- Merajut Harapan di Tengah Duka, TP PKK Selayar Kunjungi Korban Selamat KM Nurul Salsa di RSUD KH. Khayyung
- Hari Keenam Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Korban Selamat Tiba di Selayar, Operasi SAR Terus Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Bersama Kemkomdigi Matangkan Pembentukan Layanan Darurat Call Centre 112
- Bupati Natsir Ali Undang Khusus Kapten Aso dan ABK KMN Sinar Mattoanging 04 atas Aksi Penyelamatan Korban KM Nurul Salsa
- Direktur Operasi Basarnas Tinjau Operasi SAR KM Nurul Salsa di Selayar, Bupati Usulkan Peningkatan Pos Basarnas Menjadi Kantor
- Bupati Selayar: Biaya Pengobatan Lima Korban Selamat KLM Nurul Salsa Ditanggung Pemda, Diska Akan Diberi Beasiswa
- Bupati Natsir Ali Menjemput Langsung Korban KM Nurul Salsa yang Bertahan 4 Hari di Laut
- Dua Korban KLM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Asmal dan Nurmiati Berada di Atas Kapal Bari Baria 05
- Bupati Selayar Natsir Ali Minta KMP Balibo Dihentikan Sementara, Utamakan Keselamatan Penumpang
- Harapan Terus Hidup, Bupati Selayar Intensifkan Koordinasi Pencarian, Lima Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat
Pemkab Selayar Fokus Distribusi Logistik ke Lokasi Terdampak Gempa

KEPULAUAN SELAYAR - Bencana gempa bumi NTT bermaknitudo 7,4 SR yang melanda wilayah kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu telah meninggalkan banyak korban. Bukan hanya korban materi tetapi juga telah menimbulkan korban luka-luka khususnya pada dua kecamatan terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar yang berbatasan lagsung dengan pusat gempa di laut flores NTT, yakni Kecamatan pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Tujuh hari pasca gempa, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar masih fokus menitipberatkan distribusi logistik pada masa penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR. Logistik yang didistribusikan ke lokasi terdampak gempa terus diupayakan tepat sasaran dan mencukupi para korban baik yang masih bertahan dipengungsian maupun yang sudah balik ke rumah masing-masing.
Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali dalam keterangan persnya di media center penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Jalan Muh. Karaeng Bonto Benteng Selayar, Selasa (21/12/2021) sore.
Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Irup Pengibaran Bendera Merah Putih HUT ke-76 Kemerdekaan RI0
- Inspektur Upacara HUT RI, Bupati Kepulauan Selayar Mengajak Terapkan Protokol Kesehatan0
- Bupati Selayar Imbau Pengunjung dan Pengelola Warung Perhatikan Protkes0
- Hut ASDP, Bupati Basli Ali tanam Pohon Mangrove0
- Kepulauan Selayar Peringkat IV se Sulsel Kategori Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan TA 20190
Bupati didampingi oleh Dansatgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Letkol Kav. Adi Priatna, bersama Wadan satgas AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH,S.IK.,M.M,M.IK serta Sekda Kepulauan Selayar Mesdiyono yang juga adalah Wadan Satgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR.
Bupati mengatakan, kendala saat ini dalam pendsitribusian logistik adalah karena cuaca ekstrim. Sedangkan alat transportasi pengangkut logistik yang digunakan sementara ini kata basli Ali KM Banawa Nusantara 90, KM Bunga Batari, dan KM Salsabila. Selanjutnya ada kapal dari ASDP yaitu KMP Balibo, ditambah satu kapal milik TNI AL dan satu Helikopter dari BNPB serta satu speed boad.
"Karena cuaca saat ini lagi ekstrim, sehingga kami bersama tim memaksimalkan Helikopter untuk pendistribusian logistik untuk sampai ke dua kecamatn terdampak, yaitu Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu," ucap Basli Ali.
Basli Ali mengatakan sejauh ini bantuan logistik yang masuk diposko induk berasal dari 73 donatur, diantaranya dari Presiden RI, Kemensos, Gubernur Sulsel, Pangdam, Kapolda, serta donatur lainnya. Sebagian besar logistik yang masuk kata dia sudah didistribusikan ke dua kecamatan terdampak.
meski demikian lanjut Basli Ali bahwa bantuan yang masih ada diposko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar segera didistribusikan ke wilayah Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Dalam keterangannya, Bupati Kepulauan Selayar mengungkapkan jumlah pengungsi pada saat gempa kurang lebih 18 ribu orang, namun saat ini masih bertahan di pengungsian tersisa kurang lebih 6.500 orang. Sedangkan rumah rusak total 471 unit, dengan rincian rusak berat 205, rusak ringan 172, dan rusak sedang 94 unit. Kendati demikian masih ada beberpa desa yang sementara didata dari tim kaji teknis.
"Total kerugian masih sementara dihitung karena fokus kita distribusi logistik agar kebutuhan pengungsi terpenuhi," tutup Basli Ali. (Diskominfo-SP/Im)










.jpeg)