- Bupati Selayar Launching Penyaluran Bantuan Pangan 26 Ton untuk Alokasi Februari–Maret 2026
- Tim Medis RSUD KH. Hayyung Selayar Periksa Kesehatan Dapur Kafilah MTQ XXXIV
- Kafilah Selayar Mulai Berlaga di Hari Pertama MTQ XXXIV Sulsel
- Bupati Selayar Terima Kunjungan UPC, Bahas Pengembangan PLTB dan PLTS
- Inspektorat Selayar Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi melalui Evaluasi IKPD MCSP 2025
- Wabup Selayar Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 189 ASN dan Apresiasi Purna Tugas
- MTQ XXXIV Sulsel Resmi Dibuka, Selayar Kirim 110 Kafilah
- Wabup Selayar Hadiri Halal Bi Halal Permas di Makassar, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
- Pj Sekda Selayar Hadiri Pembukaan Pameran MTQ Sulsel, UMKM Lokal Banyak Diminati Warga
- Wabup Selayar Tinjau Dapur Umum Kafilah MTQ di Maros
Seminar Akademik UT, Ini Materi Wabup Kepulauan Selayar

MAKASSAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H. Zainuddin, S.H.,M.H., membawakan materi pada kegiatan Seminar Akademik Universitas Terbuka dengan tema "Peranan Pendidikan dalam Peningkatan Kesadaran Hukum di Era Revolusi Industri 4.0, di Gedung Balai Prajurit M. Yusuf Makassar, Senin (18/11/2019).
Wabup mengatakan pada substansinya pendidikan itu sendiri terpengaruh dengan kehadiran revolusi Industri 4.0.
"Paling tidak guru yang selama ini sebagai satu-satunya sumber ilmu tergeser oleh perkembangan industri karena informasi dan pengetahuan sudah dapat diakses oleh siapapun, jadi pendidikan harus menyesuaikan, tetapi justru sebenarnya tidak mesti menggeser secara total peranan guru dalam pendidikan," kata Zainuddin.
Baca Lainnya :
- Wabup Kepulauan Selayar Hadiri Gelar Pengawasan Daerah dan Konfrensi AAIPI Wilayah Sulsel0
- Seminar DWP Kepulauan Selayar, Berdayakan Perempuan Dalam Pengembangan Lingkungan Sehat0
- Wabup Kepulauan Selayar Bahas Isu Strategis Kemaritiman di Puslatbang KMP Makassar0
- Kunker, Wabup Selayar Tiba di Pasimarannu, Sebelumnya Buka Lokarkarya di Pasimasunggu0
- Wabup Kepulauan Selayar ; SPBE Hasilkan Efisiensi Birokrasi dan Tingkatkan Layanan Publik 0
Menurutnya untuk mengantisipasi semua terkait kesadaran hukum, maka orientasi kecerdasan dalam pendidikan itu perlu diarahkan kepada kecerdasan secara majemuk, akumulasi dari kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Dengan demikian bisa mengantisipasi kesadaran hukum meskipun teknologi berkembang demikian pesat.
"Meskipun teknologi menghadirkan kejujuran dan keadilan, tapi kan inputnya manusia juga, jadi yang terpenting adalah pembinaan peran manusia, itu yang menjadi faktor kunci," tutup Zainuddin. (HUMAS/IM)










.jpeg)