup Muhtar Pantau Tiga APMS, Pelayanan dan Pasokan BBM Jadi Perhatian
CCRES Pilih Selayar Sebagai Lokasi Penelitian

kepulauanselayarkab.go.id – Capturing Coral Reef and Related Ecosystem Services (CCRES) akan mengembangkan lokasi penelitiannya pada dua negara yakni Filipina dan Indonesia. Dari press release yang diterima dari Kadis Kelautan dan perikanan (DKP) Kepulauan Selayar Ir. Makkawaru, Rabu (15/2/2017) menyebut Khusus di Indonesia, CCRES memilih Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai lokasi penelitian.
“Kepulauan Selayar satu-satunya lokasi di Indonesia menjadi pilihan CCRES sebagai lokasi penelitian, yang didasari hasil survei pendahuluan yang dilakukan pada beberapa daerah lokasi Coremap-CTI wilayah timur Indonesia,” kata Ir. Makkawaru.
Ir. Makkawaru mengatakan pemilihan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai site project, karena potensi sumber daya kelautan dan perikannnya, memiliki posisi yang strategis, serta rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K), yang saat ini sementara berjalan. Ia menggambarkan bahwa dari hasil pemodelan hidrodinamika yang dilakukan oleh tim CCRES, didapatkan gambaran tentang kontribusi perairan di sekitar Kepulauan Selayar memiliki peran yang sangat besar dalam menyuplai larva (self-recruitment- dan larva seurce) bagi wilayah perairan sekitarnya secara luas.
Baca Lainnya :
- Selayar Terima Penghargaan APE Dari Pemerintah Pusat0
- Pemda Kep. Selayar Presentase tentang Kemarin dan Harapan Hari Esok Selayar0
- Bupati Kepulauan Selayar Tuntaskan Jalur Katrac One Day Trail Andventure 20170
- Bupati Kepulauan Selayar Konsultasi Dengan Ketua GIPI di Jakarta0
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Acara Peresmian Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara0
“kondisi ini menjadi perhatian serius bagi CCRES, karena dianggap mampu berkontribusi secara luas bagi keberlanjutan sumberdaya ikan, baik secara lokal, regional, nasional, maupun internasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa CCRES merupakan salah satu proyek yang dilaksanakan hasil kolaborasi beberapa lembaga dan instansi, diantaranya Universitas Queensland Australia, Universitas Davis Amerika, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan beberapa lembaga lainnya yang didanai oleh Bank Dunia. CCRES membangun konsep pemanfaatan jasa sumberdaya terumbu karang dan ekosistem terkait, yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Proyek tersebut kata Ir. Makkawaru, diproyeksikan akan menyelesaikan penelitiannya sampai dengan Tahun 2018. Dalam penelitian ini melibatkan beberapa peneliti senior dari beberapa negara dan universitas terkemuka di dunia. Ia berharap dokumen hasil kajian CCRES dapat diimplementasikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pengambilan kebijakan sebagai model pengembangan kelautan dan perikanan, serta sebagai penggerak ekonomi pembangunan secara berkelanjutan. (FIRMAN)











.jpeg)