- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
Penuhi Undangan Nelayan, Wabup Selayar Pastikan Tangkapan Ikan Diluar Lokasi Terdampak Aman Dikonsumsi

KEPULAUAN SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H memenuhi undangan para nelayan dan pedagang ikan di pasar TPI Bonehalang untuk bakar ikan dan makan bersama, Sabtu (21/1/2023).
Dihadapan para nelayan, Wabup Saiful Arif sekaligus menegaskan bahwa tangkapan ikan diluar lokasi yang terkena dampak yang dijual di TPI aman untuk dikonsumsi.
Beberapa hari sebelumnya, fenomena air laut di pantai Desa Parak Kecamatan Bontomanai hingga ke pantai Bonea Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng tiba-tiba berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan bau menyengat. Menyusul kemudian ikan-ikan ditemukan mabuk dan mati di area tersebut.
Baca Lainnya :
- Paripurna DPRD Selayar, Agenda Penyerahan Ranperda APBD Perubahan TA 2018 0
- Putra Daerah Selayar Ali Yathas Terpilih Sebagai Ketum PRSI Sulsel0
- Harumkan Nama Selayar, Agustini Juara I MTQ XXXII Sulsel pada Cabang Khat Al-Qur'an0
- Keliling Dusun, MBA Silaturahim Serap Aspirasi Warga0
- Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR RI Muhammad Rapsel Ali0
Menyikapi hal ini, Wabup Kepulauan Selayar mengeluarkan imbauan untuk tidak terburu-buru mengkonsumsi ikan yang ditangkap dari area yang terdampak sebelum keluar uji Laboratorium dari Makassar untuk memastikan aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Pasca keluarnya imbauan tersebut, berbagai persepsi muncul disosial media yang seolah-olah menafsirkan bahwa imbauan tersebut adalah larangan makan ikan dari hasil tangkapan secara keseluruhan meskipun itu tangkapan dari luar area lokasi terdampak. Hal ini berimbas dengan sepinya pembeli ikan di pasar TPI Bonehalang juga di Pasar Sentral Bonea.
"Saya hadir disini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ikan yang ditangkap dilokasi yang terdampak saja yang perlu kita waspadai dan hati-hati untuk jangan terburu buru mengkonsumsi," jelas Saiful Arif.
"Pada hari kedua kejadian yaitu pada hari Rabu kemarin kami sudah turun di lapangan dan mendeteksi apa yang terjadi di lokasi. Tetapi kita tidak bisa berasumsi bahwa ikannya mati karena hanya kekurangan oksigen atau karena racun. Kita tidak boleh berasumsi, harus uji laboratorium. Oleh karena itu saya hadir disini untuk memberikan informasi dan pesan bahwa ikan yang ditangkap diluar lokasi yang terdampak, itu tidak ada masalah," tegasnya.
Wabup berharap agar masyarakat bijak bersosial media. "Mudah-mudahan masyarakat membaca baik media sosial maupun media cetak, dapat memilah dan memilih hasil tangkapan ikan dari mana. Kalau sudah dipastikan di luar lokasi yang terdampak, Insya Allah aman, tidak bermasalah bagi kesehatan dan jiwa manusia," pungkasnya.
Meski demikian Wabup mengatakan tetap menunggu informasi resmi terkait hasil uji laboratorium di Makassar. (Diskominfo SP/Im)











.jpeg)