- Satgas BBM-LPG Terbentuk, Sekda : Distribusi Kepulauan Harus Jadi Perhatian Khusus
- Anjangsana HUT TNI ke-81, Kodim 1415 Selayar Temui Tokoh Adat Andi Abdurrahman
- Perkuat SDM Pariwisata, Pemkab Selayar Gandeng Unhas Gelar Tes TOEFL
- Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Nasional 25–27 September adalah Hoaks
- Bupati Natsir Ali Percepat Penanganan Listrik Jampea, PLN Kirim Mesin 600 kW
- SMEP TP PKK Selayar Dorong Pojok Baca Jadi Ruang Literasi Keluarga
- Bupati Natsir Ali Hadirkan 100 Sertifikat Tanah Gratis untuk Nelayan Karumpa dan Pulo Madu
- Pemkab Selayar Desak Telkom, PLN dan TV Kabel Rapikan Kabel
- Tembus Pasar MBG, BUMDes Tanjung Harapan Barat Lambongan Jadi Contoh, Wabup Muhtar Tantang Desa Lain
- Bupati Natsir Ali Perkuat Kerja Sama dengan BPBPK Sulsel di Bidang Sanitasi
Satgas BBM-LPG Terbentuk, Sekda : Distribusi Kepulauan Harus Jadi Perhatian Khusus

KEPULAUAN SELAYAR — Persoalan distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg di Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menjadi sorotan. Pemerintah daerah membentuk Satuan Tugas Pemantauan dan Pengawasan untuk mengurai masalah distribusi yang selama ini berulang, terutama di wilayah kepulauan.
Rapat koordinasi Tim Satgas digelar di Ruang Rapat Pimpinan, Senin (28/9/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Selayar, Andi Abdurrahman, dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran Tim Satgas.
Tim Satgas terdiri dari unsur TNI-Polri, Kejaksaan, Syahbandar, jajaran Pemkab Selayar hingga pengelola APMS. Satgas dipimpin Asisten Perekonomian Setda Selayar.
Baca Lainnya :
- Saiful Arif Harap Ada Jalur Khusus untuk Putra Putri Daerah Memperoleh Pendidikan di Kampus Vokasi Unhas0
- Wabup dan Pimpinan Baznas Besuk Pasien PJT RS. Wahidin0
- GM PLN UIW Sulselrabar Silaturrahim Dengan Bupati Selayar0
- Wabup Selayar Resmikan Menara Masjid Mujahidin Muhammadiyah Tanadoang0
- Hardiknas, Wabup Kepulauan Selayar Bacakan Pidato Seragam Mendikbud RI0

Sekretaris Daerah Selayar, Andi Abdurrahman, mengatakan pembentukan Satgas merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Selatan. Menurutnya, kondisi geografis Selayar membutuhkan pola distribusi dan pengawasan yang berbeda.
“Persoalan ini sudah terjadi sepanjang tahun. Karena itu dibutuhkan langkah konstruktif dan koordinasi yang berjenjang hingga kecamatan dan desa, Distribusi kepulauan harus jadi perhatian khusus” ujarnya
Sekda juga mengingatkan potensi penimbunan serta praktik kendaraan yang berulang kali mengisi BBM bersubsidi di APMS. Ia meminta sistem barcode dimaksimalkan agar penyaluran tepat sasaran.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar mengatakan persoalan BBM tersebut bukan masalah baru dan membutuhkan kerja bersama agar tidak terus berulang.
“BBM adalah kebutuhan masyarakat. Kita berharap melalui Satgas ini persoalan yang terjadi bisa diurai dan kondisi seperti ini tidak kembali terulang,” katanya.
Ia juga meminta APMS membatasi kendaraan yang berulang kali melakukan pengisian BBM bersubsidi, sehingga penyaluran dapat lebih merata dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Selayar menyebut berdasarkan analisis data, kuota BBM Selayar secara perhitungan dinilai cukup jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan kendaraan. Persoalan dinilai lebih banyak berada pada tata kelola dan jalur distribusi.
Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain penyalur utama yang masih terkonsentrasi di daratan, keterbatasan agen, ketergantungan pada jalur kapal, lemahnya pengawasan penjualan BBM menggunakan drum, serta distribusi ke pulau yang masih mengandalkan drum.
Kejaksaan mendorong pembangunan SPBU di wilayah kepulauan, penataan subpenyalur satu pulau satu subpenyalur, digitalisasi rekomendasi, pembangunan depo BBM, serta program BBM Satu Harga untuk wilayah kepulauan.
Kabag Ekonomi Setda, menyatakan pembangunan depo BBM dan fasilitas pengisian LPG juga telah diusulkan kepada pemerintah pusat.
Rapat tersebut menegaskan bahwa persoalan BBM Selayar bukan semata soal kuota, tetapi bagaimana BBM yang tersedia dapat terdistribusi hingga ke masyarakat kepulauan secara tepat, aman dan sesuai ketentuan. (HUMAS-IC)











.jpeg)