Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar

By Firman 23 Jul 2026, 19:50:45 WIB Berita
Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Setelah sebelumnya menyerahkan santunan sebesar Rp29 juta kepada keluarga 24 korban hilang dan satu korban meninggal dunia di Posko Jampea, BAZNAS Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menyalurkan bantuan kepada empat penumpang yang selamat dari tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

Penyerahan santunan berupa uang tunai berlangsung di Kantor BAZNAS Kepulauan Selayar, pada Selasa (21/7) lalu. Salah satu penerima bantuan, Salla, tampak haru didampingi istri, anak, dan rekannya saat menerima santunan tersebut.

Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Leonardo M. Siregar, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada para penyintas.

Baca Lainnya :

"Ini adalah bantuan dari BAZNAS. Semoga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga setelah mengalami musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa," ujar Leonardo saat menyerahkan santunan, disaksikan Koordinator Auditor Saiful Arif, Wakil Ketua IV Bidang Umum dan Pelaporan Abd. Karim, serta staf BAZNAS.

Sebelum menerima bantuan, Salla, warga Dusun Kayuangin, Desa Massungke, menceritakan detik-detik sebelum kapal mengalami musibah.

Menurutnya, kerusakan bermula dari sistem pendingin mesin kapal. Mesin sempat kembali berfungsi setelah diperbaiki, namun tidak lama kemudian komponen pendingin kembali terlepas hingga menyebabkan mesin mati total.

Melihat kondisi tersebut, Salla sempat berusaha menghubungi keluarganya di Pulau Polassi untuk meminta pertolongan, namun tidak berhasil karena jaringan komunikasi tidak tersambung. Istrinya, Nasmawati, kemudian kembali mencoba menghubungi keluarga.

Tak lama berselang, sebuah kapal kayu kecil terlihat dari kejauhan dan perlahan mendekati KLM Nurul Salsa. Kesempatan itu dimanfaatkan Salla dan keluarganya untuk menyelamatkan diri.

Mereka lebih dahulu menyeberangkan putra mereka, Muhammad Riswan, kemudian disusul Salla dan istrinya. Salla mengaku sempat mengajak penumpang lain ikut berpindah ke kapal kecil tersebut, namun hanya sebagian yang bersedia. Sebagian lainnya memilih tetap bertahan dengan harapan mesin kapal dapat kembali berfungsi.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Salla bersama keluarganya meninggalkan KLM Nurul Salsa, sekitar lima jam setelah kapal mengalami kerusakan mesin.

Perjalanan menuju Pulau Polassi tidak mudah. Kapal kecil yang mereka tumpangi terus dihantam gelombang tinggi. Meski demikian, mereka akhirnya berhasil tiba dengan selamat.

"Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan keselamatan. Bantuan dari BAZNAS ini tentu sangat berarti bagi kami," ungkap Salla. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Bupati & Wakil Bupati

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita TGUPP

Read More