- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
- Bukan Sekadar Imbauan, Bupati Selayar Perintahkan Disperinaker Buka Layanan Dico Ulang Tabung LPG Karatan
- Kemarau Panjang, Bumi Mengering, Warga Selayar Bersujud Memohon Rahmat Allah SWT
- Marak Tabung LPG 3 Kg Berkarat ditolak Agen/Pangkalan, Bupati Selayar Tegaskan Konsumen Tak Boleh Dirugikan
- Diskominfo-SP Perkuat SDI, Sekda Selayar Tegaskan Pentingnya Data Akurat
- Bupati Natsir Ali Kukuhkan Prof. Abdul Kadir sebagai Ketua DPP PERMAS Pusat, Bendera Pataka Jadi Simbol Amanah
- Kominfo Enrekang Dalami Strategi Pengelolaan PPID dan SP4N-LAPOR! Selayar
- Mari Berdoa Bersama, Pemkab Selayar Gelar Salat Istisqo untuk Memohon Hujan
- Wabup Muhtar Pantau Tiga APMS, Pelayanan dan Pasokan BBM Jadi Perhatian
Pemkab Selayar Fokus Distribusi Logistik ke Lokasi Terdampak Gempa

KEPULAUAN SELAYAR - Bencana gempa bumi NTT bermaknitudo 7,4 SR yang melanda wilayah kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu telah meninggalkan banyak korban. Bukan hanya korban materi tetapi juga telah menimbulkan korban luka-luka khususnya pada dua kecamatan terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar yang berbatasan lagsung dengan pusat gempa di laut flores NTT, yakni Kecamatan pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Tujuh hari pasca gempa, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar masih fokus menitipberatkan distribusi logistik pada masa penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR. Logistik yang didistribusikan ke lokasi terdampak gempa terus diupayakan tepat sasaran dan mencukupi para korban baik yang masih bertahan dipengungsian maupun yang sudah balik ke rumah masing-masing.
Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali dalam keterangan persnya di media center penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Jalan Muh. Karaeng Bonto Benteng Selayar, Selasa (21/12/2021) sore.
Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Berbelasungkawa atas Meninggalnya Sudjiatmi Notomiharjo, Ibunda Presiden Jokowi0
- Bupati Kepulauan Selayar Keluarkan Edaran Tentang Netralitas ASN pada Pilkada 20200
- Bupati Kepulauan Selayar Tinjau Tanggul Jebol di Desa Bonea0
- Bupati Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan Dana Stimulus Bagi Pelaku UMKM0
- Buka Musrenbang RKPD, Bupati Sebut Pertumbuhan Ekonomi Selayar Lebih Tinggi dari Pemprov Sulsel0
Bupati didampingi oleh Dansatgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Letkol Kav. Adi Priatna, bersama Wadan satgas AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH,S.IK.,M.M,M.IK serta Sekda Kepulauan Selayar Mesdiyono yang juga adalah Wadan Satgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR.
Bupati mengatakan, kendala saat ini dalam pendsitribusian logistik adalah karena cuaca ekstrim. Sedangkan alat transportasi pengangkut logistik yang digunakan sementara ini kata basli Ali KM Banawa Nusantara 90, KM Bunga Batari, dan KM Salsabila. Selanjutnya ada kapal dari ASDP yaitu KMP Balibo, ditambah satu kapal milik TNI AL dan satu Helikopter dari BNPB serta satu speed boad.
"Karena cuaca saat ini lagi ekstrim, sehingga kami bersama tim memaksimalkan Helikopter untuk pendistribusian logistik untuk sampai ke dua kecamatn terdampak, yaitu Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu," ucap Basli Ali.
Basli Ali mengatakan sejauh ini bantuan logistik yang masuk diposko induk berasal dari 73 donatur, diantaranya dari Presiden RI, Kemensos, Gubernur Sulsel, Pangdam, Kapolda, serta donatur lainnya. Sebagian besar logistik yang masuk kata dia sudah didistribusikan ke dua kecamatan terdampak.
meski demikian lanjut Basli Ali bahwa bantuan yang masih ada diposko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar segera didistribusikan ke wilayah Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Dalam keterangannya, Bupati Kepulauan Selayar mengungkapkan jumlah pengungsi pada saat gempa kurang lebih 18 ribu orang, namun saat ini masih bertahan di pengungsian tersisa kurang lebih 6.500 orang. Sedangkan rumah rusak total 471 unit, dengan rincian rusak berat 205, rusak ringan 172, dan rusak sedang 94 unit. Kendati demikian masih ada beberpa desa yang sementara didata dari tim kaji teknis.
"Total kerugian masih sementara dihitung karena fokus kita distribusi logistik agar kebutuhan pengungsi terpenuhi," tutup Basli Ali. (Diskominfo-SP/Im)











.jpeg)