- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
Wabup Selayar Buka Orientasi Anggota DPRD di Makassar

MAKASSAR - Orientasi, pembekalan, Training, work shop dan semacamnya, sesungguhnya bermuara pada "PKS", yakni Pengetahuan Bertambah, Ketrampilan meningkat, dan Sikap. berubah menjadi lebih baik.
Wakil Bupati Kep. Selayar, Saiful Arif, antara lain menegaskan hal itu saat memberikan sambutan, lalu membuka orientasi anggota DPRD Kepulauan Selayar periode 2024 - 2029, ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan, yakni Frengky Wijaya, SE, dan Nurmianti, S. Kep di Hotel Grand Town Hotel, Jl. Pengayoman, Makassar, Rabu (18-9) malam.
Karena itu, lanjutnya, para peserta perlu mengikuti orientasi ini sepenuh waktu dan sepenuh perhatian, sekalipun sebagian, sudah menjadi penyegaran dan pencerahan, karena sudah beberapa kali terpilih.
Baca Lainnya :
- Serahkan Calon Paskibra Kepada Pelatih, Begini Harapan Asisten Pemerintahan Setda0
- Saiful Arif Buka Baksos Operasi Katarak Gratis Program AMCF Sulsel0
- Pemkab Selayar Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Sulsel0
- 35 Korban Tragedi KM. Lestari Maju Diserahkan ke Pihak Keluarga0
- DWP Kepulauan Selayar Berempati, Salurkan Suplemen untuk Petugas Kesehatan Penanganan Covid-190
Hal ini, menjadi lebih penting maknanya, karena menurut ketua panitia, Indra Jaya Saputra, S. STP., MM, Kabid Managerial BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, di sela - sela laporannya, mengatakan bahwa pernah terjadi, peserta orientasi dinyatakan harus mengulang, dan mengikuti orientasi di kabupaten / tempat lain karena tingkat kehadirannya tidak mencapai 90 %.
"Ini bukan kewenangan kami di BPSDM, melainkan kewenangan Kemendagri, yang kehadirannya, terkadang, kami sendiri tak tau,” ucapnya.
Hal lain yang ditegaskan oleh Wabup Saiful Arif, eksekutif dan Legislatif merupakan mitra sejajar dalam urusan pemerintahan, karena itu, sinergitas dan kolaborasi harus terus dijaga dan ditingkatkan, agar produk produk kebijakan yang dilahirkan bersama, selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Anggaran kita terbatas, sementara kebutuhan kita banyak. Maka harus ada pilihan prioritas dengan kriteria dan indikator yang sama menurut eksekutif dan legislatif,” terangnya.
Dikatakan, tugas utama pemerintah, paling tidak ada tiga, yakni pelayanan, yang berorientasi pada keadilan, pembangunan yang mengarah pada kesejahteraan, dan pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian. Jika Eksekutif dan Legislatif sepakat memberi forsi anggaran yang lebih memadai pada pemberdayaan, maka masyarakatnya akan mandiri, sehingga ke depannya, tugas pemerintah akan menjadi lebih ringan. "Masyarakat mandiri akan menjadi penopang tugas pemerintah. bukan menjadi beban" kunci Wabup Kepulauan Selayar, Saiful Arif.
Sebelumnya, Ka BPSDM, (putra Selayar) Prof. DR. Muhammad Jufri, M. Si, M. Psi, Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan beberapa regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan orientasi. Pembukaan orientasi yang turut dihadiri Pj. Sekwan Kepulauan Selayar, Masdar J. Pratama, Kom,. MM, diakhiri dengan foto bersama. (Rls)











.jpeg)