- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
- Bupati Selayar Terima Hasil Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah dari Kementerian PU
- Keluhan Petani Arang Terjawab, Pemkab Selayar dan ASDP Sepakati Skema Khusus Pemuatan di Pamatata
- Ketua dan Jajaran TP PKK Selayar Hadiri Pembukaan Pameran UMKM, Cek Kesehatan Gratis, dan Pencanangan Rekor MURI MMS
- Sukseskan Rekor MURI, TP PKK Selayar Libatkan 585 Ibu Hamil dalam Gerakan Minum MMS
Wabup Selayar Apresiasi Inovasi Bank Sampah Ubah Plastik Jadi Paving Block

BONEA, KEPULAUAN SELAYAR - Bank Sampah Bonea, yang beroperasi di Kelurahan Benteng Utara, menghadirkan inovasi baru sejak awal tahun 2024 dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block. Inovasi ini muncul dari kepedulian terhadap meningkatnya volume sampah plastik di lingkungan sekitar dan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian terbatas.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhtar, saat melakukan kunjungan ke Bank Sampah Bonea pada Jumat pagi, (13/6/2025).
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan besar agar produksi paving block berbahan dasar daur ulang plastik ini dapat ditingkatkan dan mengimbau bank sampah untuk produksi pavin block secara massal dan mendorong agar mulai melakukan pembelian sampah plastik dari masyarakat Ia menilai bahwa inovasi ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan volume sampah plastik di lingkungan masyarakat.
Baca Lainnya :
- DLH olah Sampah Plastik Jadi BBM, Saiful Arif : Sebelum Dilaunching Persiapkan Hasil Kajian dan Uji Lab0

"Pemerintah daerah siap mendukung dan mengawal program ini. Kami melihat ini sebagai langkah konkret dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ujar Wabup H. Muhtar.
Ia juga mengimbau kepada pengelola Bank Sampah untuk secara aktif menyampaikan kendala maupun kebutuhan yang diperlukan dalam proses produksi. “Sampaikan apa saja yang perlu dibenahi. Pemerintah akan berupaya memberikan pendampingan agar proses daur ulang ini berjalan lebih optimal dan sesuai harapan,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan program inovatif dari Bank Sampah Bonea, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah dan komunitas pengelola sampah dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi permasalahan lingkungan di Kepulauan Selayar.
Pimpinan Bank Sampah, Andi Hutri Tumailalang, menjelaskan bahwa proses pengolahan paving block masih dilakukan secara manual. “Kami melelehkan plastik dengan cara dimasak di atas tungku menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Belum ada pelatihan formal—semuanya kami lakukan secara otodidak berdasarkan kebutuhan dan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan,” ungkapnya.
Jenis plastik yang digunakan meliputi botol plastik, kantong kresek, sachet kemasan makanan, serta stereofoam/gabus. Proses ini melibatkan seluruh Pegawai Harian Lepas (PHL) yang bertugas di Bank Sampah Bonea. Dalam kondisi peralatan yang masih terbatas, tim mampu memproduksi sekitar 100 paving block per hari, atau kurang lebih 600 unit per minggu. “Untuk produksi tersebut, dibutuhkan sekitar 600 kg botol plastik, 120 kg sachet, 120 kg gabus, serta bahan tambahan seperti oli bekas dan pasir,” tambahnya.
Mengenai kualitas produk, Andi Hutri menyebutkan bahwa pihaknya sempat membawa sampel ke laboratorium Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk diuji. Namun, bentuk paving block yang digunakan—berbentuk segilima—tidak sesuai dengan alat uji laboratorium yang dirancang untuk bentuk kotak, sehingga pengujian resmi belum dapat dilakukan. Meski demikian, uji kekuatan secara manual telah dilakukan. “Kami uji dengan dilindas mobil minibus dan paving tetap utuh tanpa retak atau hancur,” katanya.
Proses pembuatan dimulai dengan melelehkan plastik menggunakan drum sebagai wadah dan mencampurkannya dengan oli bekas agar adonan tetap kental dan tidak cepat mengering. Setelah meleleh sempurna, campuran tersebut dicampur pasir agar hasil akhir lebih padat dan tahan tekanan. Adonan kemudian dituangkan ke dalam cetakan besi berbentuk persegi panjang untuk dicetak menjadi paving block.
“Inovasi ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Paving block dari plastik dapat menjadi alternatif bahan bangunan ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan alam, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Andi Hutri.
Ia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dapat memberikan perhatian lebih terhadap program bank sampah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan jaminan kesehatan para pekerja PHL, serta bantuan peralatan modern untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi paving block. (Humas IKP/Im/M)










.jpeg)