- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
Zainuddin Harap MPAD MARS Indonesia Kepulauan Selayar Tanpa Tumbuhkan Kembali Kesan Feodalisme

Keterangan Gambar : Foto by Kamaruddin
SELAYAR --- Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., mengukuhkan Majelis Agung Pengurus Daerah (MAPD) Majelis Agung Raja Sultan (MARS) Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar Masa Bakti 2019-2023 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar, Rabu (23/10/2019).
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Pengurus Majelis Agung Pengurus Pusat MARS Indonesia, Pengurus Majelis Agung Pengurus Wilayah MARS Indonesia Sulawesi Selatan, para Ketua Majelis Agung Pengurus Daerah MARS Indonesia se-Sulawesi Selatan, Pengurus Majelis Agung Pengurus Daerah MARS Indonesia Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan, para tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pemerhati kebudayaan.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kebudayaan di Kabupaten Kepulauan Selayar terwujud dalam bentuk peradaban dan merupakan kearifan lokal yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Kearifan lokal tersebut juga menjadi tradisi yang telah ada sebelumnya dan secara moral dipegang teguh sampai saat ini seraya mengalami harmonisasi dengan tuntutan perkembangan zaman.
Baca Lainnya :
- 6 Pejabat Pemkab Selayar Ikut Assessment Jabatan Lowong, Ini Arahan Wakil Bupati 0
- Bupati Kepulauan Selayar Salurkan Bantuan PKH Tahap I, Ini Pesannya 0
- Wabup Selayar Lanjut Safari Ramadan di Kecamatan Daratan0
- Rombongan TP2D Provinsi Sulsel Tiba di Kepulauan Selayar0
- Tiba di Pasimasunggu, Ini Yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar 0
"Tentu pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah MARS Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi penting dalam konteks pelestarian nilai-nilai budaya dan peradaban kita. Namun demikian, hendaknya diharmonisasikan dengan perkembangan zaman dan tanpa maksud menumbuhkan kembali kesana feodalisme. Tujuan utama yang diemban adalah pelestarian tatanan budaya yang mengandung positivisme dan mempertahankan sebagai jati diri To Silajara. Terlebih lagi MARS Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan yang jelas dan tegas bahwa MARS Indonesia hadir sebagai Organisasi Kemasyarakatan.,"
Zainuddin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara tersebut apalagi kehadiran MARS Indonesia dengan segala macam produknya kelak mampu menjadi daya tarik wisata tersendiri di Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Kepada Pengurus Daerah MARS Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar yang baru dilantik dan dikukuhkan, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan selamat atas kepercayaan yang diberi dan selamat bekerja. Semoga membawa manfaat bagi pembangunan daerah dan mendapat Ridho dari Allah SWT," tutup Zainuddin.
Di tempat yang sama, Dewan Pendiri MARS Indonesia sekaligus Dewan Dewan Agung MARS Indonesia, Datuk Luwu ke-40, H. Lamaradang Mackulau Opu To Bau, S.H., juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa dirinya ke Kepulauan Selayar seperti pulang kampung karena di darahnya mengalir darah Selayar.
"Tidak ada Selayar jika tidak Ada Luwu dan tidak ada Luwu jika tidak ada Selayar karena Luwu dan Selayar tidak sekadar karena hubungan kerabat, tetapi juga hubungan darah," ujar H. Lamaradang Mackulau Opu To Bau, S.H. (HUMAS)











.jpeg)