Breaking News
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
- Wabup Selayar Bersama Baznas Salurkan Bantuan Rp4 Juta untuk Korban Kebakaran di Batangmata Sapo
- Stand UMKM Selayar Jadi Incaran Pengunjung, Harkopnas79 Lutim, Sekda : Ini Bukti Produk Kita Punya Pasar
- Sekda Selayar Apresiasi Lutim, Dinilai All Out Jamu Peserta Harkopnas di Danau Matano
- Sekda Selayar Jalin Komunikasi Lintas Daerah, Dorong Promosi Produk UMKM di Pekan Expo Harkopnas 79 Sorowako
- Lagu Salendang Mayang Hantarkan Paduan Suara Selayar Sabet Juara II Harkopnas 79
- Tak Sekadar Memantau, Sekda Ikut Menata Produk UMKM Selayar di Harkopnas Ke79 di Sorowako
Badan Kesbangpol Mediasi Penyelesaian Konflik Pembangunan Rumah Ibadah

SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mediasi penyelesaian konflik pembangunan rumah ibadah di Dusun Inruia Desa Mare-mare Kecamatan Bontamai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Baruga Sayang Desa Mare - Mare Kecamatan Bontomanai, Kamis, 7/2/2019
Dalam proses mediasi ini, Badan Kesbangpol melibatkan beberapa unsur terkait diantaranya MUI, Ketua FKUB, Kemenag, Kabag Kesra,Camat Bontomanai,Kepala Desa Mare - Mare, Kapolsek Bontomanai, DanPos Koramil Bontomanai serta masyarakat Desa Mare - Mare.
Kepala Badan Kesbangpol Kabulaten Kepulauan Selayar Ince Rahim, S.Pd., S.H., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa semua warga negara berhak untuk membangun rumah ibadah namun demikian harus memenuhi syarat dan mentaati aturan yg ada, dalam hal ini Peraturan/Regulasi Pendirian Rumah Ibadah.
Ince mengimbau warga agar tetap tenang menjaga kerukunan. Pihaknya tidak ingin ada muncul gesekan di tengah masyarakat apalagi terkait pembangunan rumah ibadah.
"Kita tentunya tidak ingin ada hal-hal yang memancing gesekan antar warga terjadi, apalagi terkait pembangunan rumah ibadah, sehingga ketenangan, kedamaian dan kerukunan masyarakat yang selama ini sudah bagus tidak akan terganggu," ujarnya.
Ia menjelaskan Proses mediasi ini berjalan dengan baik, lancar dan telah diperoleh sejumlah kesepakatan diantaranya pertama menghentikan sementara pelaksanaan pembangunan, kedua Pembangunan rumah ibadah harus memenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mewakili masyarakat H.Aminuddin menyambut baik hasil yang telah dicapai dari proses mediasi ini dan menyatakan siap mematuhi dan menjalankan sejumlah kesepakatan- kesepakatan tersebut.
Ia mengaku akan mengurus dan melengkapi segala bentuk dokumen yang dipersyaratkan terkait pembangunan rumah ibadah tersebut.
Sebelumnya, pembangunan rumah ibadah itu telah dimulai. Namun dihentikan karena adanya sekelompok masyarakat memprotes pelaksanaan pembangunan itu. (Rudi/Ichal)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)